Kedua tangan itu menangkup saat ini, dan sesudah sesuap gigitan pada kroisan yang belum sepenuhnya tertelan, karena sepotng besar tersangkut di bibir bagian bawahnya. Monk mengatakan, “Jangan keliru dalam hal menafsirkan perkataanku, Ivan, kami sangat bangga padamu. Kau benar benar berani. Kau membuang semua perasaan waswas dan berlomba menuju medan perang untuk menyelamatkan nyawa seorang manusia. Sungguh mengagumkan sebenarnya.”
“Terima kasih, Isao. Namun aku tidak ingat kalau aku merasa berani. Aku cuma bertindak sesuai insting saja.”
“Benar, benar. Namun kau pasti ketakutan sekali. Gimana rasanya, Ivan? Kekerasan, penjara hukuman mati, bepergian bersama Harry? Pasti sangat mengerikan.”
Ivan sama sekali tidak mau menceritakan kejadian itu, namun Monk tampak sangat penasaran. “Ayolah,