Aku sangat lega saat melihat anjing kecil itu terbaring di meja operasi keesokan harinya. Aku dibantu Arashi, dia seorang ahli anestesi, setelah itu aku segera menyingkirkan pelir besar itu dan memotong hingga ke saluran s****a untuk memastikan semua jaringan tumor itu sudah terangkat. Satu satunya hal yang aku cemaskan yaitu skrotumnya pun sudah terkena karena pembedahan yang tertunda begitu lama. Keadaan ini dapat menyebabkan kambuhnya penyakit itu, dan sementara aku dengan hati hati emmotong bagian bagian dinding skrotum yang terkena, aku pun tatkala menyumpahi penundaan yang dilakukan oleh Akio. Aku mengangkat simpul jahitan terakhir sambil mengharapkan yang terbaik.
Laki laki kecil itu begitu bersuka cita ketika melihat anjing kesayangannya masih hidup dan telah terbebas dari pertum