“ Hmk bagusnya yang mana ya”
Hari ini Clowie memutuskan untuk meminta ijin 1 hari dari perusahaan tempatnya bekerja, badannya masih terasa lemah untuk dibawa bekerja juga dia butuh belanja beberapa keperluan ibu hamil ,seperti s**u, buah, dan beberapa makanan sehat lainnya yang dianjurkan dokter
“ Yang ini aja deh” akhirnya setelah bergelut dengan hatinya sendiri mau pilih s**u ibu hamil yang mana, dia memutuskan mengambil salah satu merk s**u ibu hamil yang cukup ternama dengan rasa coklat, dia suka rasa coklat omong- omong
Selesai belanja beberapa barang dan bahan dapur yang diperlukan dan membayar di kasir Clowie segera memutuskan untuk pulang karna tiba-tiba saja pengen makan nasi goreng serai andalannya apakah dia sedang mengidam? Ya mungkin saja bukan? ,bukannya hal itu wajar buat ibu hamil.
Berbicara soal ngidam, Clowie baru ingat dia tidak mengalami muntah-muntah dipagi hari seperti ibu hamil pada umumnya, atau apa karna baru mengetahui dirinya hamil, atau karna kandungannya baru berusia 4 Minggu. atau bisa saja nanti dibulan-bulan selanjutnya kan? Tapi apapun itu Clowie selalu berdoa semoga bayinya bisa diajak bekerja sama.
*
*
*
*
*
“ Hoek.... Hoek...Hoek..”
Entah sudah berapa kali Xavier pagi ini keluar-masuk kamar mandi yang ada dikamarnya,mengeluarkan isi perutnya yang bahkan belum diisi sama sekali untuk pagi ini.badannya rasanya lemas sekali mungkin hari ini dia gak bisa masuk kantor
Tok..tok .tok.
.
Cklek..
“ Sayang ini udah jam 8 kamu gak kekantor?”perempuan paruh baya masuk kedalam kamar Xavier, cukup heran melihat putranya jam segini masih bergelung nyaman didalam selimut, biasanya putranya itu selalu on time apalagi menyangkut pekerjaan
“ hei, bangun ayo” Melisa ,mama dari Xavier duduk ditepi ranjang menepuk pelan punggung anaknya yang tidur telungkup
“ Hmmmmk” hanya gumaman yang diberikan Xavier
“ Kamu gak ngantor, ini udah jam 8”
“ Ma kayaknya hari ini aku gak bisa masuk kantor, badanku sakit semua”
“ kamu sakit” seketika rasa kawatir menyerang Melisa takut terjadi sesuatu terhadap anak sulungnya ini, meletakkan tangannya di dahi sang putra, namun tidak panas suhu badannya normal aja
“ Ma akkhmmmmpp” Xavier tidak jadi melanjutkan ucapannya karena perutnya kembali berulah lagi, segera beranjak kekamar mandi menuju closet, memuntahkan seluruh isi perutnya namun yang keluar hanya air bening , dibelakang Melisa kawatir melihat putranya muntah-muntah, mengurut leher anaknya supaya mendingan.
“ kamu kenapa sih ,jangan buat mama kawatir deh” mata Melisa sudah berembun, tidak tega melihat kondisi sang putra, mukanya terlihat sangat pucat
“ Aku gak apa-apa ma cuma masuk angin aja paling,tolong bantu aku ma, aku gak kuat jalan” Melisa memapah tubuh besar Xavier supaya bisa berbaring nyaman ditempat tidur
“ Mama panggil dokter ya supaya kamu diperiksa”
“ Ma gak usah, aku gak apa- apa kok”
“ Gak, pokoknya mama tetap akan panggil dokter, mama gak mau terjadi sesuatu sama kamu” kekeh Melisa, dia cukup kawatir melihat keadaan anaknya, tidak biasanya putranya begini, Xavier jarang sakit metabolisme tubuhnya sangat kuat.
Setelah menunggu 30 menit akhirnya Xavier diperiksa oleh dokter keluarga, tampak kening dokter muda tersebut berkerut saat memeriksa tubuh Xavier ,tidak ada yang aneh semua baik-baik saja bahkan sangat baik, kecuali wajah Xavier yang sangat pucat “ aneh apa jangan-jangan? Tapi gak mungkin bukannya Xavier udah putus sama Clowie 1 Minggu yang lalu”
“ Bagaimana Dre keadaan Xavier” tanya Melisa tidak sabar untuk mengetahui kondisi anaknya
“ Andre..” ulang Melisa karna tidak mendapat sahutan dari Andre, Dokter muda keluarga Dharmendra sekaligus sahabat baik Xavier
“ Ehk i-iya Tante, Xavier baik-baik aja kok, cuma masuk angin aja” sebenarnya Andre ingin mengutarakan kecurigaannya, cuma situasinya tidak tepat apalagi dia masih ingat bagaimana keadaan sahabatnya 1 bulan yang lalu saat putus dengan Clowie ,dia masih ingat bagaimana terpuruknya sahabatnya. bagaimanapun Andre adalah saksi hidup bagaimana Xavier berjuang untung mendapatkan Clowie, dan bagaimana Xavier begitu mencintai gadis itu, tapi satu hal yang membuat Andre bingung pernyataan Xavier yang mengatakan kalau Clowie menghianatinya,Andre kenal bagaimana sifat Clowie, gadis itu gak mungkin melakukan hal rendah seperti itu, tapi bukti yang diberikan Xavier tidak bisa dibantah, tapi walaupun begitu,Andre merasa ada sesuatu yang tidak beres tapi dia sendiri tidak tau, mungkin dia akan mencari tau sendiri kebenarannya.
“ Syukur lah kalau gitu, Tante turun dulu ya mau buat minuman hangat buat Xavier”
“ Iya Tan..”
“ Dre aku benar-benar tidak apa-apa kan” sepeninggal Melisa, Xavier langsung memberondong Andre dengan pertanyaan mungkin saja Andre menutupi kondisi tubuhnya, karna gak mau mamanya kawatir
“ iya jangan kawatir, kamu gak apa-apa kok”
“ Syukurlah, “ Xavier mengela nafas lega
“ Tapi Vier kamu gak merasa pernah menaburkan benih mu disembarang tempatkan?” tanya Andre santai,Xavier melotot kearah sahabatnya itu, apa katanya sembarang tempat dikira benihnya sampah apa , Xavier melemparkan bantal kearah andre yang segera ditangkap Andre
“Kamu pikir benihku sampah dibuang sembarang tempat, benihku itu premium jadi gak boleh dibuang sembarangan” Sewot Xavier
“ Masalahnya dari ciri-ciri yang sedang kamu alami ini, ciri-ciri suami yang menggantikan istrinya ngidam, biasanya ini kalau si laki-laki amat sangat mencintai istrinya”
“ Ya gak mungkin lah aku kan belum nikah, lagian kamu tau sendiri aku bukan laki-laki yang suka jajan diluar” Xavier mengelak dugaan yang tidak masuk akal sahabatnya itu
" Clowie” Gumam Andre yang masih bisa ditangkap Xavier,matanya menatap tajam Andre
“ aku udah bilang jangan pernah sebut nama itu dihadapan ku Dre” ujar Xavier dengan nada datar
“ maaf bukan maksudku, tapi coba kamu ingat apa pernah kalian ngelakuin itu sebelum kalian putus”
Xavier diam, tiba-tiba dia teringat malam dimana dia datang kekontrakan Clowie dengan pakaian berantakan , saat itu dia dipaksa kliennya untuk ikut minum-minum, untuk merayakan terjalinnya kerjasama diantara mereka disebuah klub, tempat yang sudah tidak pernah Xavier kunjungi semenjak mengenal Clowie bahkan gadis itu bisa membuatnya melupakan minuman keras itu, namun nasib buruknya malam itu entah siapa yang mau menjebaknya, memasukkan obat perangsang kedalam minumannya, dia yang masih bisa berpikir waras segera meninggalkan tempat itu.dan tempat tujuannya adalah tempat tinggal kekasihnya.
Xavier masih ingat bagaimana dia terbangun dipagi hari dengan tubuh polos tanpa baju, dan kekasihnya yang meringkuk dibawah tempat tidur sambil menangis, bahkan Xavier ikut menangis saat itu menyadari kebodohannya, padahal dia sudah berjanji akan selalu menjaga gadis itu sampai mereka menikah namun malam itu dia melanggar janjinya walaupun itu diluar kendalinya, tapi Xavier bersyukur Clowie yang pertama buatnya dan begitupun sebaliknya,dan Xavier juga berjanji akan segera menikahinya jika terjadi sesuatu, karna dia sadar mereka melakukannya tanpa pengaman.
“ Woi malah melamun” sentak Andre karna Xavier tidak kunjung menjawab pertanyaannya
“ hmmk pernah sekali,tapi itu udah lama jadi gak mungkin dia hamil, dan aku yakin walaupun dia hamil itu pasti bukan anakku” kekeh Xavier dengan mata merah mengingat penghianatan yang dilakukan Clowie
Andre menarik nafas panjang, memandang sahabatnya itu dalam diam
“ Vier jujur aku gak percaya sama Foto itu- Stop biarkan aku bicara kali ini” Andre mengangkat tangannya keatas supaya Xavier tidak memotong ucapannya
“ Jujur aku sedikit bingung ,kenapa seorang Xavier bisa percaya hanya pada sebuah foto saja tanpa mencari kebenarannya, kalau aku jadi kamu aku akan mencari tau apakah foto itu benar apa nggak” Jelas Andre
“ Kamu lihat sendiri Dre bahkan ada Videonya” sanggah Xavier
“ Vier..Vier ternyata otak pintar gak berlaku ya kalau orang lagi sakit hati” canda Andre” terserah kamu Vier yang penting aku udah ingatin kamu, jangan sampai suatu saat kamu akan menyesal, dan kamu tau apa yang paling menyakitkan nanti?”
Xavier menoleh dengan kening berkerut seolah bertanya
“ Saat anak kandungmu menganggap orang lain ayah kandungnya” deg..tiba-tiba jantung Xavier berdegup kencang mendengar kalimat Andre,tapi dia segera mengelak itu gak mungkin
“ Ya sudah aku pergi dulu,cepat sehat ya”setelah memasukkan semua peralatannya kedalam tas Andre segera bergegas keluar dan menuju mobilnya yang diparkir diluar pagar , karna hanya sebentar jadi dia tidak memasukkan mobilnya kedalam...
“ Halo, bisa kita bertemu.”