“ Hai kak, maaf ya nunggu lama biasa kalau pagi gini sibuk briefing dulu” sapa Clowie ramah terhadap laki-laki yang sedang menunggunya di kantin perusahaan tempatnya bekerja
“ Ehk Clow santai aja kaka juga Juga baru pulang shift malam” sapa Andre tak kalah ramah. ya laki-laki itu adalah Andre sesaat setelah meninggalkan kediaman Xavier dia putuskan bertemu sama Clowie daripada langsung pulang kerumah untuk istirahat, karna ada sesuatu hal yang mengganggu pikirannya dan harus segera diselesaikan
” hmk kamu ada waktu gak sebentar, kita ngobrol dikafe seberang aja gak enak disini”
Clowie tidak langsung menjawab, melirik sebentar pergelangan tangannya memastikan apa dia punya waktu
“ Hmk 1 jam soalnya jam 10 ada meeting kak, tapi jangan dikafe seberang, gak enak sama karyawan yang lain inikan masih jam kerja” jawab Clowie
Kafe Watt Coffe -Roastory menjadi pilihan Andre tempat yang sangat recommended untuk minum kopi dan Coffee yang terletak dijakarta pusat, karna menawarkan berbagai jenis minuman olahan kopi seperti cappucino, americano, kopi s**u dan kopi hitam juga menu olahan lainnya.semua menu yang ada disajikan dengan kualitas dan rasa yang terbaik. selain itu Watt Coffee - Roastery juga menyediakan tempat nyaman (dingin), dengan dekorasi yang fotogenik dan Instragramable sehingga akan menarik minat para pelanggan.Clowie melihat sekitarnya sambil beberapa kali mengguk-anggukkan kepalanyanya hmm kak Andre sekali nih , apalagi melihat kafe yang mereka kunjungi dominan dengan hidangan kopi
" ternyata Kaka masih pecinta kopi bangat ya" Ujar Clowie setelah duduk disalah satu meja disudut ruangan, cocok buat mereka yang akan membahas sesuatu hal yang belum diketahui Clowie. ditambah suasana kafe masih belum terlalu ramai mengingat masih jam kerja dan sekolah.
" Iya dong, dan ini salah satu kafe langganan Kaka, kamu tenang aja mereka juga menyajikan menu selain kopi" Ujar Andre sambil tersenyum
Cappucino menjadi pilihan Andre , sedangkan Clowie memesan 1 potong Blakfores dan lemon tea hangat. tidak ada perbincangan sampai pesanan yang mereka disajikan oleh pramusaji, setelah mengucapkan terimakasih mereka mulai menyicipi menu yang mereka pesan.
“ Apa yang mau kakak bicarain sama aku” Tanya Clowie setelah menyuapkan potongan kecil cake kedalam mulutnya
Andre tidak langsung menjawab menyesap beberapa kali kopinya, seolah memilah kata-kata apa yang cocok diutarakan supaya tidak menyinggung Clowie dan menghindar
"Jadi Sudah berapa bulan?" Tanya Andre to the point
“ maksud Kaka apa?” Clowie yang belum mengerti arah tujuan yang dibicarakan Andre ,maksudnya berapa bulan apanya pikirnya
“ Kandunganmu” tubuh Clowie menegang, tidak menyangka Andre bisa mengetahui tentang kehamilannya padahal belum ada siapapun yang diberitahu
“ K—kandungan a-pa kak” Clowie masih mencoba mengelak ,berharap Andre bisa dibohongi dia lupa kalau Andre adalah seorang dokter meskipun bukan dokter kandungan tapi setidaknya dia pasti tau, apalagi setelah melihat kondisi Xavier pagi tadi
“ Clow udah jujur aja, Kaka sudah sudah tau”seketika badan Clowie lemas matanya berkaca-kaca, padahal dia sudah berjanji akan benar-benar menjauh dari hidupnya Xavier tapi kalau Andre yang notabenennya adalah sahabat dekat Xavier tau kalau dia sedang mengandung anak lelaki itu, bagaimana bisa dia menjauh.padahal sampai kapanpun Clowie tidak akan bisa menjauh dari hidup Xavier karna dia sedang membawa bagian dari lelaki itu .
“ 2 bulan 1 minggu kak” Jawab Clowie lirih setelah terdiam cukup lama,
“ Xavier. “ hanya anggukan yang dapat Clowie berikan, Andre hanya bisa menghela nafas panjang benar dugaannya
“ Kak , aku mohon jangan pernah kasih tau siapapun tentang ini termasuk kak Xavier” Pinta Clowie memelas , karna dia yakin Xavier tidak akan percaya, yang ada hanya akan dapat hinaan dan kata-kata menyakitkan lagi
“ Gak bisa gitu Clow, bagaimanapun dia harus tau kamu sedang mengandung anaknya, Xavier harus bertanggung jawab” Andre segera mengambil ponselnya yang berada di kantong celana, bersiap memberitahu Xavier, tapi segera dicegah Clowie
“ Kak aku mohon jangan beritahu kak Xavier” Clowie sampai bersimpuh dikaki Andre memegang lengan laki-laki yang sudah dianggap seperti kakaknya sendiri, “ Aku mohon” Lirihnya, tindakannya membuat mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada dikafe tersebut, tapi Clowie tidak peduli tanggapan mereka, baginya yang terpenting saat ini mencegah Andre supaya tidak memberitahu Xavier keadaannya
“ Clow, bangun Clow” Andre yang risih karna menjadi pusat perhatian, segera membantu Clowie supaya kembali duduk di kursinya
“ kenapa? Apa karna kalian sudah putus” cecar Andre
“ Karna sudah tidak ada kepercayaan diantara kami kak, Kaka juga pasti tau apa penyebab kami putus jadi percuma aku menjelaskan sama kak Xavier dia gak akan pernah percaya, jadi lebih baik dia gak tau”
“ Tapi bagaimana bisa kamu menyembunyikannya kalian berada dalam 1 gedung, bahkan dia atasanmu besar kemungkinan kalian akan bertemu Clow” Jelas Andre
“ Kak dia akan mengira bahwa ini adalah anak laki-laki laki yang ada difoto itu, jadi aku gak perlu takut dia tau. bahkan kak Xavier bilang sendiri, kalau aku gak boleh datang tiba-tiba meminta pertanggungjawabannya” hati Clowie kembali sakit jika mengingat kembali perkataan Xavier " Lagian aku udah mutusin mungkin bulan depan akan resign,karna dengan keadaan seperti ini aku gak akan bisa bekerja lagi disana kak"
“ b******k kamu Vier “ Umpat Andre dengan Sura tertahan, tapi masih bisa didengar oleh Clowie
“ Kak jangan mengumpat didepan Babynya Clowie” ujar Clowie dengan muka cemberut, yang berhasil membuat Andre tersenyum
“Ya Tuhan bagaimana bisa Bayi ini akan segera memiliki bayi” Gumam Andre dalam hati
“ Baiklah Kakak, gak akan pernah kasih tau sama siapapun tapi kamu janji kalau butuh apa-apa kamu harus kasih tau Kaka ya, Jangan lupa kamu harus cek rutin tiap bulan ke dokter kandungan” nasehat Andre
“ iya kak, Kaka tenang aja Clowie pasti akan kasih kabar sama Kaka kalau ada apa-apa”
*
*
*
*
*
Clowie yang baru saja masuk kedalam ruangannya dibuat bingung melihat seseorang yang lagi duduk di kursi tempatnya bekerja, apa aku salah masuk ruangan ya pikirnya, mundur kebelakang beberapa langkah memastikan kembali dia tidak salah ruangan.
“ Permisi “ Sapa Clowie
Perempuan asing itu segera berdiri “ oh iya ada yang bisa saya bantu?” sapahnya ramah
“ Mmk maaf mba ini bukannya ruangan saya ya “ tanya Clowie dengan ramah mencoba memastikan
“ maaf saya juga gak tau mba, saya baru bekerja hari ini dan tadi Bu yasmin memberitahu kalau ruangan saya disini, mungkin mbanya bisa tanya langsung sama Bua Yasmine nya" Jawab perempuan yang bernama Jolie
“ Yaudah mba makasih ya, saya Permisi dulu”
Clowie segera meninggalkan ruangan itu, tepat didepan pintu dia berhenti melihat semua teman 1 divisinya juga melihat kerahnya dengan pandangan yang sulit Clowie mengerti.
Akhirnya dia segera menuju ruang HRD.tanpa mengetuk pintu Clowie segera masuk kedalam
“ Bu yasmin bisa tolong jelaskan pada saya ,kenapa ada orang lain didalam ruangan saya tadi” Tanya Clowie begitu sampai didepan meja direktur HRD, tidak sabar mendengar penjelasan tentang semua ini
“ eh Bu Clowie duduk dulu baru kita bicara “ Jawab perempuan yang bernama Yasmine dengan sedikit kaku, tidak menyangka akan segera dihampiri oleh Clowie walau dia sudah memperkirakan hal ini akan terjadi
“ Jadi?” Tanya Jihan tidak sabaran
“ Bu saya hanya menjalankan perintah atasan buat segera menggantikan posisi ibu, dan saya mohon maaf hari ini Ibu Clowie diiberhentikan dari perusahaan ini”
Clowie seketika lemas, punggungnya disandarkan disandaran kursi, matanya mendongak keatas menghalau airmata yang ingin keluar, menarik nafas beberapa kali mencoba mencerna perkataan Bu Yasmine. memijit kepalanya yang tiba-tiba pusing, tidak menyangka hari ini dia dipecat dengan tidak terhormat, Clowie yakin dia gak ada buat kesalahan tapi kenapa perusahaan bisa memecatnya dengan begitu saja
“ Kesalahan saya apa Bu” tanya Clowie dengan suara bergetar dengan mata berkaca-kaca
“ Maaf Bu Clowie saya hanya diperintahkan mencari pengganti ibu, dan tidak diberitahukan alasannya saya mohon maaf sekali lagi, dan ini uang pesangon ibu Clowie” jawab Perempuan paruh baya dengan nada menyesal, dia juga gak bisa berbuat apa-apa, dia hanya karyawan disini, walau sangat disayangkan meski masih muda Clowie adalah salah satu karyawan yang kompeten.
Clowie menghela nafas, dan terkekeh sinis ternyata inilah akhirnya, bukan hanya dari hidup laki-laki itu dia dicampakkan tapi juga dari perusahaannya, mengambil amplop yang diberikan Clowie keluar dari ruangan itu , dia akan meminta penjelasan atas semua ini.
“ Permisi Mba Dea apa aku bisa bertemu dengan pak Xavier?" Tanya Clowie, walau dia sudah tidak mau bertemu dengan laki-laki itu, tapi Clowie perlu memastikan kenapa dia dipecat secara tiba-tiba seperti ini
" Eh Mba Clowie, Maaf pak Xavier sedang perjalanan bisnis keluar kota, dan 2 hari lagi baru kembali" Jelas Dea dengan Rama sekretaris pribadi Xavier
" Ouh gitu ya" Jawab Clowie lesuh
" Ada yang mau disampaikan mbak" Tanya Dea memastikan
" ahk nggak ada mba, makasih ya kalau gitu aku permisi dulu" setelah beberapa langkah Clowie kembali lagi kemeja sekretaris
" mba punya amplop coklat kecil" tanyanya
" oh ada ,sebentar aku ambilkan" setelah mendapatkan apa yang diinginkan, segera Clowie mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan memasukkannya kedalam amplop.
" Mba Dea tolong nitip ini ke pak Xavier ya" pintanya
" baik mba" terlihat jelas raut bingung di wajah Dea tapi diurungkannya untuk bertanya bukan urusanku pikirnya. setelah mengucapkan terimakasih Clowie segera meninggalkan tempat itu.