Tanpa mengambil barang-barangnya, Clowie segera meninggalkan perusahaan itu , berjalan kaki ke halte bus yang berada dekat perusahaan. dengan perasaan sedih sambil menggenggam erat amplop coklat yang diberi Bu Yasmin ,yang diyakini adalah uang pesangonnya
Clowie duduk di kursi halte, melirik sekitar ternyata tidak ada orang, dia bersyukur setidaknya tidak ada yang akan melihatnya menangis, membuka amplop yang dipegangnya sedari tadi, dan seketika hatinya tertawa miris ternyata segini kamu menghargai aku gumamnya dalam hati.
Clowie menutup mata, menarik nafas beberapa kali menenangkan hatinya yang sakit mengingat dia diperlakukan seperti ini, dipecat dengan tidak terhormat. padahal Clowie sudah memutuskan minggu depan akan mengundurkan diri mengingat kandungannya yang semakin hari semakin besar. sudah tidak bisa lagi disembunyikan dengan pakaian kebesarannya.tapi dia tidak menyangka ternyata hari ini datang lebih cepat,dipecat secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan, bahkan penggantinya pun sudah ada.
bukan tanpa alasan kenapa Clowie belum keluar dari perusahaan itu semenjak tau sedang berbadan dua, bekerja diperusahan ini adalah impiannya, walau pekerjaannya sulit menyita waktu, kadang membuat kepalanyanya hampir mau pecah, tapi sesulit apapun itu tetap Clowie lalui karna dia sangat menyukai pekerjaan ini. membuat program-program baru keselamatan, yang akan disosialisasikan ke seluruh kontraktor maupun subkontraktor. Clowie perlu mempersiapkan hatinya, dan saat pemeriksaan terakhir dua hari yang lalu, dokter mengatakan janinnya ada dua yang artinya anaknya kembar, Clowie tidak berhenti menangis, hatinya begitu bahagia mendengar kalau dia akan punya bayi kembar.
dan saat itu tekad Clowie sudah bulat untuk segera keluar dari perusahaan karna kandungannya akan dua kali lebih besar dari kehamilan yang janinnya satu.
Mungkin sebagian dari kalian bingung kenapa seorang manager diperusahaan tidak memiliki mobil pribadi, selain karna Clowie tidak bisa mengendarainya, selama ini juga dia selalu diantar jemput oleh kendaraan kantor yang memberikannya fasilitas dengan sopir pribadi jadi ngapain ngeluarin uang buat beli kendaraan yang hanya akan menambah kemacetan ibu kota saja.lagian Clowie merasa itu terlalu berlebihan kalau sampai membeli mobil.
Clowie bekerja tidak hanya menghidupi dirinya sendiri, tetapi juga adik laki-laki satu-satunya yang sekarang masih menempuh pendidikan SMA yang ada di Medan kampung halamannya. Clowie anak yatim piatu ibunya meninggal saat dia masih berumur 12 tahun ,ibunya pergi untuk selama-lamanya karna penyakit stroke yang dideritanya, keterbatasan ekonomi membuat ibunya tidak bisa menjalani pengobatan medis, hanya bisa mengandalkan pengobatan kampung yang tidak ada efeknya sama sekali.tidak ada keluarga yang membantu mereka, bahkan Clowie masih ingat perkataan salah satu bibinya " ngapain lagi capek-capek bawa berobat kampung, rugi waktu dan rugi uang udah gak ada harapan sembuh lagi" saat bapaknya Clowie meminjam mobil pick up bibinya untuk membawa ibunya berobat,saat itu Clowie hanya diam mendengarnya, walau masih kecil tapi hatinya sakit mendengar itu, apalagi jika mengingat keinginan ibunya sembuh supaya bisa tetap merawat dan mengurus Clowie dan adikknya juga bapaknya.Clowie kecil sudah bisa mandiri mengerjakan pekerjaan rumah, menjaga ibunya serta adiknya saat bapaknya pergi ke kebun.
Saat Clowie duduk di kelas 3 SMA semester dua bapaknya meninggal dunia karena tabrak lari, yang mengharuskan Clowie menjadi tulang punggung keluarga buat dia juga adiknya yang saat itu masih duduk di bangku kelas 5 SD. bibinya meminta mereka buat tinggal dirumahnya tapi Clowie menolak baginya lebih baik tinggal diruma panggung sederhana peninggalan orangtunya dengan rasa nyaman daripada dirumah bibinya yang bagus dengan perasaan tidak nyaman, apalagi melihat tatapan sinis bibinya, dia juga gak mau diperalat nanti untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah. walau kadang rasa takut menyerang jika malam hari tiba tapi Clowie menguatkan hatinya bahwa Tuhan akan selalu melindungi mereka
Clowie memutuskan tidak akan melanjutkan kuliah mengingat kondisi mereka yang sekarang, dia akan menggarap kebun peninggalan orang tuanya supaya mereka dapat melanjutkan hidup dan membiayai adiknya sekolah. tapi dorongan gurunya juga kepala sekolah yang meminta Clowie untuk bisa melanjutkan kuliah, mereka tidak mau kepintaran Clowie terbuang begitu saja tanpa diasa lebih dalam. dengan bantuan gurunya akhirnya Clowie mengambil program beasiswa diberbagai kota, Clowie mengambil beasiswa full , dan satu-satunya kampus yang menawarkan beasiswa full UGM yang ada di Yogyakarta dan Clowie lulus untuk program beasiswa itu.
Clowie kembali dilema lagi, memang dia dapat beasiswa full tapi juga butuh biaya untuk kehidupan sehari-hari juga tempat tinggal. akhirnya dengan keyakinan penuh Clowie memutuskan untuk menjual kebun peninggalan orangtuanya yang luasnya 1 hektar lebih, Clowie tidak bisa mengurus itu tentu saja , akhirnya minta tolong sama bibi dan pamannya supaya dibantu untuk menjualkan tanahnya. paman dan bibinya mau membantu dengan syarat kalau tanah sudah laku hasilnya akan dibagi dua, tentu saja Clowie tidak menyetujui itu, mungkin upah capeh dan terimakasih akan Clowie berikan tapi tidak harus dibagi dua juga.
" Gimana Clowie paman akan bantu kamu menjual tanahnya, tapi tentu saja hasilnya harus dibagi dua" Ujar pamannya
" Tidak bisa gitu paman, bagaimanapun uangnya nanti untuk kebutuhan Clowie juga Daffa" Tolak Clowie secara halus
" Ya sudah kalau kamu gak mau, kamu jual aja sendiri sana, bibi yakin kamu tidak akan bisa menjualnya, dan lupakan tentang kuliah kamu" sinis bibinya " lagian ngapain sih kamu repot- repot kuliah ngabisin uang aja, mending kamu nikah aja biar ada yang biayain hidup kamu" tambah bibinya
Clowie hanya bisa menunduk mendengar ucapan Paman dan bibinya tidak menyangka mereka aknn tega melakukan itu. akhirnya setelah berpikir beberapa saat Clowie menyetujui usul paman dan bibinya dengan syarat
" Ya udah Clowie setuju kalau hasilnya nanti akan dibagi dua " mendengar itu seketika wajah paman dan bibinya tersenyum cerah
" dari tadi kek " senang bibinya
" tapi bibi, ada syarat nya" Tambah Clowie
" Kamu itu paket syarat- syarat segala udah dibantuin juga, yaudah apa syaratnya" ujar bibinya dengan nada Sewot
" Clowie minta tolong menitipkan Daffa disini dulu untuk tinggal sama paman dan bibi, selama Clowie kuliah di Yogyakarta, karna gak mungkin Clowie bawa ikut serta Daffa kesana" pinta Clowie, karna gak mungkin Daffa ikut karna Clowie belum bisa pastikan nanti bisa segera dapat pekerjaan untuk menghidupi mereka lagian adiknya juga masih sekolah disini akan ribet urusannya kalau mengurus surat pindah, jadi dengan berat hati dia akan menitipkan adiknya untuk sementara tinggal ditempat bibinya supaya ada yang urus
" Hmk baiklah, tidak masalah" Tukas Bibinya
akhirnya setelah tanahnya terjual paman dan bibinya hanya memberikan uang sebesar 40 Juta padahal Clowie tau penjualan tanahnya lebih dari 100 juta, Clowie protes tapi bibinya berdalih biaya mengurus sama sini juga nanti biaya adiknya , karna tidak mau memperkeruh suasana Clowie diam aja , walau sampai dirumah dia menangis dan meminta maaf kepada mendiang orang tuanya karna sudah menjual tanah peninggalan mereka dan tidak bisa menyimpan dan menggunakan uangnya dengan baik.besoknya Clowie segera mengurus buku tabungan untuk menyimpan uangnya.
3 hari sebelum keberangkatanke Yogyakarta Clowie sedang sibuk mengumpulkan berkas-berkas yang akan dibawanya, Clowie juga membawa serta surat rumah peninggalan kedua orang tuanya, Clowie tidak mau nanti paman dan bibinya menjual rumah ini. dan Clowie tidak mau itu terjadi ini adalah peninggalan satu-satunya orang tuanya juga dirumah inilah mereka melewati hari-hari, walau hidup sederhana tapi mereka bahagia mempunyai orangtua yang menyayangi dia juga adiknya Daffa.
" jadi Kaka akan ninggalin Daffa disini sendiri" kegiatan Clowie memasukkan berkas kedalam map coklat terhenti saat adiknya duduk didepannya dengan kepala tertunduk" kaka akan ninggalin Daffa juga sama seperti bapak dan ibu" lanjutnya dengan suara parau
" Daffa" Panggil Clowie sambil memegang kedua pundak adikknya supaya melihat kearahnya " Kaka gak ninggalin Daffa, Kaka gak mungkin bawa Daffa, karna Kaka juga belum tau bagaiman situasi disana nanti, kaka janji setelah Kaka lulus kuliah nanti, dan sudah punya pekerjaan Kaka akan jemput daffa ya" jelas Clowie memberikan pengertian kepada adiknya
" Tapi Daffa akan sendiri disini kak" isaknya
" hei kamu gak sendiri ada paman dan bibi, juga Erik dan kak Rika" jelas Clowie menyebutkan nama sepupu-sepupunya itu , yang hanya beda 1 tahun sama daffa
" tapi mereka selalu musuhin Daffa kak, kak bawa Daffa ikut Kaka aja, tidak apa-apa jika Daffa gak sekolah yang penting Daffa selalu sama kak Clowie" pecah sudah tangis Clowie, dia memeluk adiknya dengan erat, ini juga berat untuknya dia gak tega ninggalin adiknya untuk tinggal sama paman dan bibinya apalagi Clowie tau bagaimana sifat anak-anak bibinya, tidak beda jauh dengan bibinya yang sombong .tapi mau tidak mau Clowie harus melakukan ini demi masa depan mereka berdua
" Daffa lihat Kaka" panggil Clowie supaya adiknya melihatnya " Kaka gak mau Daffa tidak sekolah, Kaka mau Daffa kelak sekolah tinggi, untuk itu Kaka mohon Daffa mau ya tinggal sama paman dan bibi, Kaka janji akan menyelesaikan kuliah Kaka dengan cepat, supaya Kaka bisa segera bawa Daffa ikut, jadi Daffa mau ya tinggal sama paman dan bibi" Bujuk Clowie
" Tapi Kaka janji kan akan segera jemput daffa" Tanya Daffa memastikan
" pasti, makanya Daffa baik- baik ya disini, jangan pernah melawan sama paman dan bibi.gak usah dengerin apapun yang mereka katakan.daffa harus rajin belajar, tiap hari Minggu jangan lupa ibadah juga perkumpulan anak sekolah Minggu ya" Nasihat Clowie
" iya kak, Daffa akan rajin belajar supaya nanti masuk SMP bisa dapat beasiswa, juga akan rajin untuk sekolah Minggu" Jawab Daffa semangat
" oh iya" Clowie mengambil sesuatu dari tas Selempangnya " ini kemarin Kaka udah nukar beberapa uang kecil buat jajan Daffa 1 bulan ini, Daffa simpan baik-baik ya nanti kalau Daffa mau jajan baru ambil, tapi ingat jangan langsung dihabiskan, kalau paman dan bibi nanya atau Erik dan Rika ada dikasih uang gak, Daffa bilang gak ada ya " Clowie tau bagaimana watak anak dari paman dan bibinya, kalau mereka tau Daffa punya uang pasti mereka akan memonopoli, apalagi nanti Clowie tidak ada pasti mereka akan seenaknya
" Baik Kak" Jawab Daffa mengangkukkan kepalanya tanda mengerti
" nanti kalau Daffa kangen sama Kaka, minta tolong sama Bu Tika, Kaka sudah ninggalin no telpon Kaka, kalau Daffa butuh sesuatu buat sekolah bilang sama Bu Tika ya, nanti bu tika akan sampaikan sama Kaka" walau nanti Daffa akan tinggal bersama paman dan bibinya, tapi untuk urusan materi keperluan Daffa Clowie mempercayakan salah satu teman guru sekolah minggunya yang biasa mereka panggil bu tika, perempuan berumur 35 tahun tapi belum menikah salah satu dari sekian banyak manusia yang masih memperlakukan mereka dengan baik bahkan sudah menganggap Daffa dan Clowie seperti adiknya sendiri. sebenarnya bu tika meminta supaya Daffa tinggal sama dia aja,tapi Clowie menolak karna masih menghargai paman dan bibinya tapi untuk urusan materi Clowie gak bisa percaya sama mereka, Clowie tidak mau membuang-buang secara percuma uang orang tuanya .
" yaudah kita siap-siap yuk ziarah ketempat ibu dan bapak" Ajak Clowie
" ayok Kak, bentar Daffa ambil air di ceret dulu"
Clowie dan Daffa berjalan kaki sekitar 5 menit ke tempat peristirahatan terakhir kedua orang tuanya, besok Clowie akan berangkat kemedan..
" Pak, Bu, Clowie dan adek Daffa datang berkunjung, besok Clowie akan berangkat kemedan terus terbang ke Yogyakarta" Clowie dan Daffa duduk sitengah- tengah makan kedua orang tuanya" Pak, Bu Clowie dapat beasiswa kuliah di Yogyakarta, Clowie juga mau minta maaf karna tanah peninggalan bapak, ibu sudah Clowie jual buat keperluan Clowie nanti" Clowie
merangkul adikknya
" Clowie juga mau minta maaf Daffa..." Suara Clowie tercekat tidak sanggup melanjutkan , setelah menetralkan dadanya yang sesak,dan menghapus airmatanya yang jatuh " Daffa sementara akan Clowie titipkan sama paman dan bibi, Clowie gak bisa bawa daffa ikut serta" Daffa ikut menangis melihat kakaknya menangis, bagi Daffa Clowie adalah pengganti ibunya, sejak kecil Daffa selalu sama Clowie, saat bapak dan ibunya pergi ke kebun Clowie yang akan menjaga daffa begitu juga saat ibunya sakit dan meninggalkan mereka Clowie yang merawatnya, makanya mereka berdua sangat dekat itulah kenapa Daffa sangat sedih saat kakaknya tidak serta ikut membawanya, tapi setelah dijelaskan Daffa mengerti kenapa dia tidak ikut.
" Doakan Clowie ya pak, Bu supaya apapun nanti yang akan terjadi kedepannya Clowie bisa menghadapinya" Setelah selesai mencuci muka dengan air yang mereka bawa, mereka berdoa ditempat peristirahatan orang tuanya.setelah selesai , mereka segera meninggalkan tempat tersebut.