Clowie menarik nafas beberapa kali menghapus airmatanya, mengingat kembali bagaimana masalah yang datang silih berganti dalam hidupnya. seolah -olah tidak ada habisnya
saat kedua orangtuanya pergi untuk selamanya saat itu juga pijakan Clowie hilang.pernah suatu hari dia ingin menyerah dengan hidupnya merasa tidak sanggup lagi berada di dunia ini.beruntung keberadaan adeknya Daffa menarik kesadaran Clowie bahwa masih ada yang membutuhkannya.meski sebenarnya dia juga butuh sandaran untuk mencurahkan segela isi hatinya.
Clowie sudah mengikhlaskan kepergian orang tuanya,tapi ada waktu dimana dia tiba-tiba merasa bahwa Tuhan tidak adil dalam hidupnya.memberikan berbagi cobaan hidup, seolah tidak cukup dengan apa yang dirasakannya selama ini.dan sekarang dia hamil dan tidak ada yang mendampinginya .
Clowie merogoh tas kerjanya,mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang yang harus menjelaskan semua ini, walau dalam hati berat tapi dia tidak bisa diperlakukan seperti ini
panggilan ,pertama kedua, ketiga bahkan sampai panggilan kesepuluh tidak ada jawaban sama sekali,apa dia sesibuk itu atau memang sudah gak mau mengangkat telepon ku, aku juga sudah tidak mau kalau bukan karna terpaksa pikir Clowie, Karna tidak ada jawaban Clowie putuskan kembali kekontrakan dengan taksi online yang sudah dipesannya tidak lupa mengirim pesan singkat kepada seseorang
"Tolong angkat, saya butuh penjelasan"
Sampai dikontrakkan segera Clowie membersihkan diri dan mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian rumahan,mengambil air minum untuk menghilangkan dahaganya saat akan membaringkan tubuh lelahnya diatas kasur, urung dia lakukan karna bunyi ponselnya dari dalam tas kerjanya yang tadi diletakkannya sembarangan diatas meja kecil dikamarnya..
Xavier..
nama orang yang tertera dilayar ponselnya. menarik nafas beberapa kali, menetralkan degup jantungnya yang entah kenapa masih berdetak sangat kencang melihat nama sipemanggil, setelah dirasa cukup tenang Clowie menggeser tombol hijau, dan suara datar dari seberang hal pertama yang didengarnya
" Ada apa"
lagi-lagi Clowie belum terbiasa mendengar nada dingin itu, membuat nya meremas kuat ponselnya
" kalau tidak ad---
" Tunggu dulu" sela Clowie Cepat
" katakan"
" kenapa saya dipecat dengan cara seperti ini Bapak Xavier" setelah mengumpulkan keberanian akhirnya Clowie megatakan tujuannya
" Saya tidak mengerti, langsung ke intinya saja"
" tidak usah sok tidak tau, emang siapa lagi yang punya kuasa memecat aku dengan tidak terhormat seperti ini selain kamu" Ujar Clowie dengan emosi, merasa dipermainkan
" saya benar-benar tidak mengerti maksudmu"
" hari ini aku dipecat dari perusahaan mu bapak Xavier yang terhormat,aku tidak tau kesalahanku apa, tapi tiba-tiba sudah ada orang yang menggantikan posisiku, dan aku dapat surat pemecatan ditambah dengan uang pesangon yang tidak seberapa ini.kalau memang perusahaan sudah tidak membutuhkan aku lagi setidaknya pecat aku dengan baik bukan dengan cara rendahan seperti ini" Jawab Clowie menggebu-gebu
" aku--
" Sudahlah aku sudah tidak perduli lagi, tujuan aku menelpon kamu hanya ingin mengetahui kenapa aku dipecat, tapi kelihatannya kamu tidak mau mengatakannya"
"Clowie aku benar-benar tidak tau apa, jadi jangan menuduhku sembarangan"
deg....
bahkan hanya menyebut namanya saja hati Clowie bergetar ishk dasar hati murahan
" sudahlah aku hanya tidak menyangka aku diperlakukan dengan tidak baik seperti ini, kalau memang saya akan dipecat seharusnya ada pemberitahuan dulu, tapi ternyata seperti ini kualitas anda Tuan Xavier" Sinis Clowie " Aku minta uang pesangonku ditambahi lagi, 500 Juta ini kekecilan tuan Xavier "Pinta Clowie
" Berapa"
" 10 Milyar" Jawab Clowie ringan
" kamu gila, jangan coba-coba memeras aku Clowie atau kamu akan tau akibatnya"
" sudahlah kamu gak usah mengancam aku, kurasa uang segitu tidak ada artinya buat kamu"
" kekeke ya uang segitu tidak ada artinya buatku, itu terlalu kecil sama seperti kamu tidak ada artinya, harga dirimu terlalu rendah "
Clowie menggenggam erat ponselnya , satu tangannya yang bebas mengelus perut buncitnya, menahan Isak tangisnya supaya tidak terdengar.Clowie pikir dia sudah biasa saja mendengar kata-kata itu, ternyata rasanya masih sama, menyakitkan
" aku anggap itu pujian, aku harap kamu segera memberikan uangnya, dan aku minta ditransfer saja" setelah mengatakan itu Clowie segera mengakhiri panggilannya, menatap perutnya yang sudah membuncit kita berjuang bersama ya nak bisiknya
Ting....
Clowie segera melihat ponselnya , matanya melotot melihat angka yang berderet dilayar ponselnya tidak menyangka ternyata Xavier benar- benar memberikan uang 10 Milyar. padahal tadi Clowie hanya berkata spontan, entah kenapa hatinya tidak bahagia sama sekali melihat nominal uang yang ada ditabungannya.tapi tidak apa-apa lah, anggap aja Clowie meminta sedikit uang dari ayah anak-anak untuk biaya hidup mereka kedepannya.tangannya bergerak mecari menu kontak mencari nama Xavier menekan kontak nama itu, melihat beberapa saat setelah yakin akhirnya dia menekan menu pilihan hapus.tertera pilihan hapus- tidak dilayar ponselnya menarik nafas panjang menyakinkan hati atas pilihannya.dengan mata tertutup Clowie menekan Hapus.setelah itu dia bergeser ke menu galeri menandai semua foto kebersamaan nya bersama Xavier juga beberapa Video menghapus semua tanpa tersisa.
Semua sudah berakhir
*****
Siang ini setelah selesai Makan siang, Xavier serta tim yang datang dari kantor pusat Jakarta sedang melakukan kunjungan ke salah satu tambang batubara yang dimilikinya yang berada di Kalimantan timur.kegiatan ini selalu dilakukan Xavier setidaknya satu atau dua kali dalam 1 tahun keseluruh tambang batubara yang berada dibawah pimpinan perusahaannya. hal ini dilakukan Xavier supaya semua karyawannya setidaknya tau bagaimana rupa pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
selesai melakukan inspeksi lapangan , melihat secara langsung bagaimana proses penambangan batubara, Xavier serta tim yang dari Jakarta kembali ke penginapan yang sudah disiapkan .
kening Xavier berkerut saat melihat begitu banyak panggilan tidak terjawab dilayar ponselnya, dia baru ingat sejak menginjakkan kaki dilapangan dia sama sekali tidak memegang ponsel.
Jantung Xavier berdegup, saat melihat nama "Clowie Baby" berada pada urutan pertama paling banyak melakukan panggilan, hatinya benci sekaligus senang diwaktu yang bersamaan , tidak bisa dipungkiri hatinya kwatir kira-kira apa yang membuat mantan kekasihnya itu melakukan panggilan begitu banyak, "dia baik-baik saja kan"
"tolong angkat, aku butuh penjelasan" lagi-lagi kening Xavier berkerut , apa ada sesuatu terjadi, tanpa berpikir panjang Xavier segera melakukan panggilan balik, tidak menunggu lama panggilannya segera diangkat.dan terjadilah perbincangan diantara mereka yang dapat Xavier simpulkan bahwa Clowie menuduh dia memecatnya,yang bahkan baru diketahuinya saat itu juga.Xavier bukan orang kolot yang akan mencampur masalah pribadi dengan masalah pekerjaan. dan yang paling membuatnya bingung Clowie meminta uang pesangon yang bisa dibilang tidak kecil bukan Clowie sekali pikirnya.
" Halo pak"
" Dea pesankan saya tiket malam ini"
" bukannya malam ini bapak masih ada agenda makan malam disana"
" Batalkan saja"
" Tap---
" Segera lakukan perintah saya Dea, tidak usah banyak tanya" Pinta Xavier dengan suara agak tinggi
" Baik pak, jam berapa saya pesankan pak "
Xavier tidak langsung menjawab melihat sesaat pergelangan tangannya ,memperhitungkan waktu sampai dikota Balikpapan
" Jam 9 malam " Tanpa mendengarkan balasan dari sekretarisnya, Xavier segera memutuskan sambungan teleponnya.besiap sekilat mungkin dan memberitahukan kepada timnya bahwa dia akan pulang terlebih dahulu kejakarta.dia harus segera mencari tau siapa sebenarnya yang memecat Clowie hanya ada satu nama terbesit otaknya