Setelah menempuh perjalanan cukup panjang tepat pukul 00.45 waktu tengah malam Xavier sampai dikediaman orangtuanya.tidak seperti kebanyakan pengusaha muda lainnya yang memilih tinggal di apartemen supaya memiliki lebih banyak privasi menurut mereka Xavier lebih memilih untuk tinggal bersama mamanya. dia tidak mau mamanya kesepian dirumah apalagi sejak papanya meninggalkan mereka selama-lamanya 5 tahun yang lalu. walau waktunya lebih banyak dihabiskan diluar tapi setidaknya mereka masih tinggal di atap yang sama.apalagi setelah 2 tahun yang lalu adiknya memilih untuk bekerja diluar negeri untuk mengembangkan bakatnya dalam bidak fashion.adiknya seorang desainer
setelah pintu utama dibukakan oleh salah satu Art yang bekerja disana , Xavier segera naik kelantai dua memasuki kamar tidurnya. dia butuh mandi untuk menyegarkan badannya yang sudah sangat kengket.setelah meletakkan kopernya disudut ruangan Xavier segera menuju kamar mandi menaggalkan semua pakaian yang melekat dalam tubuhnya.melakukan ritual mandi secepat mungkin mengingat waktu sudah tengah malam .dia butuh istirahat untuk memulai hari yang panjang besok pagi.
*********
Terdengar suara langkah kaki menuruni satu persatu anak tangga, mengalihkan perhatian wanita paruh baya yang sedang melakukan ritual pagi dimeja makan
" Loh kapan kamu balik Vier" Tanya Melisa heran, pasalnya anaknya ini tidak ada memberitahunya sama sekali
" Tadi malam ma sekitar jam setengah satu, maaf gak kasih kabar sama mama" Jawab Xavier sambil menarik salah satu kursi disisi kanan mamanya
" ouh gitu, kamu mau sarapan apa"
" roti bakar aja mba, sekalian teh hangat"Xavier lebih menyukai sarapan pagi dengan roti daripada nasi dia juga tidak terlalu menyukai kopi hanya diwaktu tertentu saja dia akan minum kopi, waktu lembur misalnya
" Rika kemana ma" Xavier heran tidak melihat eksitensi gadis itu
" ouh dia ijin kemarin mau Ziarah kemakan orangtuanya" Jawab Melisa sambil tersenyum
setelah menghabiskan sarapan pagi miliknya , Xavier membawa teh hangat yang masih tersisa setengah ketaman samping rumah sambil melihat-lihat ikan koi peliharaan mamanya
" Kamu gak ngantor Vier" Tanya Melisa heran, bukannya apa anaknya ini workholic bangat.jadi melihat anaknya masih santai didalam rumah saat jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi membuat dia penasaran
" kerja agak siangan. ma ada yang mau Xavier tanyakan " ujar Xavier sambil melirik mamanya
" kamu mau menanyakan apa? " tanya Melisa
" hmk kita duduk dulu ma" ajak Xavier sambil menunjuk kursi yang disediakan di sana
" kamu mau nanya apa sih" tuntut Melisa, mereka sudah 5 menit duduk tapi Xavier tidak juga mengutarakan niatnya
Xavier mengambil kedua tangan Melisa yang diletakkan diatas meja, menggenggam erat dan menatap lekat kedua mata mamanya. sebelum menanyakan sesuatu hal yang mengganjal dihatinya
" apa mama kemarin memecat salah satu karyawan Xavier" Tanya Xavier hati-hati
" Ouh itu, iya kemarin mama mecat salah satu Manager " Jawab Melisa santai tanpa beban membuat Xavier melotot tak percaya
" Tapi kenapa ma" Desak Xavier sambil melepaskan genggaman tangannya, memijit pelipisnya yang tiba-tiba pusing.
Diperusahaan saat ini walau jabatan tertinggi dipegang Xavier, mamanya juga punya pengaruh besar disana bisa dibilang Melisa adalah pemilik saham kedua terbesar setelah Xavier tentunya
" Apanya yang kenapa, kamu mau mempertahankan karyawan yang gak bermoral seperti itu" Marah Melisa
" gak bermoral seperti apa sih maksud mama, tolong jangan buat Xavier bingung" Xavier masih belum mengerti maksud mamanya
" kemarin ada seseorang memberikan mama video dan beberapa gambar dia yang tak senonoh bersama pria,mama gak mau memperkerjakan karyawan seperti itu, bisa rusak citra perusahaan Xavier"Jelas Melisa
" A--apa ma? " Tubuh Xavier menegang, tangannya terkepal erat mengetahui ada yang melihat video dan foto itu selain dirinya juga Andre. dan itu mamanya sendiri
" Siapa yang memberikan mama Foto dan video itu" tanya Xavier tidak sabar
" seseorang dan mama gak akan ngasih tau kamu siapa"
" tapi ma bukan kah mama keterlaluan, itu urusan pribadinya kita seharusnya tidak mencampuri masalah pribadi karyawan kita, perusahaan gak dirugikan sama sekali " Pungkas Xavier
" gak dirugikan bagaimana, kamu pikir kalau ada klien kita tau soal foto itu mereka gak akan menarik investasinya. perusahaan bisa rugi besar"
" Tapi Clowie salah satu karyawan yang kompeten ma, dia pintar bahkan proyek besar yang ada di Kalimantan tengah dia dan timnya yang mendapatkan" Jelas Xavier
" Kamu kayaknya gak terima bangat ya mama pecat karyawan yang bernama Clowie itu? kenapa apa kamu salah satu pria malamnya" tanya melisa sinis
" Ma Clowie bukan perempuan seperti itu" Marah Xavier , Clowie bukan perempuan seperti yang dituduhkan mamanya. memang selama mereka dekat dan menjalin hubungan Clowie dan Melisa belum pernah bertemu.bukan Xavier tidak mau tapi setiap kal dia mengajak Clowie untuk bertemu mamanya, Clowie selalu menolak dengan berdalih takut tidak diterima dan belum siap.padahal Xavier sudah menjelaskan bahwa mamanya bukan wanita seperti itu yang memandang kasta
" Kamu bentak mama Xavier" marah Melisa
" a--aku ,aku maafkan Xavier ma, Xavier gak sengaja " Xavier tergagap, gak menyangka akan melontarkan nada tinggi ke mamanya, " aku cuma bingung yang menangani proyek itu dari awal adalah Clowie dan timnya, dan sekarang dia udah mama pecat" kilahnya
" kamu gak usah mikirin itu, mama sudah cari penggantinya dan pastinya tidak kalah pintar dari perempuan itu. yasudah mama mau keluar dulu"
Xavier menangkupkan kedua tangannya ke mukanya, menengadakan kepala keatas mencoba menjernihkan pikirannya.berpikir siapa yang sudah memberikan vide dan foto itu untuk dilihat mamanya.tiba-tiba matanya melotot mengingat kemarin Clowie meminta uang 10 Milyar.apa semua ini sudah direncanakan clowie , bisa saja dia menyuruh seseorang untuk memberikan foto itu , sehingga mama memecatnya dengan begitu dia bisa memeras aku pikirnya setelah menghubungkan beberapa kejadian yang dialaminya
" b******k" umpat Xavier memukul meja mengakibatkan tehnya tumpah, dia kesal merasa sudah dipermainkan oleh Clowie
" hmk sekali murahan tetap murahan" Sinisnya dalam hati dengan tersenyum miring
*******
" Gila kamu Rik ,kamu beneran menjalankan rencana kau waktu itu" Tanya Selly heran
" hm iya dong dan kamu lihat hasilnya tidak satu pun rencana aku yang gagal. Xavier meninggalkannya, si melisa tua itu memecatnya dan mencap Clowie dengan perempuan murahan" Tuturnya bangga
" ya ampun kamu tega bangat, tapi aku suka haha " dua perempuan yang sedang berada didalam kamar hotel tertawa bersama
" lagian sudah semenjak kuliah aku sudah tidak suka sama Clowie, perempuan sok alim , sok pintar "
" Tapi emang Clowie pintar kan, dia aja bisa kuliah karna beasiswa " Ujar Selly polos tanpa bisa membaca situasi
" jadi kamu sekarang belain dia sel"
" ehk ehk bukan, bukan gitu tapi emang itu kenyataan kan, gak usah marah deh" jawab Selly santai" ehk ini kamu alasan apa sama tuan rumahmu bisa liburan ke Bali" lanjut Selly
" Heh jangan sembarangan ya aku tinggal disana bukan kerja " marah Rika dia gak pernah terima kalau ada yang bilang di bekerja dikediaman Xavier, dia selalu membantah hal itu
" oke. okeh sorry, jadi kamu alasan apa nih"
" Aku bilang aja mau Ziarah kemakam ibu sama bapak urusan selesai dan mengalirlah pundi-pundi di Atmku. kamu tau sendiri kan Melisa tua itu muda sekali dibohongi" jelasnya
" parah, parah kamu bisa-bisanya buat orangtua kamu yang sudah tiada sebagai alasan" heran Selly sambil geleng-geleng kepala tidak habis pikir dengan sahabat nya itu
" ya gak apa-apalah hitung- hitung ganti hidup Aku yang susah selama mereka hidup, dan lumayan kan mereka tiada ternyata malah sangat menguntungkan buat aku" Selly hanya geleng-geleng kepala mendengar penjelasan rika, dia hanya diam tidak mau ikut campur.baginya bodoh amatlah yang penting bisa liburan gratis nginap dihotel mewah
*****
.