Sudah 3 hari berlalu sejak insiden pemecatan Clowie berujung meminta uang 10 Milyar dari Xavier.besoknya Clowie segera mengurus buku tabungan berniat memindahkan sebagian uangnya kebuju tabungan yang baru.pagi ini Clowie bangun pagi sekitar pukul 05.30 pagi kebiasaan saat bekerja selalu bangun pagi ternyata masih kebawa sampai sekarang, ya maklumlah kagian dia tidak bekerja baru 3 hari
pagi ini entah kenapa Clowie ingin makan bubur ayam yang biasa lewat depan rumahnya.tidak biasanya pasalnya sudah 4 tahun lebih dia tinggal dikontrakkan ini Clowie baru sekali mencicipi bubur ayam itu, mengingat dia tidak menyukai makanan yang berstektur lembut itu.
Selesai sarapan Clowie langsung membersihkan kontrakan kecilnya dengan pelan-pelan.istirahat sebentar sambil memulihkan tenaga bagaimanapun sekarang dia lagi berbadan tiga bergerak sedikit saja langsung capeh. segera membersihkan badannya yang akhir-akhir ini mudah sekali keringatan. setelah dirasa sudah seger Clowie mengambil ponsel yang diletakkan didalam kamar duduk dikursi yang ada didepan televis.menimbang beberapa kali apakah dia perlu menceritakannya.Clowie mengusap mukanya beberapa kali, tidak siap melihat seseorang disana kecewa terhadapnya.
"halo kak, apa kabar?" sapa seseorang diseberang sana, tidak lain adalah Daffa adiknya Clowie
" halo dek kabar Kaka baik, kamu gimana baik kan?" Jawab Clowie tersenyum
" Puji Tuhan baik kak"
" hmkk daf" Panggil Clowie ragu
" iya kenapa kak," Tanya Daffa
" Kaka masih disana kan" tidak ada jawaban , Daffa melihat layar ponselnya siapa tau terputus,ternyata panggilan masih tersambung
" iya Kaka masih disini, emm kamu bisa datang ke Jakarta gak dek besok" pinta Clowie
" emang ada apa sih kak, mendadak gini emang gak bisa dibicarain di telepon? nanggung soalnya 1 Minggu lagi aku ambil SKHUN, " jelas Daffa
" Gak bisa dek makanya Kaka suruh kamu kesini ini urgent Bangat, gimana kamu bisa gak? kalau bisa biar Kaka carikan tiketnya" tanya Clowie
" yaudah deh mumpung ini masih pagi, aku juga lagi ada dimedan mending Kaka carikan aku tiket nanti siang " saran Daffa
" kamu lagi dimedan dek? kok kamu gak bilang-bilang sama Kaka" tanya Clowie heran
" iya kak teman ngajakin , tadi rencana hari ini mau kasih tau eh udah duluan Kaka yang nelpon" jawab Daffa sambil tertawa kecil
" ouh, yaudah deh kamu siap-siap aja Kaka carikan tiket sekitaran jam 1 atau Jam 2 ya" Jawab Clowie setelah melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 siang
" yaudah kak, nanti tiketnya langsung kirimkan aja ke hp aku ya,aku mau siap-siap dulu "
" yaudah nanti kamu naik taksi aja ya dari bandara, Kaka gak bisa jemput. ini sekalian Kaka transfer kan uang ntar kamu ambil sebelum terbang" setelah mendapatkan sahutan dari seberang Clowie mematikan sambungan teleponnya, menarik nafas beberapa kali mencoba menyakini diri sendiri bahwa tindakannya kali ini sudah benar.bagaimanapun Daffa satu-satunya keluarga yang dimilikinya sekarang. dan mereka berdua sudah berjanji apapun yang terjadi, mereka akan selalu terbuka dan tidak boleh ada yang di tutup-tutupin
Setelah memesan tiket dari salah satu aplikasi dan mentransfer sejumlah uang kerekening adeknya. Clowie menguap beberapa kali sudah 1 Minggu terakhir dia selalu mengantuk dijam-jam seperti ini.setelah memastikan pintu rumah terkunci rapat Clowie beranjak kedalam kamar mengistirahatkan badannya sejenak
*********
tok...tok .tok..
tok .tok..tok.
" Kak Owie" mengingat Kakanya selalu marah kalau ada yang mengetuk pintu tapi tidak ada suara dan Clowie tidak akan pernah buka pintu jika tidak ada suara. Daffa langsung memanggil nama kakanya itu
" iya sebentar" Daffa yang ingin memanggil sekali lagi mengurungkan niatnya saat mendengar sahutan dari dalam
cklek....
" Kamu udah sampai Daf, maaf ya Kaka habis dari kamar mandi" Sapa Clowie ramah dengan senyuman merasa bahagia akhirnya adiknya sampai juga. melihat Daffa yang tidak membalas ucapannya membuat Clowie heran.akhirnya setelah berpikir Clowie tersenyum pahit, yah Daffa pasti bingung melihat penampilannya .tidak mau mengundang perhatian orang-orang Clowie segera menarik tangan adeknya masuk kedalam dan segera mengunci pintunya.
" ayo du--
" Kak" Panggil Daffa lemah pandangannya tidak lepas dari perut Clowie sejak pertama kali pintu rumah dibuka
" hemk " Jawab Clowie pelan suaranya tercekat bingung mau jawab apa
" Ba..bagaimana bisa kak" Tanyanya lemah
Clowie yang mendengar itu, tau maksud adeknya.dia segera berlutut dikaki daffa memegang kedua kaki adeknya dengan erat sambil menangis pilu
" Daffa maafkan Kaka udah ngecewain kamu, Kaka gak bisa jaga diri seperti janji Kaka dulu" Clowie menjawab dengan suara tersendat-sendat, menangis menumpahkan segala sesak hatinya yang sudah ditahannya beberapa bulan ini
" Daffa ,jawab Kaka Daffa jangan diam aja" Panggil Clowie sambil mendongak keatas, masih setia memeluk kedua kaki adeknya
Daffa yang mengetahui fakta kondisi Kakanya nya saat ini hanya bisa diam tubuhnya seolah mati rasa pikirannya kosong, dadanya sesak ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa.air matanya jatuh tanpa bisa dicegah tidak menyangka takdir yang diterima oleh kakaknya seperti ini.
Clowie nama kakak kesayangannya, ibu pengganti baginya pelindungnya dulu saat dia sering digangguin sepupunya merelakan badannya dicubit bibinya.kenapa.? kenapa Tuhan? Daffa tidak bisa menerima semua ini kakaknya sudah banyak menderita semenjak kecil, menjadi tulang punggung keluarga diusianya yang masih muda. tapi kenapa masih aja ada cobaan hidup.Clowie satu nama yang ada daftar teratas yang akan selalu Daffa bahagiakan
" Daffa.." Daffa tersadar setelah mendengarkan panggilan dari kakaknya , menjatuhkan tubuhnya didepan Clowie. mendekap erat tubuh Kakaknya mencoba menenangkan Kakaknya yang menagis pilu.dia juga menagis dari dulu jika sang Kakak menangis entah karena apa Daffa juga akan ikut menagis seolah mengerti akan apa yang dialami kakaknya.dalam hati dia berkata maafkan Daffa pak, Daffa gagal menjaga kak Clowie. daffa menghapus air matanya tidak mau membuat kakaknya makin sedih kalau tau dia juga ikut menangis.jadi yang bisa dilakukannya hanya mendekap erat tubuh Clowie memberi ketenangan .Daffa tau saat ini kakaknya hanya butuh pelukan, karna dia yakin Clowie orang yang kuat
" Ini minum dulu kak" Clowie menerima air putih yang diberikan Daffa. setelah hampir setengah jam menangis Daffa memapah Clowie supaya duduk dikursi tidak baik lama-lama duduk dilantai
" makasih dek"
" mau cerita"
Clowie tidak langsung menjawab, dia memindai penampilan adeknya yang sudah terlihat dewasa.terakhir mereka bertemu 1 Tahun yang lalu,bahkan saat ini tingginya hanya sebatas leher adeknya.dan Clowie yakin adeknya pasti masih bertambah tinggi lagi.dia juga baru menyadari adeknya sudah sangat dewasa menyikapi suatu masalah, menyadari itu air matanya Lolos begitu saja ternyata adek kecilnya dulu sudah sebesar ini
" loh kok nangis lagi" kawatir Daffa
" nggak apa-apa Kakak cuma gak nyangka aja adek Kakak sudah dewasa, bahkan sekarang Kakak lebih pendek " Tutur Clowie tersenyum
" iya dong ,makanya sekarang gantian Daffa yang jaga kak owie" Kak owie panggilan kesayangan untuk kakak nya" Jadi " Lanjutnya
Clowie menarik nafas beberapa kali bersiap menceritakan apa yang sudah dialaminya dan mengalirlah cerita Clowie....
" b******k" umpat Daffa dia marah setelah mendengar cerita kakaknya, Daffa memang belum pernah bertemu langsung dengan Xavier karna setiap kali Daffa kejakarta Xavier selalu sibuk.tapi bukan berarti Daffa tidak mengenal siapa itu Xavier
" maafin Kaka ya Daff baru bisa cerita , kakak gak mau kamu kepikiran dan tidak konsen sama ujian nasional mu" ujar Clowie merasa bersalah
"udah gak usah dipikirkan kak, omong-omong sudah berapa bulan ? tanya Daffa
" 3 Bulan jalan 1 Minggu" jawab Clowie pelan
" 3 bulan? Tapi kok tidak seperti 3 bulan Kak " Heran Daffa
" iya mereka Twins" Jawab Clowie sambil tersenyum, perasaannya menghangat hanya karna mengatakan anaknya kembar
" apa " Kaget Daffa " beneran Kak ada dua? Clowie mengangguk " wahhhh, Terus apa rencana Kakak selanjutnya? Tanya Daffa
" Kaka " Clowie menggigit bibirnya takut Daffa tidak setuju dengan idenya , menatap lekat kedua mata adeknya" Kaka berencana akan pindah ke kalim----
" tidak..tidak dengan Kalimantan kak" potong Daffa tidak setuju, baginya itu terlalu jauh
" hei dengerin Kaka dulu makanya"
" baiklah Daffa dengerin"
" Kaka udah lihat-lihat peluang bisnis kayak tokoh grosir kebutuhan pokok gitu, dan itu lumayan menjanjikan karna disana terletak perusahaan tambang batu bara yang besar, dan waktu kerja juga kaka udah pernah beberapa kali kesana jadi sudah tau sedikit kondisi disana" Jelas Clowie
" tapi itu terlalu jauh kak, pokoknya Daffa tidak setuju" Tolak Daffa, tentu dia tau lokasi yang dimaksud kakaknya.karna Clowie selalu memberitahukan kunjungan sitenya kepada sang adek, dan Daffa akan selalu mencari tau dimana lokasi nya.untuk tiba disana kita harus melakukan perjalanan udara dari Jakarta ke Balikpapan selama 2 jam, terus dilanjut dengan naik kapal Ferry kurang lebih 1 jam kalau membawa mobil pribadi atau motor. kalau mau lebih cepat bisa naik speed boat hanya 15 menit tapi kurang aman karna tidak pakai pelampung.atau bisa juga naik kelotok sekitar kurang lebih 30 menit dan sama saja tidak aman.dilanjut dengan perjalanan darat lebih dari 4 jam .membayangkannya saja sudah buat Daffa pusing....