sudah 15 menit berlalu belum ada titik terang kemana Clowie harus pindah
" kak aku gak bisa biarin Kakak disana sendirian,kalau Kakak masih nekad mau kesana Daffa juga akan ikut tinggal bareng Kakak"
" kamu gak bisa ikut Kakak daf, bagaimana dengan kuliah kamu" marah Clowie
" Biarin aja Daffa gak kuliah yang penting Daffa bisa jagain Kakak" kekeh Daffa
" jangan macam-macam kamu Daffa bagaimanapun kamu harus kuliah. terus kalau bukan kekalimantan Kaka harus kemana Daffa" Clowie memijit kepalanya pusing
" Hmmm gimana kalau ke Yogyakarta aja " Saran Daffa
" kamu gila gak ingat Kakak kuliah disana? sudah pasti bakal ada yang kenalin Kakak" heran Clowie bisa-bisanya adeknya memberikan ide untuk tinggal di Yogyakarta lagi
" Kak Kota Yogyakarta itu luas, aku gak bilang Kakak harus tinggal di tempat Kakak yang dulu itu"
Clowie tidak menjawab, mencoba memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.kalau masih nekad pindah kekalimantan adeknya itu pasti serius akan ikut dan dia gak mau itu terjadi.tapi kalau ke Yogyakarta apa mungkin?
" tapi kamu bakalan kuliah di UI seperti impian kamu kan" Tanya Clowie setelah diam beberapa saat
" tergantung..... sustt" Daffa meletakkan jari telunjuknya didepan bibir mengisyaratkan Clowie untuk diam
" Aku tetap kuliah di UI kalau beasiswa ku gol, tapi kalau nggak aku kuliah di UGM aja supaya aku bisa jagain Kakak" Final Daffa
" kamu tenang aja daffa Kakak udah nabung buat kuliah kamu jadi semisal kamu gak lulus beasiswa di UI kamu tetap bisa kuliah disana " Clowie berharap adeknya itu tetap mau melanjutkan cita-citanya untuk kuliah di UI
" impian Daffa memang kuliah disana tapi dengan catatan dapat beasiswa kak, kalau nggak ya cari kampus yang lain aja.lagian aku kemarin ikut seleksi di beberapa universitas kok" dari dulu Daffa memang bercita-cita ingin kuliah di UI tapi dengan catatan harus dapat beasiswa karna dia gak mau merepotkan kakaknya lagi terlalu banyak. walau Daffa yakin Kakaknya tidak akan keberatan mengeluarkan dana buat kuliahnya.tapi dia gak mau egois kakaknya juga harus mikirin dirinya sendiri
" Kaka punya uang kok dek, buat biaya kuliah kamu di UI" Clowie ngotot
" kak udah deh, sekarang gini aja aku kuliah di UI dengan catatan kalau lolos beasiswa.tapi kalau enggak aku kuliah di UGM dan Kakak pindah ke Yogyakarta. hanya itu pilihan atau tidak sama sekali" pungkas Daffa
" Daffa kamu tau kan tujuan Kaka pindah kekalimantan supaya tidak bertemu lagi dengannya" pinta Clowie dengan memelas
" Kakak sembunyi dilubang semut pun kalau memang sudah takdir kalian bertemu pasti bertemu, sebaliknya kakak pindah kesamping rumahnya sekalipun tapi kalau Tuhan gak mengijinkan untuk bertemu. kalian gak akan bertemu jadi tidak usah mikirnya terlalu jauh. lagian perjalanan dari sini ke Kalimantan sana tidak baik dengan kondisi kandungan Kakak yang sekarang terlalu beresiko. jadi gimana? " Clowie melongo mendengar penuturan panjang adiknya,merasa takjub dengan pemikiran adeknya ini
" Yaudah deh Kakak akan pindah ke Yogyakarta" setelah berpikir beberapa saat akhirnya Clowie setuju buat pindah ke Yogyakarta
" Bagus Daffa akan cari tau dulu kota mana yang bagus buat tempat tinggal Kakak nanti Tapi...? Gantung Daffa
" Tapi apa daf"
" uang kakak cukup gak nyewa rumah di perumahan" tanya Daffa
" kenapa harus diperumahan Daf" Bingung Clowie dia gak masalah harus tinggal dimana, yang penting nyaman dan aman
" melihat kondisi Kakak yang sekarang pasti banyak yang akan mencibir tanpa tau yang sebenarnya, kalau Kakak tinggal di perumahan lebih aman. setidaknya orang-orang yang tinggal diperumahan itu rata-rata cuek dan jarang berinteraksi dengan tetangga, ditambah perumahan juga pasti pengamanan bagus" Lagi-lagi Clowie takjub dengan pemikiran adiknya dia aja gak kepikiran sampai kesana
" loh kok malah bengong " heran Daffa
" hehehe ,Kakak hanya kagum pemikiran kamu sampai sejauh itu, Kakak aja gak mikirin sampai sana " cengir Clowie
" ya iyalah seharunya yang cocok sebagai Kakak itu aku, bukan Kakak" sindir Daffa dengan nada mengejek
" sialan lu nyesel Kakak udah muji"Sungut Clowie
" kak dilarang berbicara kasar , nanti jadi contoh yang gak baik buat baby twins ku" Clowie yang menyadari itu hanya memalingkan pandangannya
" jadi gimana tabungannya cukup gak" tanya Daffa sekali lagi
" lebih dari cukup daf, kalau perlu gak usah ngontrak kamu cari perumahan yang siap huni kakak akan bayar cash, dan pastikan perumahannya aman ,nyaman"
" Kaka yakin, perumahan mahal loh kak" sangsi daffa
" 10 Milyar cukup" Jawab Clowie santai
" kak..Kaka gak korupsi kan terus dipecat " Daffa menutup mulutnya dengan tangan terkejut mendengar angka yang disebutkan kakaknya
" Sembarangan kamu kalau Kakak korupsi sekarang ini gak akan disini, tapi dipenjara" marah Clowie enak aja dia dituduh korupsi
" ta..tapi itu uang dari mana coba"
" kamu masih belum lupa kan papanya Twins siapa " Tanya Clowie dengan nada jengah
" jadi Kaka memeras sibre---" belum selesai Daffa ngomong mulutnya sudah ditampar Clowie
" aww sakit sakit kak" aduh Daffa sambil memegang bibirnya yang baru ditampar Clowie
" makanya jangan sembarangan ngomong , pokonya aku gak meras dia aku hanya minta sedikit dari uangnya buat biaya anak-anakku "
" oke..oke maaf deh" dia gak akan menang kalau kakaknya sudah ngoceh
" pokoknya soal uang kamu gak usah kawatirin, dan kalau bisa pindahan nya secepatnya daf.kakak udah gak nyaman tinggal disini cepat atau lambat para tetangga pasti curiga ,ini aja semenjak tidak kerja kakak udah gak pernah keluar kecuali kemarin urus buku tabungan"
" yaudah kakak tenang aja, besok aku akan langsung ke Yogyakarta aku janji besok rumahnya akan dapat supaya Kakak bisa pindah secepatnya "
" kamu berani sendiri " Ragu Clowie
" kak" Teriak Daffa cukup keras sampai Clowie menutup telinganya" Kaka meragukan ku" matanya melotot kearah Clowie
" ish santai aja kali gak usah melotot matanya" sewot Clowie sambil menampar kedua mata adeknya
" ya ampun ini namanya KDPA" Drama Daffa sambil mengelus matanya
" apan tuh KDPA" Heran Clowie
" kekerasan dalam per-Adekan " jelas Daffa, sontak mereka berdua tertawa bersama-sama ,menertawakan kekonyolan Daffa
Clowie memandang penuh sayang Daffa dia bersyukur dalam kondisinya yang seperti ini ,adeknya itu tidak pernah menjudge nya, tidak pernah menyalahkan.adiknya itu persis seperti mending bapak tidak pernah menyalahkan orang lain jika melakukan kesalahan. pasti ada alasan dibalik itu, dan Clowie bersyukur saat ini memiliki adik yang sayang samanya bisa bertukar pikiran. kalau dipikir-pikir lagi ternyata waktu cepat berlalu masih jelas diingatan Clowie bagaimana tangis adiknya itu dulu saat dia akan melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta tidak mau ditinggal sendiri.sekarang mengaku akan menjaganya.