Pembunuh—itulah yang disematkan dalam surat tanpa nama yang ditujukan kepada Julian. Tidak hanya satu, dua kali, tapi beberapa kali ia terima surat yang sama yang masuk ke lacinya. Julian tahu itu adalah surat yang sama. Maka dari itu, ia langsung membuangnya begitu saja.
Dan sekarang kejadian itu terulang lagi. Si pembuat surat itu datang dengan ancaman yang sama, menerornya sebagai pembunuh atas kematian sahabatnya sendiri—Doni.
Ia terpaksa menutupi semua pada teman-temannya dan bersikap seperti biasa di hadapan teman-temannya.
***
Misa menatap dirinya di depan cermin. Penampilannya kini jauh berbeda dengan yang dulu. Senyuman yang selalu ia tunjukkan selama ini semakin hari semakin pudar. Rambut panjang menjuntai yang dulu sangat ia banggakan kini dipangkas habis menjadi pendek d