Akhir-akhir ini, Julian kembali mendapat teror dari telepon yang terus mengancamnya. Sebelumnya ia mendapat surat berantai yang dikirim padanya yang berkaitan dengan sahabatnya Doni. Sekarang orang yang menerornya kembali beraksi dengan mengancam teman-temannya. Julian tak bisa tinggal diam saja melihat orang-orang di sekelilingnya ikut terlibat.
“Siapa lo, kenapa lo gangguin Queen?”
Seringai senyum dari balik telepon akhirnya bersuara.
“Julian, apa lo nggak ingat gue? Apa lo nggak ingat sahabat yang udah lo bunuh itu?”
Julian geram. “Urusan Doni itu urusan gue, jangan libatkan teman-teman gue.”
Suara tawa menggema di balik telepon.
“Apa lo takut?”
“Berhenti sekarang juga atau gue bisa laporin ini ke polisi.”
“Polisi? Hahahaha, apa lo takut sampai melibatkan polisi segala. Pen