“Tunangan?” Angel kaget di sela-sela mereka makan malam bersama, kakek Willy membicarakan tentang pertunangannya.
“Sudah waktunya kamu mempersiapkan diri menjadi penerus perusahaan Mika. Kakek sudah terlalu tua untuk mengelola bisnis ini. Kamu satu-satunya cucu penerus keluarga William.”
Angel membeku meletakkan sendok garpunya. “Kenapa harus tunangan, Mika masih sekolah Kek, sebentar lagi Mika juga akan melanjutkan kuliah.”
“Ini hanya tunangan Mika, tidak akan mengganggu kamu sekolah.”
“Tapi kek—“ Angel menghela nafas panjang tak setuju dengan permintaan kakeknya kali ini.
“Kakek juga sudah mempersiapkan calon tunangan kamu, kakek yakin dia bisa jagain kamu.”
“Calon tunangan?” Angel semakin kaget. Apa kakeknya berencana untuk menjodohkan dengan seseorang yang tak ia kenal.
“Ca