Angel duduk sendirian di salah satu taman yang ada ayunannya. Sambil sesekali kakinya terayun memainkan ayunan seorang diri. Tak ada banyak orang di sekitar taman itu, hanya beberapa orang sekedar lewat dari kejauhan. Ia merasa kesepian di sana, merindukan seseorang.
Ray, untuk kesekian kalinya Angel merindukan laki-laki itu. Sudah hampir satu bulan lebih Ray meninggalkannya. Ingin sekali ia menelpon Ray, mengetahui bagaimana kabarnya, keadaannya sekarang.
“Ray!” tanpa sadar ia mengucapkan namanya.
Dari kejauhan, muncul Leon yang baru turun dari motornya. Langsung saja Leon berjalan mendekatinya diam-diam untuk memberi kejutan dari belakang.
“Putri manis kenapa duduk sendirian?” Leon merubah suaranya sedikit berat.
Angel kaget mendengar suara dari belakang, saat ia berbalik ia