Sabelle membuka buku toko pada halaman yang berbeda dari catatan kebutuhan Shalter. Keduanya kini disimpan terpisah, supaya uang yang diterima untuk anak tidak berubah menjadi angka kabur di antara pembelian bunga. Ia memeriksa pesanan yang telah dibayar, kebutuhan bahan, serta waktu pengambilan, lalu menutup halaman ketika bel pintu berbunyi.
Nyonya Hawkins berdiri membawa tas kecil dan senyum yang biasa. Ia menanyakan bunga yang dapat diletakkan di ruang tamu, lalu memperhatikan Sabelle memeriksa beberapa pilihan. Pada hari-hari tertentu perempuan tua itu berbicara lebih banyak daripada membeli. Sabelle tetap menyambut, tetapi kali ini memberitahukan ada pesanan yang perlu diselesaikan sebelum ia dapat duduk berbincang.
'Kalau begitu aku memilih sambil menunggu,' kata Nyonya Hawkins.
Sabelle mengucapkan terima kasih. Ia pernah merasa harus menerima setiap perhatian pelanggan sebagai alasan menunda semua kebutuhan sendiri. Sekarang ia dapat menyukai percakapan dan tetap menjelaskan waktu yang tersedia. Pelanggan tersebut tampak baik-baik saja mendengarnya, memilih beberapa tangkai lalu meminta dibungkus sederhana.
Ketika pesanan yang menunggu diambil, Sabelle memeriksa kartu bersama pembeli dan memastikan tidak ada bagian tertinggal. Setelah pelanggan keluar dengan rangkaian di tangan, ia kembali kepada Nyonya Hawkins. Perempuan itu tertawa kecil, mengatakan ia terlihat seperti seseorang yang mulai percaya toko ini memang mempunyai cara kerja yang dapat dijelaskan kepada orang lain.
'Aku sudah lama di sini,' jawab Sabelle.
'Lama melakukan sesuatu tidak selalu membuat kita berani mengatakan waktunya cukup.'
Sabelle tersenyum sambil merapikan bungkus. Ia tidak perlu menceritakan pengaturan biaya dengan Peter untuk membuktikan sesuatu. Pekerjaan yang dilihat di depan meja sudah merupakan bagian hidup yang cukup nyata. Ketika Nyonya Hawkins menanyakan kabar Shalter, ia bercerita mengenai mobil karton yang rodanya akhirnya dapat bergerak.
Pelanggan itu mengangguk senang dan meminta kabar bila anak tersebut bersedia memperlihatkan. Sabelle mengatakan akan menanyakan, tidak langsung menjanjikan gambar atau kunjungan. Setelah pembayaran selesai, ia mengantar sampai pintu dan menerima ucapan semoga hari baik tanpa merasa harus menunjukkan senyum yang lebih besar daripada yang dimiliki.
Siang harinya, Emily datang bersama Shalter melalui jadwal yang telah disepakati. Anak itu membawa mobil karton dalam tas agar tidak penyok. Hari ini ia ingin kembali berlatih bersama Damien dan menunjukkan bagian yang sudah dikerjakan dengan Grandpa. Sabelle memeriksa waktu sebelum menyetujui, memastikan ada orang dewasa yang jelas menjemput serta mengantar.
Damien tiba setelah memberi kabar perjalanannya. Ia menyapa Emily, lalu berjongkok melihat benda yang dengan bangga dikeluarkan Shalter. Pita kuning pada bagian atas membuatnya tersenyum. Ketika anak itu mendorong sedikit dan roda bergerak, Damien bersiul pendek seolah baru melihat kendaraan baru yang sangat mahal.
'Ini bisa sampai ke taman?' godanya.
'Kalau ditaruh di tas,' jawab Shalter cepat.
Sabelle tertawa, begitu pula Emily. Damien mengangkat tangan mengakui jawaban tersebut mengalahkannya. Shalter tampak lebih ringan sesudah beberapa pekan penuh pertanyaan yang sulit. Ia masih belum selalu ingin bercerita tentang Peter, tetapi hari itu mempunyai sesuatu yang dibuat sendiri untuk diperlihatkan.
Sebelum berangkat, Damien bertanya apakah ingin bola dibawa seperti biasa atau latihan dibuat lebih singkat. Shalter memilih biasa, lalu menanyakan apakah boleh berhenti untuk minum kapan pun merasa perlu. Lelaki itu mengatakan tentu dan memastikan ia memberitahukan, bukan menghilang diam-diam dari tempat bermain. Mereka sudah mengenal kebiasaan satu sama lain, tetapi tetap menyebut hal yang perlu jelas.
Sabelle mempunyai satu pengambilan terakhir sebelum dapat menutup toko. Ia mengatakan ingin menyusul bila urusan selesai sesuai waktu, tanpa menjanjikan kepada Shalter pasti ada sejak awal. Anak itu mengangguk dan tidak tampak harus menghitung apakah ibunya lebih menyayangi pekerjaan. Ia mengetahui siapa yang menemaninya dan kapan akan kembali.
Emily menawarkan tinggal sebentar sampai pelanggan mengambil pesanan. Sabelle menerima bantuan untuk menyambut bila diperlukan, sementara keputusan mengenai rangkaian tetap ditanganinya. Mereka bekerja berdampingan, menyelesaikan satu urusan yang tersisa, lalu memastikan tidak ada orang yang dijanjikan datang setelah waktu tutup.
Ketika akhirnya sampai di taman, Sabelle melihat Shalter berlari mengambil bola yang memantul terlalu jauh. Damien menunggunya kembali pada bagian yang mereka gunakan. Tidak ada pertandingan atau hadiah kali ini. Anak itu hanya mencoba memasukkan bola, tertawa ketika gagal, lalu meminta diajari gerakan yang pernah hampir berhasil.
Sabelle duduk pada tempat yang dapat dilihat. Shalter melambaikan tangan tanpa menghentikan seluruh permainan. Ia merasa senang dapat hadir sebagai penonton, tidak harus mengisi semua ruang atau memastikan setiap menit wajah putranya tetap bahagia. Sesekali anak itu tampak kesal pada bola, lalu mencoba lagi setelah minum.
Sesudah latihan, Damien duduk dengan jarak yang nyaman dan menerima botol miliknya. Ia menanyakan apakah urusan toko berjalan baik. Sabelle mengangguk, menceritakan Nyonya Hawkins serta pita yang sekarang tampak berada pada mobil karton. Mereka tertawa mengenai betapa serius semua orang menonton roda berputar sedikit di atas meja.
'Aku senang melihatmu di sini,' kata Damien.
Sabelle menoleh dan mendapati tatapannya lebih lembut daripada candaan tadi. Ia membalas bahwa ia juga senang dapat datang. Tidak ada janji di balik jawaban tersebut, tetapi ia tidak perlu menyingkirkan rasa hangat hanya karena keadaan hidupnya belum selesai diurus. Ia dapat mengenali perasaan dan tetap menjaga pilihan tindakannya.
Shalter mendekat, meminta mereka melihat satu lemparan terakhir. Damien menanyakan apakah benar terakhir sebelum waktu pulang yang sudah disebut. Anak itu mengiyakan. Ia melakukannya, gagal, lalu tertawa dan mengambil bola tanpa meminta diberi kesempatan sampai berhasil. Sabelle berdiri sambil membawa tas, berterima kasih kepada Damien untuk waktu yang benar-benar telah diberikan.
Malamnya ia menerima konfirmasi mengenai pengaturan berikutnya dengan Peter dan memeriksa kalender sebelum menjawab. Masih ada hal yang perlu dibicarakan, termasuk bagian biaya masa lalu yang belum tuntas. Namun hari itu tidak seluruhnya ditentukan oleh kebutuhan lelaki tersebut. Ada pelanggan, pekerjaan, ibu yang menemani, teman yang bermain, dan anak yang pulang membawa mobil karton. Sabelle menyimpan telepon setelah menjawab, lalu membantu Shalter menemukan tempat agar hasil buatannya tidak terinjak ketika mereka bangun esok.