Pada Minggu pagi, dalam pertemuan berikutnya yang telah disepakati, Shalter membawa mobil karton. Peter menunggu seperti sebelumnya, dengan waktu yang sudah diperiksa lebih dahulu. Sabelle memastikan putranya masih ingin datang sebelum berangkat. Anak itu mengangguk, lebih banyak memikirkan bagaimana benda dalam tas tidak tertekan daripada menanyakan apakah ayahnya akan ada.
Mereka memilih bagian taman yang tidak seramai tempat Peter biasa bertemu penonton. Sabelle mengetahui wajah penyanyi itu dapat dikenali di ruang publik, sehingga tidak ada janji bahwa semua orang pasti tidak akan melihat. Yang disepakati adalah tidak mengundang orang mengambil gambar keluarga dan segera membicarakan bila Shalter merasa tidak nyaman.
Mobil karton diletakkan pada permukaan datar dekat bangku. Peter melihat pita kuning dan roda yang kini dapat bergerak, lalu mendengarkan bagaimana Grandpa membantu memperbaiki. Shalter mendorongnya pelan dan tertawa ketika satu sisi mengarah sedikit miring. Ia masih menyimpan bangga yang tampak lebih besar daripada keberhasilan benda tersebut.
'Ini sudah sampai sini,' katanya sambil menunjuk jarak yang pendek.
'Kamu masih mau membuatnya lebih lurus?'
'Nanti. Sekarang bisa jalan dulu.'
Peter tersenyum. Ia tidak memberi nasihat panjang mengenai usaha atau memakai kesempatan untuk menjanjikan mobil mainan pengganti. Ia menanyakan apakah boleh mencoba mendorong, menerima izin, lalu berhenti setelah anak itu meminta gilirannya kembali. Sabelle duduk di dekat, melihat mereka berbagi benda yang dibuat bersama orang lain tanpa harus mengubah siapa pembuatnya.
Seorang pengunjung mengenali Peter ketika melewati jalur taman. Ia menyapa dengan kegembiraan yang sulit ditahan, lalu menanyakan kemungkinan foto. Peter berdiri secukupnya dan mengatakan sedang menjalani waktu pribadi bersama orang yang tidak menjadi bagian pekerjaan. Ia berterima kasih karena dikenali, tetapi tidak memberikan izin memotret mereka.
Orang itu tampak kecewa, kemudian mengatakan baik dan melanjutkan langkah. Shalter memandang ayahnya sebelum memindahkan mobil karton lebih dekat ke tas. Sabelle bertanya apakah ingin berhenti. Anak itu mengatakan masih ingin duduk, hanya tidak ingin dipanggil orang yang tidak dikenal.
'Kita tidak akan mengajak mereka duduk bersama,' kata Peter. 'Kalau kamu ingin pergi, kita bisa pergi.'
Mereka melanjutkan sebentar sesuai yang dipilih Shalter. Ada beberapa kepala yang menoleh, tetapi tidak terbentuk kerumunan seperti yang dahulu dilihat Damien dekat penjual makanan. Peter tidak meminta putranya melambaikan tangan atau bersikap ramah demi membuat penonton tetap senang. Ia belajar membiarkan orang kecewa pada sesuatu yang memang tidak tersedia.
Pertemuan berakhir pada waktunya. Sabelle mengurus tas dan memastikan mobil karton tidak tertinggal. Peter berpamitan kepada anak, kemudian menunggu sampai mereka menuju kendaraan tanpa memperpanjang pembicaraan pasangan di samping pintu. Hari itu tampak dapat berakhir sebagai satu kegiatan keluarga yang tidak perlu disampaikan ke semua orang.
Foto muncul pada sore yang sama. Mula-mula seorang kenalan mengirim kepada Peter, menanyakan apakah ia sudah melihat. Gambar diambil dari jarak yang tidak diketahui ketika mereka masih berada dekat bangku. Wajahnya cukup jelas, begitu pula sebagian wajah perempuan dan anak yang berada di samping. Keterangan unggahan dipenuhi pertanyaan mengenai siapa yang dibawa penyanyi tersebut.
Peter menatap layar dengan marah yang segera berubah menjadi cemas. Ia tidak tahu apakah pengunjung yang tadi menyapa adalah pengambil gambar. Ada banyak orang dapat lewat, dan ia tidak mempunyai dasar menuduh satu nama hanya karena percakapan mereka sempat tidak menyenangkan.
Ia menghubungi penghubung kerja yang sekarang bertugas, meminta agar gambar anak serta keterangan yang dapat mengenali keluarga tidak dijadikan bahan promosi. Mereka perlu menanggapi melalui jalur yang tersedia dan mencari tahu cakupan penyebaran. Peter juga menghubungi Sabelle secara langsung, tidak menunggu sampai keputusan agensi selesai sementara perempuan itu mungkin membaca dari orang lain.
'Ada foto pertemuan kita yang diunggah,' katanya ketika panggilan diterima. 'Aku baru melihat dan sedang mengurus tanggapannya. Aku ingin kamu tahu dariku.'
Sabelle berada di dapur ketika mendengar. Ia memandang ke arah Shalter yang masih menata karton pada meja. Rasa takut datang begitu cepat sampai ia harus meletakkan benda di tangan sebelum menjawab. Ia meminta Peter mengirim hanya bahan yang perlu dilihat orang dewasa, tidak meneruskannya kepada anak atau keluarga luas tanpa pembicaraan.
'Wajahnya terlihat?' tanyanya.
'Sebagian. Aku sudah meminta supaya tidak disebarkan lebih jauh lewat pihak kerja dan sedang mengupayakan tanggapan kepada pengunggah.'
'Jangan janji kamu bisa membuat semuanya hilang.'
Peter berhenti sebelum mengatakan akan membereskan apa pun. Ia menjawab tidak dapat mengendalikan setiap salinan, tetapi akan memberi tahu langkah yang benar-benar dilakukan. Ia juga tidak akan mengeluarkan cerita mengenai hubungan mereka tanpa membicarakan dengan Sabelle, kecuali kebutuhan yang memang harus dijelaskan melalui cara yang bertanggung jawab.
Sesudah panggilan selesai, Sabelle duduk beberapa menit. Ia ingin menyalahkan taman, dirinya yang menyetujui, Peter yang mempunyai terlalu banyak penonton. Lalu Shalter datang menanyakan apakah perlu menyimpan mobil dari meja makan. Sabelle menjawab ya dan membantu memilih tempat. Ia tidak ingin foto dari orang asing membuat anak menganggap pagi yang sempat menyenangkan sebagai kesalahan yang dilakukannya.
Ia menghubungi Emily serta Frank untuk memberi tahu secukupnya dan meminta tidak meneruskan gambar pada orang lain. Tidak ada permintaan mendatangi pengunjung atau mencari pemilik akun sendiri. Keluarga perlu membantu Shalter, bukan membangun perburuan yang akan membuat lebih banyak orang penasaran pada dirinya.
Menjelang malam, unggahan mulai dibicarakan melalui beberapa salinan. Ada yang mengira kerabat, ada yang menyebut pertemuan dengan penggemar, dan ada yang membuat dugaan lebih jauh. Nama Shalter belum diumumkan pihak keluarga. Namun Sabelle mengetahui sebuah wajah dapat cukup untuk mengundang pertanyaan dari orang yang mengenal anaknya sehari-hari.
Ia menutup layar setelah mencatat kebutuhan yang perlu dibicarakan esok dengan sekolah. Peter mengirim pembaruan singkat bahwa permintaan pembatasan gambar serta tanggapan awal sudah disampaikan melalui pihak terkait, tanpa mengaku semuanya telah lenyap. Sabelle membaca, lalu meletakkan telepon di luar jangkauan percakapan anak. Hari itu batas yang mereka pilih tidak dihormati seorang pengunggah. Besok ia tetap harus memastikan Shalter mengetahui dirinya bukan penyebab keributan yang dibuat orang dewasa.