Sabelle berbicara dengan Shalter sebelum mereka berangkat Senin pagi. Ia tidak menunjukkan seluruh komentar yang sudah membuat dirinya sulit tidur. Ia hanya menjelaskan ada orang mengambil foto ketika mereka bertemu Peter, lalu membagikannya tanpa meminta persetujuan keluarga. Karena itu, mungkin ada orang yang bertanya mengenai gambar tersebut.
Shalter memegang sendok yang belum dipakai. Ia memandang mobil karton di tempat penyimpanan, kemudian kembali menatap ibunya. 'Karena aku menunjukkan mobil?'
'Bukan. Kamu tidak salah membawa atau memperlihatkannya.'
'Kalau aku tidak ikut, tidak ada fotonya.'
Sabelle duduk di kursi sebelah. Ia mengatakan ingin bertemu ayah bukan perbuatan yang harus disesali. Orang yang mengambil dan membagikan gambar membuat pilihan sendiri. Shalter tidak harus belajar menyalahkan keberadaannya agar orang dewasa merasa lebih mudah mengurus keadaan.
Ia menjelaskan jawaban yang dapat dipakai bila tidak ingin bercerita. Anak itu boleh mengatakan tidak mau membahas, meminta guru membantu, dan mencari orang dewasa yang telah disepakati. Ia tidak diberi tugas membantah setiap dugaan atau menjelaskan keadaan pernikahan orang tuanya kepada teman sekelas.
'Aku harus bilang bukan Daddy?' tanyanya.
'Tidak perlu berbohong. Kamu juga tidak harus memberikan cerita hanya karena seseorang bertanya.'
Sabelle mengucapkan kalimat itu dengan mengingat masa ketika Peter selalu sulit diajak keluar. Selama ini kebahagiaan anak terlalu sering harus menyesuaikan gambaran yang dipilih orang dewasa. Ia tidak ingin mengulang dengan membuat Shalter merasa ayahnya boleh ada hanya selama tidak seorang pun mengetahui.
Sebelum berangkat, ia menghubungi sekolah melalui kontak yang telah dipakai pada pertemuan sebelumnya. Ia menjelaskan adanya foto yang beredar, meminta kebutuhan anak diperhatikan, dan memberikan informasi secukupnya mengenai hubungan keluarga secara pribadi. Ia juga menegaskan tidak ada persetujuan memberikan keterangan kepada media atau menyebarkan identitas kepada orang yang bertanya di luar kebutuhan sekolah.
Guru menerima pembaruan dan mengatakan akan mengatur perhatian yang diperlukan. Mereka tidak menjanjikan dapat mengendalikan semua telepon orang tua, tetapi dapat menentukan bagaimana staf menangani pertanyaan serta membantu Shalter dalam kegiatan. Sabelle menyimpan penjelasan itu dan memberi tahu putranya siapa yang dapat dicari begitu tiba.
Di dekat gerbang, seorang anak menunjuk gambar pada telepon orang tuanya, kemudian melihat ke arah Shalter. Sabelle tidak mendengar semua kata. Ia menahan diri untuk tidak menghampiri sambil menuduh, tetapi segera menanyakan apakah putranya ingin ditemani sampai orang yang menunggu. Anak itu mengangguk dan menggenggam tangannya lebih erat.
Guru sudah berada pada tempat yang disepakati. Shalter menyapa pelan dan melepaskan tangan ibunya setelah mengetahui dapat meminta bantuan. Sabelle mengingatkan waktu penjemputan serta siapa yang datang. Ia tidak meninggalkan anak dengan kalimat harus kuat agar Mommy tidak terlambat bekerja.
Pada kegiatan kelas, pertanyaan tetap muncul. Seorang teman mengatakan melihat orang yang mirip Shalter bersama Peter. Anak itu membalas tidak ingin membicarakan foto. Ketika pertanyaan diulang, ia menggunakan kalimat pendek yang disepakati bersama guru. Ia diberi ruang tanpa harus berdiri menjelaskan di depan semua orang.
Tidak seluruh hari menjadi buruk. Ada tugas yang dapat diselesaikan, percakapan mengenai makanan, serta permainan yang tetap diikuti. Seorang teman meminjamkan penghapus tanpa menanyakan foto dan mengajaknya membandingkan jawaban. Shalter sempat tertawa ketika mereka sama-sama lupa menulis nama pada halaman. Beberapa menit itu terasa seperti sekolah yang dikenalnya sebelum pagi tadi, dan ia dapat kembali memikirkan hal lain selain siapa yang melihat keluarganya. Namun Shalter lebih cepat lelah dan beberapa kali memandang pintu. Guru menyampaikan pembaruan sesuai kebutuhan, sehingga Sabelle tidak harus menebak dari rumah atau memeriksa putranya setiap beberapa menit.
Peter menerima kabar mengenai perhatian di sekolah melalui Sabelle pada waktu yang dapat dibicarakan orang dewasa. Ia hampir mengatakan akan datang untuk menjelaskan. Perempuan itu meminta ia berhenti sebelum tawaran tersebut berubah menjadi keputusan. Kehadiran penyanyi terkenal di gerbang justru dapat membuat sesuatu yang sudah cukup sulit menjadi pusat perhatian baru.
'Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah membantu menahan penyebaran dari pihak pekerjaanmu,' kata Sabelle. 'Dan jangan menyangkal hubungan lalu membuat Shalter merasa harus ikut menyangkal.'
'Aku tidak akan meminta dia melakukan itu.'
'Pastikan jawaban yang keluar dari timmu juga begitu.'
Peter mengiyakan. Ia meneruskan kebutuhan tersebut kepada penghubung yang bertugas dan meminta tidak ada pernyataan tentang seorang penggemar yang kebetulan mengajak anak hanya demi membuat dugaan cepat berhenti. Ia mengetahui hubungan yang sebenarnya. Pekerjaan menata tanggapan tidak boleh dimulai dengan kebohongan baru atas nama orang yang masih delapan tahun.
Sore hari, Sabelle datang sesuai waktu penjemputan. Shalter membawa tas pada satu bahu dan tampak lega ketika melihat mobil ibunya. Ia tidak langsung menangis. Ia meminta pulang lebih dahulu sebelum singgah ke toko, lalu mengatakan ada hari ketika ia tidak ingin menjadi anak penyanyi.
'Kamu tetap Shalter,' jawab Sabelle. 'Kamu tidak harus memilih semua hal yang menjadi pekerjaan Daddy.'
Di rumah, mereka duduk dengan makanan ringan dan membicarakan bagian yang ingin diceritakan. Shalter mengatakan ia sudah meminta bantuan ketika tidak suka ditanya. Sabelle berterima kasih telah memberitahukan kebutuhan, lalu memastikan ia tidak menganggap keberhasilan meminta jeda sebagai kewajiban selalu sanggup menghadapi komentar sendiri.
Setelah beristirahat, anak itu menanyakan apakah boleh tetap bermain basket dengan Mien minggu ini. Sabelle memeriksa jadwal dan mengatakan akan mengonfirmasi melalui cara biasa. Keinginan tersebut membuatnya merasa lega: ada bagian hidup yang masih ingin dijalani, di luar gambar yang berputar pada layar orang lain.
Malamnya Peter mengirim pesan yang dapat dibacakan kepada Shalter bila anak itu ingin. Isinya pendek, mengakui keributan bukan salah putranya dan ia tidak akan meminta dirinya berpura-pura tidak mempunyai ayah. Sabelle menanyakan sebelum membacakan. Shalter mengiyakan, mendengar sampai selesai, lalu berkata belum ingin menelepon malam itu. Jawaban tersebut diterima tanpa penawaran baru. Hari yang melelahkan dapat ditutup dengan istirahat, bukan kewajiban memberi kelegaan kepada orang dewasa yang sedang merasa bersalah.