Pada Selasa pagi, Peter menerima rancangan waktu untuk berbicara kepada media. Ada ruangan yang dapat digunakan dua hari lagi dan pengaturan agar sesi tidak berubah menjadi orang saling mengejar di jalan. Ia membaca kebutuhan dasar, kemudian memastikan tidak ada kursi yang disiapkan atas nama Sabelle atau Shalter.
'Aku yang akan bicara,' katanya. 'Jangan menunggu mereka datang supaya penjelasanku terlihat lebih kuat.'
Penghubung mengangguk dan menandai bagian tersebut. Tim masih perlu menyiapkan cara menerima pertanyaan, batas waktu, serta jalur menyampaikan keterangan sesudah sesi. Peter tidak ingin mengadakan pertemuan yang berakhir hanya dengan beberapa kalimat lalu meninggalkan ruang dipenuhi dugaan baru karena ia takut menjawab.
Tuan Porter ikut pada bagian pembahasan kerja melalui panggilan. Ia menanyakan apa yang akan diakui dan bagaimana hal itu berkaitan dengan materi lama. Peter mengatakan keluarga memang ada selama citra tanpa pasangan terus dipakai. Ia akan menyebut keputusan menyembunyikan serta meninggalkan tanpa menjadikan orang lain satu-satunya alasan.
'Ada pihak yang akan meminta penjelasan mengenai apa yang mereka terima dulu,' kata Porter.
'Aku akan menghadapi kebutuhan pekerjaan melalui jalurnya. Tapi aku tidak akan menawarkan penyangkalan keluarga supaya kita mendapat jawaban yang lebih mudah.'
Tidak ada janji semua kontrak tetap berjalan atau penonton pasti menerima. Bagian yang menyangkut kewajiban usaha akan ditelaah berdasarkan kesepakatan yang ada. Peter mendengar sampai selesai dan meminta salinan kebutuhan yang harus dikerjakan. Ia tidak menutup pembicaraan dengan mengatakan karier tidak penting lagi, karena bernyanyi tetap menjadi sesuatu yang ingin dijalani dengan lebih bertanggung jawab.
Setelah panggilan berakhir, ia mulai membaca rancangan pernyataan. Kalimat pertama terdengar seperti sesuatu yang biasa disampaikan setelah konser, rapi dan terlalu jauh dari orang yang menunggu di rumah. Peter menghentikan, mengambil pena, lalu mencoret bagian mengenai banyaknya tekanan yang diterima sebelum ada satu kalimat tentang apa yang dilakukannya.
'Aku tidak ingin membuka dengan betapa sulit hidupku,' katanya.
Penghubung menanyakan bagaimana ia ingin mulai. Peter mengatakan perlu menyebut fakta dengan sederhana, kemudian tanggung jawabnya. Ia masih mempunyai istri dan putra. Pernikahan tidak muncul setelah foto ramai dibicarakan. Keberangkatan ke New York juga tidak pernah menghapus kenyataan bahwa ada keluarga yang ditinggal tanpa pembicaraan semestinya.
Mereka meninjau keterangan waktu agar tidak memberikan kisah baru yang salah. Sabelle telah mendukung pekerjaan sejak masa awal, tetapi Peter tidak ingin mengarang kapan tepat semua keberhasilan datang hanya untuk membuat ceritanya lebih menyentuh. Yang diketahui jelas ialah saat pergi mengurus peluang rekaman, ia sudah berkeluarga dan telah membuat janji kepada anak.
Pada bagian mengenai Anne, Peter berhenti lebih lama. Ada tindakan yang sudah diakui melalui penelaahan dan hal yang perlu dikoreksi dari cerita publik. Namun membacakan semua perlakuan terhadap Sabelle tanpa persetujuannya akan kembali menjadikan perempuan itu bahan yang dipakai dirinya untuk memperoleh penjelasan.
'Aku dapat mengatakan ia bukan penggemar asing yang memaksa bertemu,' ujarnya. 'Untuk rincian yang dialaminya, aku tidak akan membuka sesuatu yang bukan pilihannya.'
Penghubung menyusun batas tersebut dan mencatat pertanyaan yang mungkin datang. Ada yang menyangkut siapa perempuan dalam foto, apakah hubungan masih ada, mengapa anak tidak diperlihatkan, dan apakah selama ini publik dibohongi. Mereka juga menyiapkan kemungkinan orang meminta bukti pernikahan atau gambar keluarga. Peter mengatakan ia akan menjawab melalui fakta yang dapat dinyatakan tanpa mengeluarkan dokumen pribadi di depan kamera.
Saat latihan singkat dimulai, seseorang membacakan pertanyaan paling sulit dengan nada datar: mengapa baru bicara setelah video beredar. Peter memandang kertas, lalu menjawab terlalu cepat bahwa ia ingin melindungi keluarga. Kalimat itu membuatnya berhenti sendiri.
'Bukan itu seluruhnya,' katanya sesudah diam.
Ia mengakui keinginan melindungi sekarang tidak boleh dipakai menggambarkan semua tahun sebelumnya. Dahulu ia juga melindungi kenyamanan sendiri, citra yang disukai pekerjaan, serta kesempatan untuk tidak menghadapi kemarahan Sabelle. Ia akan mengatakannya tanpa menuntut penonton menganggap keberanian bicara sekarang cukup untuk memperbaiki semua.
Latihan berikutnya tidak lebih mudah. Suaranya beberapa kali tersendat ketika membicarakan putra. Ia meminta jeda, minum, lalu kembali menyusun. Ia membaca satu bagian tanpa melihat kertas, lalu meminta orang di depannya mengulangi pertanyaan. Kali ini ia tidak berpura-pura sudah dapat menjawab semua dengan lancar. Orang yang dapat bernyanyi di depan kerumunan ternyata tetap dapat kesulitan mengucapkan satu keputusan buruk tanpa menaruh alasan di depannya.
Sore hari, bagian yang melibatkan informasi keluarga dikirim kepada Sabelle sesuai pengaturan. Tidak ada batas waktu yang menuntut ia menerima seluruh isi karena ruangan sudah dipesan. Peter mengatakan mereka dapat memperbaiki bagian yang belum disetujui dan tidak akan memakai nama anak, gambar, sekolah, ataupun cerita kesehatan dalam penjelasan.
Sabelle menerima saat berada bersama Emily setelah pelayanan toko selesai. Ia membaca tanpa diminta memberi pendapat mengenai penampilan Peter. Yang perlu diputuskan ialah informasi tentang dirinya serta Shalter dan apa yang akan dikatakan bila pertanyaan bergerak melewati batas tersebut. Ia menandai beberapa bagian untuk dibicarakan esok, lalu mengatakan belum memberikan persetujuan atas nama yang akan disebut.
Peter menerima balasan tanpa menanyakan apakah ia tetap dapat menonton sesi secara langsung. Ia tidak menginginkan Sabelle berada dalam ruangan hanya agar dapat melihat wajah yang mungkin menyemangati. Jika ia harus menanggung akibat kebenaran, tanggung jawab itu tidak memerlukan perempuan yang disakiti duduk di kursi depan memberi tanda semuanya baik.
Malamnya ia menyimpan rancangan yang masih perlu diperbaiki. Jadwal Kamis belum diumumkan bersama rincian keluarga yang belum selesai dibicarakan. Ada kebutuhan kerja yang dapat berjalan sambil menunggu, dan ia menyerahkannya kepada orang yang memang bertugas. Sebelum tidur, Peter membuka kalender kontak anak yang sudah disepakati dan memastikan tidak ada bagian terlewat karena dirinya terlalu sibuk menyiapkan pembelaan. Mikrofon dua hari lagi dapat membuat banyak orang mendengar. Shalter tetap memerlukan ayah yang menjawab pada waktu yang dijanjikan setelah ruangan kembali sepi.