Kamis datang tanpa kehadiran Sabelle di ruang yang disiapkan untuk Peter. Kursi di belakang meja hanya satu. Tidak ada bunga dari toko istrinya, foto keluarga di layar, atau tempat kosong yang sengaja diperlihatkan agar orang bertanya mengapa seorang perempuan tidak mendukung suaminya. Peter telah meminta semuanya diperiksa sebelum pintu dibuka. Kali ini ia harus menghadapi akibat sebuah pengakuan tanpa meminjam wajah keluarganya.
Di ruang tunggu, penghubung mengabarkan bahwa sesi akan dimulai sesuai waktu. Peter menyimpan telepon setelah memastikan tidak ada perubahan yang perlu disampaikan kepada Sabelle. Ia tidak mengirim permintaan terakhir agar perempuan itu menonton. Pesan semalam sudah jelas: kabar penting diteruskan melalui orang yang disepakati. Persetujuan menyebut nama bukan undangan untuk menuntut kehadiran.
Peter mendengar langkah serta suara kursi dari balik pintu. Dahulu suara seperti itu menandakan kesempatan menyanyikan lagu baru, mendapat perhatian, atau menjawab pertanyaan yang telah dipilih supaya menguntungkan pekerjaan. Sekarang tidak ada lagu yang dapat menutupi kalimat pembuka. Ia memandang kertas sekali lagi, lalu berdiri ketika dipanggil.
Kilatan kamera membuatnya menahan langkah sesaat. Ia berjalan ke kursi, mengucapkan salam, dan menunggu suara di ruangan mereda. Penghubung menjelaskan bahwa ada pernyataan awal sebelum pertanyaan, serta tidak akan ada pemberian identitas anak. Beberapa orang masih mengangkat telepon. Peter dapat melihat dirinya pada layar kecil yang mengarah ke meja, tampak tenang dengan tangan yang sebenarnya dingin.
'Saya perlu memperbaiki sesuatu yang selama ini saya biarkan dipercaya orang,' katanya. 'Saya mempunyai istri. Nama depannya Sabelle. Kami juga mempunyai seorang putra.'
Suara di barisan depan berubah. Ada yang langsung menulis, ada yang mengangkat kepala dari alat rekam. Peter berhenti cukup lama agar kalimat itu tidak tenggelam, kemudian melanjutkan sebelum pertanyaan mengambil alih. Ia mengatakan keluarga tersebut sudah ada sebelum keberangkatannya ke New York. Gambaran dirinya sebagai lelaki tanpa istri dan anak tidak sesuai kenyataan, dan ia ikut mempertahankannya.
'Saya meninggalkan mereka sekitar tiga tahun lalu. Itu keputusan saya. Saya memilih pergi dan kemudian terus menghindari komunikasi yang seharusnya saya lakukan.'
Ia merasakan dorongan untuk menjelaskan tekanan, ketakutan, serta semua hal yang dapat membuat orang memahami dirinya. Sebagian memang pernah terjadi. Namun kalimat tentang orang lain terlalu mudah berubah menjadi tempat bersembunyi. Ia mengatakan pekerjaan dan pengaturan komunikasi perlu dibahas secara terpisah, tetapi tidak satu pun menghapus kesempatan yang dimilikinya untuk mencari keluarganya sendiri selama tahun-tahun berikutnya.
Seseorang di sisi kanan mulai mengajukan pertanyaan. Penghubung mengangkat tangan, meminta waktu hingga pernyataan selesai. Peter menelan ludah. Bagian berikutnya menyangkut perempuan yang pernah menunggu di lobi sementara dirinya berada di gedung yang sama. Ia telah berjanji tidak menjadikan rincian pengalaman Sabelle sebagai bahan pertunjukan. Ia harus meluruskan cerita tanpa membuka semua luka itu.
'Sabelle bukan orang asing yang berusaha mendapatkan tempat dalam kehidupan saya melalui perhatian penggemar. Dia istri saya. Usahanya meminta berbicara dengan saya mempunyai alasan yang nyata. Saya seharusnya menemui dan mendengarkannya.'
Tidak ada penyebutan toko, alamat, ataupun siapa yang pernah menjaga anak ketika ibunya pergi mencarinya. Ia tidak membacakan pesan lama untuk membuktikan kesungguhan Sabelle. Orang dapat menerima atau mempertanyakan pengakuannya, tetapi ia tidak akan menjawab dengan menyerahkan arsip pribadi perempuan itu satu halaman demi satu halaman.
Peter menerangkan bahwa foto serta video yang beredar memperlihatkan sebagian pertemuan dengan anaknya. Pertemuan tersebut tidak memberikan izin kepada siapa pun untuk mengumumkan identitas anak atau mengganggu kegiatannya. Ia meminta agar gambar anak tidak diteruskan, dan agar pertanyaan mengenai tindakannya diarahkan kepadanya. Permintaan itu bukan janji bahwa semua salinan akan hilang setelah sesi selesai.
'Putra saya tidak mempunyai kewajiban menjelaskan keputusan orang dewasa. Dia juga tidak perlu menunjukkan kasih sayangnya di depan kamera agar hubungan kami dianggap benar.'
Kalimat tersebut membuatnya teringat tangan kecil yang pernah menunjukkan gambar mobil, lalu membawa kertas itu pulang. Ia tidak menceritakan gambar tersebut. Kenangan itu dapat tetap menjadi milik anaknya, meskipun kini Peter sedang berbicara kepada banyak orang tentang kesalahan yang menyentuh hidup mereka berdua.
Ia mengalihkan pandangan dari kertas dan mengatakan bahwa Sabelle tidak hadir atas pilihannya sendiri. Tidak ada pernyataan dari perempuan itu yang akan diputar sebagai pengesahan. Menyebut status pernikahan juga tidak berarti ia boleh mengumumkan hubungan mereka telah pulih. Mereka sedang menjalani pembicaraan pribadi, dan keputusan Sabelle mengenai hidupnya tidak dapat diambil alih oleh Peter maupun pendapat penonton.
'Saya tidak meminta siapa pun membujuk dia menerima saya kembali. Saya meminta agar saya diberi tanggung jawab atas ucapan dan tindakan saya sendiri.'
Di rumah Emily, telepon diletakkan dengan layar menghadap ke bawah setelah pemberitahuan awal masuk. Sabelle tidak sedang duduk menunggu jumlah orang yang menyukai pengakuan itu. Ia telah berangkat menjalankan urusannya dan memastikan Shalter mempunyai bekal. Emily mencatat waktu pesan diterima, lalu meneruskan hanya kabar bahwa sesi telah dimulai sesuai rencana. Tidak ada deretan komentar yang ikut dikirim.
Di ruang pers, Peter menutup bagian pernyataannya dengan permintaan maaf yang tidak menyebut pengampunan sebagai akibat yang pantas diterimanya. Ia meminta maaf kepada Sabelle dan putranya karena meninggalkan mereka, serta kepada orang yang telah menerima gambaran keliru tentang dirinya. Ia tahu menyatukan semua itu dalam beberapa menit jauh lebih mudah daripada hadir secara teratur setelah kamera dipadamkan.
Penghubung mengambil mikrofon dan membuka sesi pertanyaan. Tangan terangkat hampir bersamaan. Peter merapatkan telapak pada meja, kemudian melepaskannya lagi. Ia tidak dapat memilih hanya pertanyaan yang membuat pengakuannya terlihat berani. Untuk pertama kalinya di ruangan itu, bagian yang telah dipersiapkan selesai, sementara akibatnya baru mulai mendatanginya.
Seorang wartawan di baris depan menerima giliran pertama. Peter menggeser kertasnya ke samping supaya tidak terus mencari perlindungan pada kalimat tertulis. Ia mendengarkan sampai pertanyaan selesai, termasuk bagian tentang tiga tahun ketika tidak ada kamera yang mencegahnya menelepon anaknya sendiri.