Nyonya Gerld terperangah. Dia sama sekali tidak menyangka jika pada saat ini keadaan asrama Hugvindor justru baik baik saja seperti tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Padahal sejak tadi Nyonya Gerld dan Nott benar benar melihat kalau asrama nomor satu Acavalati itu hancur lebur tanpa tersisa, efek perkelahian dari Freya dan Aldric. Tapi aneh nya, pada saat ini justru asrama itu terlihat tanpa masalah. Maka wajar saja jika Nott dan Gerld saling berpandangan dengan fikiran yang berkecamuk dalam otak masing masing.
Keduanya yakin tidak sedang halusinasi. Semua benar-benar nyata. Tapi entahlah pada saat ini keadaan justru berubah sangat jauh.
Hugvindor masih berdiri kokoh dan seharusnya tidak seperti ini keadaannya.
"Tidak terjadi apa apa Nott, apa mungkin semua ini hanya kerjaan Aldric. Kamu tahu kan sebagaimana dia itu iseng? Suka melakukan hal yang tidak tidak. Ya... pasti semua ini hanya kerjaan Aldric. Dia hanya ingin membuat kita kelabakan!"
Nyonya Gerld tahu bagaimana Aldric sangat pandai dalam memanipulasi pemikiran orang lain. Seperti saat pertama kali Pangeran dari Bath itu datang. Dia bersikap seolah ada raksasa yang siap memangsa setiap penyihir. Padahal semua itu hanya permainan sihir Aldric saja.
Jelas saja Nyonya Gerld begitu kesal. Dari awal kedatangan, Aldric memang pandai membuat masalah.
"Jika memang seperti itu, Pangeran Aldric sudah sangat keterlaluan Nyonya. Dia membuat kita semua seperti tidak ada artinya!"
Nott merasa harga dirinya diinjak-injak dengan permainan dari Aldric yang dia rasa sangat menghina sekali. Bagaimana bisa Aldric menipu para tertinggi Acavalati.
Menurut Nott, tindakan menghilang kemampuan Aldric saat diluar jam pelajaran sangat tepat sekali. Jangan sampai nanti Aldric makin mempergunakan sihirnya dengan sesuka hati. Karena jika sampai hal itu terjadi. Maka kekacauan yang jauh lebih besar pasti akan terjadi.
"Yah... kamu benar. Aku harus segera mengambil tindakan tegas. Tidak bisa aku membiarkan Aldric semakin sombong!"
Nyonya Gerld juga sudah sangat geram dengan kelakuan Aldric. Anak itu tidak pernah mau mendengar kan nasehat orang lain. Hingga mau tidak mau Gerld harus darah tinggi setiap menghadapi nya.
Kali ini Gerld akan mengambil tindakan tegas agar Aldric tidak makin menjadi, dan satu satunya cara adalah dengan menghapus kekuatan miliknya.
"Gerld... tolong aku Gerld... Gerld!" samar samar Gerld mendengar ada seseorang yang terus saja memanggil manggil namanya.
Agaknya itu bukan hanya di dengar oleh Gerld. Karena pada saat ini Nott juga sedang mencari cari dari mana asal suara itu.
Keadaan sedang lenggang. Tidak ada satupun mahluk hidup yang lewat. Termasuk juga dengung nyamuk. Namun anehnya seperti ada seseorang yang pada saat ini sedang memanggil nama Gerld. Jelas Gerld terus mencari sumber suara.
"Nott... kenapa seperti ada yang memanggil manggil namaku? Kau juga mendengar nya kan?"
Nyonya Gerld masih juga tidak mau menghentikan mencari orang yang memanggil dirinya. Dia yakin jika pada saat ini telinganya belum terkena gangguan. Namun tetap saja dia tidak menemukan siapa si pemanggil.
"Aku juga mendengar nya, Nyonya. Aku rasa itu tidak jauh dari tempat kita pada saat ini. Tapi kenapa sejak tadi aku tidak melihat wujud apapun ya?"
Nott terus mengendus seperti seekor anjing pelacak. Guna menemukan orang yang memanggil Gerld. Namun indra penciumannya tidak menemukan apapun. Nihil.
"Disini Nott... tepat dibelakang mu. Aku ada dibelakang kalian."
Suara itu kembali beraksi. Memanggil dan terus meminta tolong. Hingga mau tidak mau. Nott menolehkan kepala tapi tetap tidak menemukan siapapun juga.
"Tidak ada siapa siapa di belakang kita Nyonya. Aku rasa ada yang ingin bermain main dengan kita. Dan suara itu. Bukanya sangat mirip dengan suara Pangeran Aldric?"
Nott tidak ingin berburuk sangka. Tapi suara itu sangat jelas terdengar seperti suara milik Aldric. Salahkah jika dia berfikir yang tidak tidak?
Sudah banyak sekali kejahilan yang di lakukan oleh Aldric. Jadi tidak salah jika Nott waspada.
"Iya kamu benar Nott, ini adalah suara Aldric. Astaga anak itu. Apalagi yang hendak dia perbuat? Apa tidak cukup membuat darah tinggi ku naik?"
Kelakuan Aldric makin lama makin menjadi. Dia seakan tidak puas menjahili semua orang.
Setelah puas membuat Gerld serta Nott lari pontang panting hanya karena ingin memisahkan pertengkaran antara Aldric dan Freya yang dikira bertengkar dan membuat Acavalati hancur lebur. Kini Aldric menggoda Gerld dan Nott. Dengan cara terus memanggil tanpa menampakkan wajah.
"Cukup pangeran Aldric. Hentikan segala kegilaan yang kamu lakukan. Kami sudah tidak bisa mentolerir lagi. Tunjukan dirimu sekarang juga atau aku akan membuat Asrama Hugvindor ini kembali menjadi netral seperti saat di hutan terlarang tadi. Silahkan pilih. Apa yang menurut mu terbaik!"
Gerld tidak sedang main main. Wanita itu terus berteriak untuk memperingati Aldric. Dia tidak akan takut. Sekali pun pada saat ini Aldric akan kembali menghukum dirinya sebagai berbagai sihir yang tidak akan pernah dia bayangkan sebelum nya.
"Iya, benar. Tunjukan dirimu sekarang juga Pangeran Aldric. Jangan sampai kesabaran Nyonya Gerld habis dan membuat kita semua dalam masalah yang besar. Cepat, perlihatkan wujudmu sekarang juga!"
Nott ikut mengancam, dengan meneriakkan suara suara sumbang yang dia harap dapat membuat Aldric takut. Meski hanya sedikit saja. Bukan seperti saat ini. Yang justru Aldric seperti nya sedang main main.
"Aku ada di depan kalian. Tepat di depan kalian. Hallo... ini aku!"
Aldric berteriak sekencang mungkin. Dia mencoba untuk memberitahu keberadaan dirinya.
Dia ada tepat di depan Nott dan Nyonya Gerld. Sayang dia tidak bisa bergerak dan hanya bisa bersuara. Karena itu sejak tadi dia terus bersuara untuk memberi kode pada Nyonya Gerld. Tapi kedua orang itu tetap tidak melihat. Hingga membuat Aldric hampir putus asa. Entah harus dengan cara apalagi dia memberi tahu pada Nyonya Gerld, jika pada saat ini dia ada di depannya dengan tepat.
"Jangan main main Aldric. Meski kamu adalah pangeran dari Bath jika kamu bersikap tidak sopan, saya tidak akan pernah segan segan memberi kamu hukuman. Jadi tolong sekarang juga tunjukan dirimu!" paksa Nyonya Gerld dengan raut wajah marah.
"Aku berani bersumpah jika aku di depan mu. Gadis sialan itu mengubah aku menjadi tidak bisa bergerak. Mengenai wujud ku sendiri pada saat ini, aku tidak tahu dia merubah aku jadi apa. Yang pasti aku ada di depan mu. Sekarang juga coba perhatikan segala sesuatu yang ada di depan kalian. Cepat!"
Aldric tidak tahu pada saat ini Freya mengubah dirinya menjadi apa. Yang pasti pada saat ini Aldric terasa membeku dan tidak mampu melakukan apa apa lagi.