Cinta yang sesungguhnya adalah saat kamu sudah tidak punya alasan untuk mencintai lagi orang itu, tapi kamu tetap memilih untuk terus mencintai dia.
Ah, apakah benar begitu?
Mija meragukan perasaannya. Bukan ingin menyangkal tentang arti dari cinta itu sendiri. Segala sesuatunya bila sudah berhadapan dengan cinta, maka ada makna yang masing-masing orang pahami. Tidak bisa semuanya di pukul rata karena beberapa orang punya pandangan berbeda-beda.
Mija juga demikian.
Sejak kehidupannya berubah, lebih tepatnya saat memutuskan untuk meninggalkan kenangan lamanya, sesekali akan masuk ke dalam kepalanya. Ingatan akan kenangan yang tercipta—tidak heran karena waktunya pun terbilang lama—rungsing di kepalanya.
Dan ketika semua kenangan itu berhamburan menghampiri kepalanya, Mija tidak bisa b