Siapa pun pasti pernah melewati masa kelam dalam hidupnya. Seolah-olah cahaya tak akan pernah terlihat dalam sebuah terowongan yang sangat panjang.
Mandala Axel Brata juga pernah berada di posisi yang seperti itu. Saat Kanaya Galih (mantan tunangannya) menghancurkan seluruh bagian dunia yang pernah digenggamnya. Kanaya berlaku kejam terhadap Axel. Memberinya harapan saat tak ada cinta untuknya. Kanaya memberinya perhatian saat hubungan yang di jalinnya hanya sebuah mainan semata.
Kanaya tidak tahu, betapa bahagianya Axel kala di beri semua itu. Dan sangat hancur saat mengetahui bahwa itu hanya belas kasihan semata.
Seperti saat ini misalnya. Axel tidak tahu harus berbuat apa. Tidak tahu juga ingin bertindak yang bagaimana. Saraf-saraf di tubuhnya mendadak kaku. Tidak berfungsi sekadar u