“Kamu siapa?” tanya Axel tanpa tedeng aling-aling. Siapa juga yang mau berbasa-basi memangnya?
Di saat orang asing dengan fasih menyebut nama kita sedang melihatnya saja baru dalam hitungan detik. Hanya orang sinting yang akan melakukannya. Hendak bersikap kasar, tak sampai hati Axel melakukannya. Di samping pemandangan tak nyaman perihal perut sang wanita asing yang besar. Diam-diam Axel menggumamkan terima kasih. Sudah di selamatkan dari obrolan canggung yang Dimas angkat ke permukaan.
Dan ngomong-ngomong tentang Dimas. Axel seperti teringat oleh sesuatu.
“Kamu … Kalian saling kenal?” Dimas dan Kanaya maksud Axel. Dan sang wanita hamil masih asik dengan menyeret tangan Axel untuk sampai ke tempat duduk arahannya. “Hei, saya masih nggak ngerti.” Serius, Axel menuntut penjelasan. Dan s