Dimas baru merasakannya sekarang.
Setelah sekian lama tidak pernah melihat Nanda dan sekarang melihat betapa cerah dan bahagianya Nanda dengan perut yang membesar membuatnya tersadar. Bahwa—mungkin—Tuhan sedang memberinya hukuman.
Dengan segala keadaannya yang saat ini. Hukuman yang hanya Dimas sendiri yang bisa merasakannya. Bagi orang lain mungkin melihatnya baik-baik saja. Tapi Dimas jelas punya sisi sakit dan memendam semuanya sendiri.
Terlihat baik bukan artinya tidak terjadi apa-apa. Dan mendadak, setelah melihat bagaimana Nanda bisa tertawa serta tersenyum dengan lepasnya, Dimas merasakan bahwa hidupnya mulai gersang. Layaknya padang pasir yang kehilangan oasenya. Dimas seperti kehilangan mata air yang menghidupi jiwanya selama ini.
Dimas sungguh pengecut jika boleh di kataka