Linda kembali ke pekerjaan resmi di kantor dukcapil dalam minggu yang sama dengan Tigor yang melunasi utang dua ratus ribu ke Bu Nah di hari pertama kerjanya, dan kembalinya adalah kembalinya yang sudah lama dibayarnya dengan harga yang tidak pernah bisa dihitung dari kantong-kantong orang kecil: tiga tahun dipecat dengan cara yang salah untuk kebocoran data yang dibocorkannya dengan cara yang benar, dengan satu anak yang dibesarkannya dengan pekerjaan-pekerjaan serabutan yang dibayar dengan harga yang tidak pernah bisa dihitung dari kantong-kantong orang kecil, dengan satu malam yang dibayarnya dengan persembunyian yang dibayarnya dengan harga yang tidak pernah bisa dihitung dari kantong-kantong orang kecil juga.
Dan hari pertamanya di kantor dukcapil itu berdiri dengan cara yang tidak pernah dibayangkan Linda dalam tiga tahun dipecat dengan cara yang salah itu: dengan jasa yang diakui resmi dari berkas yang sudah berdiri dengan dua pintu dan tiga tangannya, dengan surat penerimaan kembali yang berdiri di atas kaki yang benar dengan kekuatan yang tidak bisa dibantah dengan cara yang salah seperti cara ia dipecat dengan cara yang salah tiga tahun lalu, dan dengan satu meja yang dibersihkan untuknya oleh tangan-tangan yang mengenalnya dari tiga tahun bekerja di sisinya dengan cara yang salah juga.
Dan Linda berdiri di depan mejanya itu di hari pertamanya dengan tangannya di atasnya dan dengan air mata yang tidak berusaha disembunyikannya dengan cara yang sudah tiga tahun ia sembunyikannya — dan menangis di hari pertamanya dengan cara yang tidak pernah bisa dibaca mesin mana pun dari kertas-kertas resminya, dengan satu anak yang dibesarkannya dengan pekerjaan-pekerjaan serabutan yang dibayar dengan harga yang tidak pernah bisa dihitung itu menunggunya pulang dengan cerita yang bisa diceritakannya dengan cara yang utuh untuk pertama kalinya dalam tiga tahun itu.
Dan malamnya Linda pulang dengan cerita yang bisa diceritakannya dengan cara yang utuh itu, ke rumah kontrakan kecilnya dengan satu anak yang sudah menunggunya di pintu dengan cara yang sudah tiga tahun dipakainya untuk menunggu — dengan mata yang membaca wajah ibunya dulu sebelum membaca apa pun yang lain, dengan satu pelukan yang tidak pernah berubah sejak ia cukup besar untuk memeluk.
"Bu, ibu menangis di hari pertama kerja?" tanya anak itu, dengan jari kecilnya menyentuh bekas air mata yang masih tertinggal di pipi ibunya, dengan suara anak yang sudah terlalu lama belajar membaca wajah ibunya untuk usianya.
Dan Linda berjongkok di depan anaknya itu dengan seragam pertamanya yang masih rapi dan dengan tiga tahun dipecat dengan cara yang salah yang berdiri di belakangnya seperti satu malam yang sudah berlalu — dan menjawabnya dengan cara yang utuh untuk pertama kalinya dalam tiga tahun itu:
"Ibu menangis karena ibu pulang, Nak. Tiga tahun ibu bekerja dengan cara yang benar dan dipecat dengan cara yang salah, dan tiga tahun ibu tidak pernah bisa menceritakannya kepadamu dengan cara yang utuh — karena cerita itu belum selesai, dan ibu tidak pernah mau menceritakan cerita yang belum selesai kepadamu. Sekarang cerita itu selesai dengan cara yang benar: ibu diterima kembali dengan jasa yang diakui resmi, dengan surat yang berdiri di atas kaki yang benar, dan semua itu dibayar oleh orang-orang yang berdiri untuk memulangkan ibu tanpa dibayar untuk berdiri. Itu cerita yang bisa kuceritakan kepadamu dengan utuh malam ini, dan itu cerita yang akan kau bawa seumurmu: bahwa orang yang bekerja dengan cara yang benar tidak pernah benar-benar sendirian, selama masih ada orang-orang yang berdiri untuknya tanpa dibayar untuk berdiri."
Dan anak itu memeluk ibunya dengan cara yang sudah tiga tahun dipakainya untuk memeluk — erat, dan tanpa kata-kata, karena kata-kata tidak pernah cukup untuk tiga tahun itu — dan Linda berdiri di pintu kontrakan kecilnya dengan anaknya di pelukannya dan dengan satu malam yang dibayarnya penuh akhirnya terbayar: satu ibu yang pulang dengan cerita yang utuh, dan satu anak yang tidak perlu lagi membaca wajah ibunya dengan cara yang sedih.
"Dan aku pulang dengan cerita yang bisa kuceritakan kepada anakku dengan cara yang utuh, Pak Mursid. Cerita tentang ibunya yang bekerja dengan cara yang benar dengan harga yang dibayarnya dengan cara yang salah tiga tahun lalu, dan tentang orang-orang yang berdiri untuk memulangkan ibunya dengan cara yang benar dengan harga yang dibayar mereka tanpa dibayar untuk berdiri." Linda menyampaikannya dengan suara yang lebih berat dari suaranya yang biasa, dari telepon di hari pertamanya itu, dengan satu anak yang menunggunya pulang dengan cerita yang bisa diceritakannya dengan cara yang utuh untuk pertama kalinya dalam tiga tahun itu. "Dan harga yang kubayar untuk berdiri di sini hari ini sudah kubayar penuh dengan tiga tahun dipecat dengan cara yang salah, dengan satu malam persembunyian dengan salinan bukti di tanganku, dengan satu anak yang dibesarkan dengan pekerjaan-pekerjaan serabutan yang dibayar dengan harga yang tidak pernah bisa dihitung. Dan harga itu tidak akan pernah bisa dibayar mesin mana pun, dan harga itu yang membawaku pulang hari ini dengan cerita yang bisa kuceritakan kepada anakku dengan cara yang utuh."
Dan Mursid membacanya dari kejauhan dengan satu halaman yang akan ditulisnya di buku tulisnya dengan tangan yang hangat dengan cara yang sudah lama tidak ia rasakan sejak menjadi hantu: harga yang dibayar Linda terbayar dengan satu hari pertama di kantor dukcapil itu, dengan satu anak yang menunggunya pulang dengan cerita yang bisa diceritakannya dengan cara yang utuh untuk pertama kalinya dalam tiga tahun itu. Dan satu malam persembunyian dengan salinan bukti di tangannya itu terbayar dengan satu meja yang dibersihkan untuknya oleh tangan-tangan yang mengenalnya dari tiga tahun bekerja di sisinya dengan cara yang salah juga — dan satu ibu yang dipecat dengan cara yang salah tiga tahun lalu itu berdiri lagi dengan cara yang benar di kantor dukcapil hari ini, dengan jasa yang diakui resmi, dengan satu anak yang mendapat ibu yang bisa bercerita utuh.