Pagi ini Liary sedang berkeliling ditemani beberapa maid. Gadis itu tampak antusias, pack Gaelich sungguh indah dan magah, membuat gadis itu berulang kali melongo karena takjub.
Jika kalian tanya kemana Gaelich, pria itu sedang merencanakan sesuatu untuk matenya. Entah apa itu.
"Luna, apa anda tidak lelah? anda sudah berkeliling lebih dari 1 jam." tanya Amori, salah satu maid yang menemani Liary.
Gadis cantik itu menggeleng "Tidak sama sekali, kalian tau tidak? Tempat kalian tinggal ini sangat menakjubkan, aku tak pernah melihat yang seperti ini selama hidupku" jawab Liary antusias. Dari kecil Liary sudah percaya jika manusia bukanlah makhluk satu-satunya yang ada didunia, itulah mengapa dia tidak begitu terkejut saat mengetahui Galeich bukanlah manusia melainkan werewolf. Apalagi saat tahu jika dirinya adalah mate dari Galeich, mungkin sedikit terkejut dan sempat tidak percaya. Namun Liary sadar jika dirinya juga merasakan adanya debaran di jantungnya saat bersama Galeich. Seolah dirinya memang terikat dengan pria itu.
"Baiklah Luna."
Liary menghentikan langkahnya, gadis cantik itu berbalik "emmm.. Amori, boleh aku bertanya?"
"Tentu saja boleh,Luna."
"Kenapa kalian memanggilku Luna? Apa arti Luna itu?"
"Luna itu sama artinya dengan Ratu, Luna. Anda adalah Ratu kami." jawab amori.
"Ra-ratu? Aku Ratu kalian?" Liary cengo tak percaya.
Omega itu mengangguk "Tentu saja, Luna. Anda adalah mate Alpha kami, yang berati anda adalah Ratu kami."
"Hooo...Tapi apa aku pantas? Aku kan hanya gadis biasa yang tidak punya keistimewaan apapun." mengingat dirinya hanya gadis biasa yang bahkan tidak bisa melawan saat di bully.
"Luna Tidak boleh berbicara seperti itu! Anda adalah--------"
"Hanya kau yang pantas bersanding denganku menjadi Ratuku sweety..." ucap Gaelich memotong ucapan Amori, entah sajak kapan Alpha tersebut sudah berdiri dibelakang Liary. Membuat gadis itu terlonjak kaget.
"Sejak kapan kau ada disini?" tanya Liary mengelus dadanya yang berdebar.
Amori menunduk hormat "Salam Alpha." Galeich hanya berdehem sebagai jawaban.
Intensitasnya beralih pada Liary. Gaelich melingkarkan tangannya dipinggang Liary, melihat itu para maid yang menemani Liary pun sadar dan beranjak meninggalkan Alpha dan Luna mereka itu.
"Li-lich, lepaskan!" ronta Liary dengan pipi bersemu merah.
"Tidak Sweety...begini sangat menyenangkan."
Liary mendengus kesal, dia membalikkan badannya. Kini kedua orang itu saling berhadapan. Alis Liary terangkat saat Gaelich memejamkan matanya.
"Kenapa kau tutup mata?"
"Karena mataku sakit saat terkena matahari." jawab pria itu. Ya itu karena Liary dan Gaelich sedang berdiri di taman yang terkena sinar matahari langsung.
"Ya sudah ayo masuk, Lich. Aku takut matamu jadi semakin sakit." Liary menggandeng tangan Gaelich.
"Bukanya kau masih ingin berkeliling sweet?" tanya Gaelich.
"Aku lebih menghawatirkanmu dari pada berkeliling istanamu ini, lagi pula aku sudah puas kok. Aku sudah berkeliling selama 1 jam, hebat bukan?" jawab Liary. Jawaban yang mampu membuat bibir Gaelich terangkat membentuk senyuman.
Gaelich mengacak-acak rambut Liary gemas. "Hebat sekali mateku ini. Kakimu tidak sakit hmm?"
Liary menggeleng "Tidak kok. Aku sering berjalan, jadi aku sudah terbiasa." Gadis itu tersenyum lucu.
'Ouch s**t! itu sangat menggemaskan!' mindlink Evon.
"Boleh aku menciummu? Aku sangat gemas padamu sweet.." Gaelich mendekatkan wajahnya.
Liary segara memukul d**a laki-laki tersebut. "Tidak! Menjauhkan dariku kyaaa..." Liary berbalik untuk berlari namun Galeich lebih cepat menarik pinggangnya.
Gaelich tertawa renyah, dia menggendong bridal Liary. "Malu lari, Huh?"
"Liiichhh... Turunkan aku!"
"Baik. Tapi beri aku satu kecupan di sini." Gaelich menunjuk bibirnya.
"Tidak mau!" tolak Liary mentah-mentah. Kedua pipinya sudah merah merona seperti udang goreng.
'Lihat betapa imutnya dia.. Ouwhh dia membuatku semakin gila!' racau Evon.
"bukan dia yang membuatmu gila, kau memang sudah gila dari dulu" ejek Gaelich.
'ku rasa kau salah tuan Gaelich, helloww Evon yang gagah dan kuat ini bukan serigala gila seperti katamu.'
"cih! Apa kau pernah berkaca?"
'Tentu pernah, dan aku melihat diriku yang begitu tampan dan mempesona.' jawab Evon pede.
"kurasa kacamu itu kotor, dasar bodoh!"
'hilih, kau iri?'
"untuk apa aku iri padamu?"
'Terserah kau saja, sekarang bisakan kita berganti shift? biarkan mateku melihat diriku.'
"ucapkan kata kuncinya"
'ayolahh, mamangnya kau gembok butuh kunci.' kesel Evon.
"ya sudah, jangan harap aku mau meminjamkan tubuhku"
'Sialan kau!!, biar ku tebak? emmm.. Gaelich jelek? Gaelich bodoh? or Gaelich lemah?'
'kata kunci apa itu!!? kau menebak atau memakiku?'
'of course menebak.'
"Tidak! kau salah!"
'Baiklah-baiklah, Gaelich sangat tampan dan hebat?'
"Bagus-bagus, kau anjing pintar ev" puji Gaelich, pria itu terkekeh pelan.
"kau bilang aku anjing?!! ,are you the f**k man!" umpat Evon. Dan tentunya hanya di balas kekehan oleh Gaelich.
"Lich? Kau baik-baik saja?" tanya Liary mengibaskan tangannya di depan wajah pria itu. Dia kebingungan saat Gaelich terkekeh tanpa sebab.
"Aku selalu baik jika bersamamu sweety." gombalnya. Membuat pipi Liary semakin memanas. Sejak kapan pula Alpha yang terkenal kejam itu jadi begitu romantis?
Gemas di gadisnya, Gaelich mencubit pipi Liary pelan "Kau sangat menggemaskan, oh ya ada yang mau bertemu denganmu"
"Oh ya? Siapa?"
"Kau tau bukan jika aku ini werewolf?" Gaelich balik bertanya.
Liary mengangguk sebagai jawaban.
"Dan seorang manusia serigala punya wolfnya masing-masing, dan tentunya aku punya, namanya Evon dan dia sangat ingin bertemu denganmu sweety."
"Lalu dimana Evon itu?"
"Didalam diriku, menjadi satu dalam jiwaku sayang. Begini dia akan menemuimu, jika kau melihat aku bukan diriku maka dia Evon, Wolfku." jelas Gaelich yang diangguki Liary.
Gaelich sedikit menjauh dari Liary, tak lama, mata Gaelich terbuka menampak iris berwarna merah darah. Ya Evon sudah mengambil alih tubuh Gaelich.
Serigala Gaelich itu tiba-tiba dengan cepat mengecup pipi Liary. "Oh astaga kau membuatku gila!" bisik Evon dengan suaranya yang serak dan sesksi. Sementara Liary terpaku tidak tahu harus berbuat apa.
"Aaa...APA YANG KAU LAKUKAN!" Evon menjauhkan kepalanya saat Liary berteriak keras.
Evon nyengir lebar. "Maafkan aku sayang. Aku tidak bisa menahan diri." ucapnya. Liary menghela nafas panjang, sepertinya sisi serigala Galeich lebih agresif dan dirinya harus lebih waspada.
"Aku Evon, wofl Gaelich. Serigala tertampan dari yang tertampan." Evon menurunkan Liary.
"Haaa..Jujur aku masih bingung dengan semua ini. Tapi aku akan berusaha menerimanya." ucap Liary memijit pelipisnya.
Evon tersenyum tipis "Mau aku jelaskan?" Liary mengangguk ragu. Entah kenapa perasaannya jadi tidak enak.
"Emmmm.. Harus mulai dari mana aku ya? Ah begini sayang, kau tau kan bahwa manusia itu terbuat dari hasil pembuahan s****a terhadap ovum, dan saat membuat bayi para orang tua harus berbuat itu bukan, nah sama seperti Gaelich, dia terlahir dari proses yang biasa disebut(b******a), dan-------"
"Kau sedang membicarakan apa, Ev?!" kesal Liary, karena Evon begitu v****r.
"Cara membuat anak ,apa kau mau membuat anak denganku?" pertanyaan itu lolos begitu saja. Oh sungguh polos atau bodoh serigala ini.
"Awwww!!..Sakit sayang. Apakah itu cubitan Cinta? Pasti kau sangat gemas terhadapku kan?"
Ucap Evon, Liary kembali mencubit perutnya.
"Ouchhh... Ahhh... Kenapa kau mencubitku lagi sayang? Aisshh cubitanmu benar-benar membahana." seru Evon mengusap-usap perutnya, Sedikit meringis menahan sakit akibat cubitan liary.
"berhenti berbuat hal bodoh Ev, dasar tak tahu malu!" mindlink Gaelich.
'Aku kan hanya menjelaskan kepadanya, dimana letak kesalahanku?' tanya Evon polos.
"apa kau tak lihat? mateku terganggu oleh ucapanmu itu, kau membicarakan hal yang begitu v****r pada mateku"
'Hei bukankah dia juga mateku, lagi pula aku kan tak ada maksud lain, dan berhenti mengomel Lich!' ucap Evon, serigala itu memutus mindlink sepihak.
"Emmm.. Maaf jika ucapanku membuatmu tak nyaman sayang, aku hanya berusaha menjelaskannya."
"Em.. Tak apa, aku hanya sedikit terkejut. Tapi kata-katamu sedikit menggangguku, maaf sudah mencubitmu, aku terbawa perasaan." kata Liary. Sebenarnya gadis itu hanya malu.
Evon terseyum lebar "Ah tidak-tidak, cubitanmu itu sangat wow! Kau yang terbaik sayang, tidak seperti tukang ngomel itu!"
"apa kau baru saja menyindirku?!!"
Evon diam tak membalas mindlink Gaelich.
"Apa maksudmu?" tanya Liary bingung.
"Kau tau love? Gaelich suka sekali memarahiku, padahal aku tak berbuat salah, dia sangat jahat padaku " adu Evon dramatis. Serigala itu membuat ekspresi seolah-olah menderita.
"apa maksudmu serigala sialan!!"
"Sayang, apa kau akan marah jika aku melakukan kesalahan yang tak aku sengaja?" tanya Evon.
Liary menggeleng "Kenapa harus marah? masalah tak akan selesai jika dihadapi dengan amarah, tapi mungkin aku akan kesal jika kalian nakal. Tapi tak sampai marah."
"Kau benar-benar yang terbaik!!Aku sangat mencintaimu sayang" Evon menarik Liary dalam pelukannya, mengecup pucuk kepala gadisnya.
Liary sesak nafas "EV.. Ak-ak... " dia memukul punggung Galeich agar dilepaskan.
Evon segera melepaskannya "Apa? Aku terlalu erat memelukmu? Sesak? Butuh nafas buatan, Love?" paniknya.
"Tidak Ev. Oh astaga! sifatmu berbeda sekali dengan Gaelich ya!" jawab Liary. Gadis itu masih terlihat mengatur nafasnya. Dia menatap sosok dihadapannya dengan bingung. Namun baginya cukup menyenangkan bisa mengenal sosok lain dalam diri Gaelich. Keduanya terlihat saling melengkapi meski sifatnya berbanding balik.
"Tentu saja sayang, lagi pula aku tak mau punya sifat buruk seperti dia. Suka mengomel, dia itu terlalu datar, hidupnya menjenuhkan." ucap Evon, serigala itu masih belum berhenti untuk menjatuhkan nama Gaelich.
Liary terseyum kecil "Tidak, kalian berdua sama-sama istimewa untuku, kalian saling mengisi kekurangan masing-masing. Aku suka itu" puji Liary, yang tentunya semakin membuat Evon berbinar senang.
"Ohhhh... Demi apapun, kau sangat menggemaskan sayang" Liary hanya tertawa kecil karena menurutnya Evon lebih mirip seperti bocah.
"Emmm.. Sayang apa impianmu?" celutuk Evon.
Liary terdiam sejenak, sebelum menjawab "Hidup tenang dan bahagia." jawab Liary.
"Maka aku akan mewujudkannya, sayang."
Senyum manis terbit di bibir Liary. "Terimakasih. Lalu kau sendiri, apa mimpimu?"
"Menghentikan waktu" jawab Evon.
"Untuk apa?"
"Untuk terus memelukmu seperti ini." jawab Evon manarik lembut tubuh Liary. Rona merah muncul dipipi Liary.
"Tapi itu mustahil bukan? Aku sudah cukup bahagia bersamamu sekarang, Love. Aku maupun Gaelich tak akan meminta lebih. Kau datang dalam hidup kami adalah anugrah terindah yang kami dapat, kau berharga, lebih berharga dari apapun di dunia ini."
Liary mematung, kata-kata yang di ucapan serigala itu mengingatkannya kembali pada kehidupan lamanya, dimana gadis itu tak pernah dianggap berharga, bahkan selalu di samakan dengan sampah. Tanpa Liary sadari, butiran bening sudah tumpah membanjiri pipinya.
"Lho! love! Kenapa kau menangis? Aku salah ya? Aku minta maaf sayang, sungguh aku tak bermaksud membuatmu sedih...maaf." ucap Evon sedih. serigala itu terlihat bingung dan khawatir.
Liary menggeleng lalu memeluk Evon lebih erat, menumpahkan segala rasa dihatinya. Evon balas memeluk erat gadisnya itu. Dia tak suka gadisnya menangis, tak suka! Tangis itu menyesakkan dadanya, mengiris hatinya, Evon tak suka.
"Sayang jangan menangis, maafkan aku, kumohon jangan menangis."
"Te-terima kasih hiks...hiks... Un-untuk semua i-ini"
Evon membelai surai coklat gelap Liary "Sssssttt... Kami menyayangimu, kami mencintaimu sangat, kau hidupku dan Gaelich. Kau jantung kami."
"Selamanya kau hal terindah yang pernah kami miliki." bisik Evon.
***********
pencet luvvvv pliss..
ehe:)