Tubuh Anna melemas bahkan tanpa aba-aba dia terjatuh di lantai. Matanya menatap sayu pada seorang wanita yang menatapnya dengan senyuman hangat bahkan dengan secangkir kopi yang biasa disajikan dan juga roti yang biasa wanita itu makan ketika dirinya sedang duduk luang sambil mendengarkan cerita anak-anaknya. Anna menangis tersedu-sedu kemudian berlari dan memeluk wanita cantik dengan rambut sebahu itu.
"Mamaaa," tangis Anna semakin besar hingga membuat wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Mamanya itu langsung mengelus punggung putrinya dengan lembut.
Anna kemudian tersadar dan melihat wajah mamanya. Tubuh itu seakan bukan tubuh yang hangat untuk di dekap. Tubuh itu juga seakan bukan tubuh manusia pada umumnya yang begitu menyalurkan kebahagiaan ketika memeluknya. Perbedaan yang benar-benar kontras terdapat pada tubuh mamanya. Bahkan, tatapan mata itu tidak menyiratkan sebuah kehangatan dan bentuk kasih sayang seperti biasanya. Tatapan itu sama seperti mamanya, namun sedikit terlihat berbeda dari bagaimana warna mata itu tidak dominan coklat. Wajah tersebut cenderung kaku.
"Mama, Mama kenapa? Ini Anna, Mama. Ini Anna. Mama gimana bisa ke sini gimana Mama bisa hidup kembali? Papa mana? Papa juga berada di sini kan? Ma, Mama harus jawab pertanyaan Anna. Mama kenapa diem aja dari tadi? Mama tau kan kalau Anna sangat khawatir sama mama dan papa. Mama sama Papa kecelakaan di depan mata Anna dan Mas Gama. Mama tahu kalau Anna merasa trauma berat sampai-sampai Anna hampir saja yang dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa karena suka menjadi setiap malam. Mama, Anna kangen banget sama Mama."
"Kenapa kangen sama Mama? Mama sebenarnya udah baik-baik saja di surga sana. Mama udah baik-baik aja melihat kamu menjadi anak yang pintar walaupun selalu sedih. Mama bangga pada kamu jadi kamu nggak perlu tangisi Mama lagi. Kamu harus bahagia dengan hidup kamu sekarang tanpa mama dan papa. Kamu jangan sering-sering merindukan mama dan papa karena itu akan menyakiti hati kamu sendiri."
"Nggak. Gimana bisa Ann nggak rindu sama mama papa sedangkan sekarang Anna sendirian di dunia ini. Anna udah ditinggalin sama semua orang. Dari Mama, Papa bahkan Mas Gama. Mama, Anna mau ngaku kalo Anna nggak kuat hidup sendirian di dunia ini tanpa mama papa. Anna selalu merindukan kalian. Anna nggak bisa tidur kalau nggak di ceritain sama mama. Anna nggak bisa tidur kalau misalnya apa belum kening Anna. Anna sebenernya nggak kuat untuk hidup sendiri. Anna capek menjalani semuanya sendirian. Anna hanya ingin ada mama dan papa di hidup Anna. Anna nggak mau apa-apa selain kalian dan juga Mas Gama kembali."
Isakan tangis itu semakin menggaung memenuhi seluruh isi rumah. Mama hanya menatap datar pada putrinya yang tengah meringkuk menangis sambil memegang tangannya dengan begitu erat. Anna memang benar-benar tidak sanggup lagi untuk hidup di dunia ini tanpa ada satupun keluarganya yang berada di sampingnya menemani hidupnya bahkan sampai dia sukses kelak. Anna tidak merasakan itu semua karena semua keluarganya menghilang dan tidak bisa ditemui kembali. Anna kehilangan kedua orang tuanya dan sekarang dia ditinggal oleh kakaknya sendiri. Kurang apa Tuhan menyakiti dirinya sehingga dia merasakan semua penderitaan yang terjadi dalam hidupnya.
"Anna," panggil Mama. Anna mendongakkan kepalanya menatap mata Mamanya kemuliaan wanita cantik itu menyelipkan rambut di balik telinga putrinya. "Mama bukan manusia lagi."
"Ha? Gimana?"
Mama tersenyum lembut. "Mama sudah dialihkan menjadi cyborg. Mereka mencuri memori mama untuk kepentingan mereka dan mereka merancang Mama selama beberapa tahun ini. Papa kamu sepertinya juga menjadi seperti mama namun Mama belum tahu pastinya sebab kami terpisah. Mama sudah tidak bisa lagi bersama kamu karena waktu Mama tidak cukup banyak untuk terus-terusan bersama kamu. Tapi, 1 hal yang harus kamu dengarkan dari mama. Jangan percaya sama siapapun. Bahkan kakak kamu sendiri."
Ucapan Mama membuat dirinya tertegun kemudian sedikit menjauhkan tubuhnya dari sang Mama. Matanya menyelidiki wanita yang ada dihadapannya itu dengan tatapan yang sedikit aneh.
"Kenapa Mama bisa bicara begitu? Mama nggak bisa kasih alasan yang jelas ke, Anna?"
"Mama hanya ingin memberitahu kamu hal itu. Mama sudah diincar oleh para ilmuwan yang membuat Mama hidup kembali walau bukan sebagai manusia. Mama hanya mau kamu baik-baik aja. Mama nggak akan pernah memikirkan kamu dalam situasi yang buruk karena Mama nggak mau kamu terjebak dalam lingkaran setan para peneliti yang haus akan pujian dan uang. Kamu tau, Mama bahkan kepikiran sama kamu ketika mama dan papa kecelakaan. Kamu harus percaya sama diri kamu sendiri dan jangan izin kan orang lain untuk tahu isi hati kamu bahkan pikiran kamu. Mama tahu kalau orang-orang yang berada di dekat kamu adalah orang-orang yang tamu tanpa terkecuali satupun."
Mama menitikkan air matanya dengan deras membuat Anna yang melihat itu merasakan sakit yang begitu dalam menusuk dadanya. Ia bisa melihat dengan jelas tatapan itu mengisyaratkan bahwa ketakutan disertai dengan khawatir pada Anna membuat dirinya tidak nyaman. Anna sebenarnya tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh mamanya namun ia mencoba untuk mengikuti arahan mamanya untuk tidak percaya kepada siapapun termasuk kakaknya sendiri. Anna akan mencoba untuk mencari tahu apa yang dikatakan oleh mamanya ini hingga sang Mama mengatakan hal berkali-kali agar dirinya tidak percaya oleh siapapun.
Anna mengambil tangan keras mamanya. Tangan yang selalu ia rindukan setiap harinya hanya untuk memeluk dirinya kemudian mengelus rambutnya.
"Mama, Anna sangat kangen sama Mama. Mama, Mama bisa kan nginep di sini sama Anna? Mama bakalan aman-aman aja di sini karena Anna bakalan melindungi Mama dari siapapun termasuk orang-orang yang sedang mengincar Mama sekarang. Mama, Anna bakalan mencari tahu dalang dari semua ini itu siapa. Bahkan, Anna akan mencari tahu titik permasalahan dari reinkarnasi bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh peneliti yang akan sampai sekarang kita nggak tahu itu siapa. Anna akan membalaskan dendam mama dan papa atas apa yang mereka perbuat. Anna bakalan pelan-pelan memainkan peran."
"Reinkarnasi? Kamu sudah tahu kalau kamu adalah reinkarnasi?"
"Sudah, Ma. Dan, Anna sendiri juga sudah menjadi banyak bukti yang menunjukkan bahwa Anna memanglah seorang reinkarnasi di masa lalu. Anna meninggal dengan cara yang begitu sadis sehingga luka tersebut bahkan berbekas di tubuh Anna. Anna akan mencari tahu itu semua juga mencari tahu dalang dari pembunuhan mama dan papa itu siapa. Karena, entah kenapa sekarang Anna yakin kalau orang yang ada di pikiran Anna adalah orang yang memang ingin Mama celaka."