Anna mengernyitkan dahinya heran karena ucapan dari adik kelasnya yang mengatakan bahwa Noel mencari dirinya. Anna merasa pria itu kembali mencari gara-gara dengannya. Ia menghela nafasnya lelah karena sebenarnya dia sudah malas untuk dekat dengan pria itu. Kejadian semalam tentu saja membuat dirinya merasakan amarah yang begitu tinggi hingga rasanya ia ingin membunuh pria yang sekarang ingin memanggilnya dan tidak tahu entah ingin mengatakan apa. Anna terlalu muak bahkan ketika mendengar suaranya saja dia sudah merasakan amarah yang begitu tinggi dan rasa kesal yang begitu besar. Padahal, Anna adalah gadis yang sabar dan tidak bergabung dalam berbicara juga terlihat memilih kata-kata yang benar ketika berbicara dengan orang lain.
Sekarang, dia sudah berada di depan pintu Noel. Sejujurnya dirinya juga merasakan jantungnya berdegup kencang dan ingin sekali berbalik ke kelas untuk tidak menghampiri pria itu. Namun, hal tersebut sangat tidak mungkin karena dirinya harus menghadapi pria itu dengan tatapan yang tidak benar harus menjaga sopan santun. Ingin sekali Anna mengatakan pada orang-orang betapa kejamnya pria yang menjabat sebagai pemilik dari sekolah terbesar dan terkeren di dunia. Ia ingin mengatakan bahwa pria itu adalah pembunuh kedua orang tuanya. Anna benar-benar membenci fakta itu dan ketika peristiwa semalam tentu saja membuat dirinya kembali diliputi rasa amarah yang begitu besar.
"Kak, Ann, udah nyampe nih," kata adik kelasnya itu. Ia dari tadi melamun dan tidak masuk ke dalam kantor. Tentu saja, belakangan ini dia berusaha untuk menghindari Noel. Namun, dia lupa bawa fakta yang sebenarnya adalah Noel merupakan pemilik utama dari SMA Negara. Dulu mungkin hanya sedikit waktu untuk bisa bertemu dengan dia namun setelah beberapa saat sekarang ini pria itu sangat mudah ditemui hampir di setiap sudut sekolah karena dia memang selalu sering berkeliling melihat para murid-murid yang duduk di selasar bahkan ada yang berlarian seperti drama India. Pria itu hanya tertawa namun terdengar menjijikan di telinga Anna ketika mengingat rekaman suara tertawa pria itu.
"Permisi, pak, ini kak Anna nya. Saya mau permisi dulu ya, pak, karena ada jadwal ulangan lagi yang harus saya kerjakan. Saya banyak soal yang dikasih sama Bu Risma jadinya saya kelimpungan sekarang," jelas adik kelas Anna itu. Anna sebenarnya tidak setuju jika gadis itu memilih untuk meninggalkan dirinya Noel hanya berdua di ruangan tertutup seperti ini. Bisa saja kan pria itu kembali ingin membunuhnya dan akan ada pertumpahan darah lagi di sini. Anna sebenarnya ingin memutar kembali langkah kakinya untuk keluar dari tempat yang menjadikan dirinya dan Noel di satu tempat. Namun, ucapan pria itu berhasil membuatnya berhenti berjalan.
"Anna, asal kamu tau, kehidupan yang kamu anggap indah itu bukanlah sesuatu yang benar-benar indah terlihat. Kamu harus tau kalau diri kamu berharga setidaknya selain diri kamu yang menganggap kamu berharga, ada aku yang menganggap kamu lebih dari apapun itu. Anna, kenapa kamu selalu saja menutup mata dan hati kamu dari orang-orang sekitar kamu. Kamu harusnya paham bahwa orang jahat bukan hanya satu orang bisa lebih dari satu. Bahkan, untuk menusuk seseorang dari belakang itu adalah perihal mudah jika mereka melakukannya atas unsur balas dendam ataupun harta. Seseorang yang kamu anggap baik bukan orang yang benar-benar baik aslinya."
"Hadehh, lo tuh sebenernya membicarakan apa? Lo sedang membicarakan diri lo yang gila? Lo sedang membicarakan diri lo sendiri yang udah terlalu di butakan dengan banyaknya pujian dari orang-orang untuk lo sehingga lo memakai manusia lainnya untuk bahan eksperimen yang selanjutnya sehingga perlu mendapatkan pujian lagi dari orang-orang. Gue sangat tahu kelakuan buruk itu dan mungkin orang-orang juga tahu seberapa jeleknya sifat lo itu. Tapi, karena tertutup sama semua hak milik lo dan juga ketampanan lo membuat orang-orang menutup atau mereka atas kejahatan yang membuat padahal kejahatan lo itu lebih batas," tukas Anna dengan mata memerah menahan air matanya yang hampir meluruh. Tentu saja, ingatan dia tentang kejadian semalam masih mampu membuat kepalanya seakan merasakan sakit yang begitu parah seperti yang terjadi oleh kedua orang tuanya.
"Kenapa kamu menarik kesimpulan kalau kejahatan aku sudah melebihi batas yang seharusnya? Apa kamu pernah melihat aku melakukan tindakan kriminal yang benar-benar kamu lihat sendiri dengan mata kepala kamu."
"Lihat? Gue bahkan bisa lihat senyuman iblis lo ketika kedua orang tua gue yang meninggal dengan cara tragis. Bahkan, semalam lo juga mengiyakan apa yang gue ucapkan. Dan , kenapa tiba-tiba lo sekarang mengelak dari semua tuduhan yang seharusnya memang terkenal diri lo sendiri? Lo harusnya tahu bahwa di laut juga bukan seseorang yang bagus. Lo hanyalah seseorang yang bisa membuat orang lain sengsara. Gue- gue masih ingat ketika lo dengan gampang nya mengatakan bahwa adalah kepala dari orang-orang yang akan membunuh kedua orang tua gue. Lo kira gue bisa menerima lo dengan baik sedangkan Lo bahkan dengan entengnya menyetujui apa yang gue ucapkan semalam. Noel, lo harusnya tahu bahwa kelakuan lo benar-benar biadab!"
Noel tidak tahan dengan mulut sampah Anna. Ia kemudian mendorong gadis itu ke dinding dan mengurungnya. Anna benar-benar membuatnya gila sekarang. Ia ingin sekali mengatakan pada gadis ini. Anna hanya perlu mencintai dirinya. Bersama dengan dirinya dan semua hal akan mudah. Perkara orangtuanya, mereka sudah meninggal dan untuk apa lagi di permasalahkan? Seharusnya dia sudah biasa saja karena kedua orang tuanya juga meninggal dengan dikubur bukan hanya didiamkan begitu saja.
"Diam, atau saya jamin kamu tidak akan selamat dari orang-orang yang menginginkan kamu untuk menjadi bahan eksperimen mereka selanjutnya," ucap Noel dan membuat Anna gelagapan.
"Apa maksudnya kamu? Kamu buat aku menjadi bahan eksperimen selanjutnya dengan dengan melakukan tindakan menyeleweng? Kamu ingin aku mati dengan seluruh organ tubuh yang hilang?" sarkas Anna.
"Nggak, kamu lupa kalau kamu itu adalah seorang reinkarnasi? Kamu bisa saja nantinya dibenci oleh publik dan diperlakukan dengan tidak adil karena kamu akan dibuat para ilmuwan itu menjadi bahan boneka mereka untuk menutupi segala skandal yang mereka punya. Bisa saja mereka menjadikan kamu bahan eksperimen untuk mengetahui apa arti reinkarnasi sebenarnya. Kamu harusnya syukur ketika aku masih mau sama kamu dan melindungi kamu dari orang-orang yang ingin sekali kamu dari aku dengan cara yang tidak etis sama sekali. Anna, kamu seharusnya tahu betapa aku mencintai kamu dan tidak ingin kamu terluka sedikitpun. Kamu harusnya tau kalau kamu adalah seseorang yang berharga tenaga diambil oleh siapapun di saat aku lengah."
"Aku gak pernah merasa tersanjung ketika ada yang menyukaiku bahkan mengagumiku seperti yang kamu bilang itu."
"Bukan itu maksud aku! Maksud aku adalah, kamu bahkan lebih dari apapun didunia ini untuk aku. Tapi, tentu saja sudah banyak orang-orang yang mengetahui bahwa kamu adalah gadis reinkarnasi. Kamu pastinya akan menjadi tawanan orang orang untuk dijadikan bahan eksperimen selanjutnya karena untuk reinkarnasi tidak mudah untuk mengulik identitas dari orang-orang yang sudah mengalaminya, Anna, kamu harusnya tau seberapa berharganya diri kamu sekarang dan kamu harus tahu banyak musuh yang ingin sekali mengambil kamu dari aku. Tapi, kamu terlalu naif. Kamu menganggap kalau aku adalah orang jahat yang bisa saja melakukan tindakan kriminal seperti apa yang kamu lihat ketika kematian kedua orang tua kamu. Anna, demi apapun kamu adalah satu-satunya yang aku cintai. Aku sama sekali enggak pernah berniat untuk menyakiti kamu," ucap Noel dengan nada sedih.
Anna yang mendengar hal itu lantas menarik dirinya dari rengkuhan Noel. Ia ingin mengatakan pada pria itu bahwa dirinya sama sekali tidak peduli dengan segala hal yang terjadi dalam hidupnya sekarang ini. Ia sudah kehilangan segalanya. Rumah mewah, harta dan juga orangtua. Bahkan, kakaknya sendiri sekarang di tahan oleh bos mafia terbesar untuk melawan Noel. Pria itu melakukannya karena dirinya menginginkan uang agar Anna bisa terobati.
"Mas enggak minta apa-apa sama kamu. Mas hanya mau kamu selamat dan bahagia karena cuman itu yang bisa mas beri sama kamu. Kamu akan tetap aman walau mas yang akan terkena imbas dari semua hal buruk yang Mas lakukan dan itu demi kamu"
Ucapan itu terngiang begitu kuatnya sehingga yang ia lakukan sekarang adalah pergi dari ruangan tersebut menjauh sejauh mungkin. Ia akan membalaskan dendam untuk Noel agar katanya segera keluar dari tempat laknat tersebut dan dia bisa hidup berdua dengan kakaknya tanpa diusir oleh siapapun. Termasuk Noel.