Si mbak kehabisan kata-kata. Pria itu terlalu berkuasa dan benar-benar tak akan pernah mengindahkan ucapan si mbak yang bukan siapa-siapa. Yang hanya mantan sekertaris yang kini dibayar untuk merawat Cherry.
"Kalau bayaran kamu kurang, terus terang aja! Jangan terus merongrong saya begini!" Hardiknya seolah tak juga puas mencaci si mbak.
Barry masih menahan dirinya dibalik tanaman hias. Pria ini benar-benar seperti tak punya perasaan.
Kemudian terdengar suara langkah nyaring, seorang wanita yang mengenakan sepatu dengan heels. Bagian bawah sepatunya beradu dengan lantai dan menimbulkan suara di dalam kesunyian hotel itu.
Wanita itu mengenakan dress berwarna hitam pekat sehingga kulitnya nampak lebih pucat. Rambutnya tergerai panjang bergelombang, warnanya pirang.
Dia melirik ke arah