Aksel kecil dan Ingrid menikah—di gereja tua yang sama, tentu saja, tempat seluruh generasi keluarga Berg menikah.
Dan tak lama setelahnya, mereka punya anak. Seorang anak laki-laki.
Mereka menamainya Mathias.
Saat Maya mendengar nama itu, dia menangis. Mathias—nama anak yang pergi terlalu cepat, yang menempel bintang-bintang, yang memintanya lahir. Nama yang, atas permintaan Mathias sendiri di suratnya, tidak diberikan pada Maya (karena Maya "anak baru, layak nama sendiri"). Tapi sekarang, generasi kemudian, nama itu hidup lagi.
"Aksel," kata Maya pada anaknya, "kau yakin? Paman Mathias dulu bilang jangan beri nama dia pada—"
"Mama," kata Aksel kecil lembut. "Paman Mathias bilang jangan beri namanya pada adiknya sendiri—pada kamu—karena kamu layak nama sendiri. Tapi ini beda. Ini cicit dari generasi yang berbeda. Saya mau nama Mathias hidup lagi di keluarga kita. Dia layak diingat, dengan nama yang berjalan di dunia."
Maya memeluk anaknya, menangis. "Paman Mathias akan... oh, dia akan sangat terharu."
Mathias kecil—generasi kelima keluarga Berg—lahir sehat dan kuat. Dan di kamarnya, Aksel kecil dan Ingrid menempel bintang-bintang fluoresen, termasuk beberapa bintang asli dari kamar Mathias yang pertama, yang sudah diteruskan turun-temurun, dijaga, dirawat.
"Mathias kecil," bisik Aksel kecil pada bayinya. "Kau membawa nama paman buyutku yang menempel bintang-bintang ini, hampir seabad lalu, karena dia takut gelap. Sekarang bintang-bintangnya menjagamu. Cahayanya—masih bersinar untukmu."
Maya datang ke rumah Aksel kecil untuk menggendong cicitnya—Mathias kecil. Dia membawanya ke koridor, di mana salinan lukisan tiga-orang-dan-satu-bayi tergantung.
"Mathias kecil," bisik Maya pada bayi itu. "Kau membawa nama yang istimewa. Mathias yang pertama menggambar lukisan ini, menempel bintang-bintang itu. Dia pergi terlalu cepat. Tapi lewat namamu, dia berjalan di dunia lagi."
Dia menatap lukisan—tiga orang dan satu bayi.
"Mathias yang pertama," katanya pelan pada lukisan. "Namamu hidup lagi. Cicit dari adik yang kau minta. Lingkaran yang kau mulai dengan bintang-bintang dan lukisan ini—masih berputar, hampir seabad kemudian."
(bersambung...)