Dirumah arya
Arya hanya tinggal bersama ke 2 orng tuanya padahal arya sudah dibuatkan rumah untuknya di tinggali namun hanya kadang2 saja. disana hanya tinggal sendiri mungkin akan ditinggalinya saat dia punya istri. Dia hanya 2 bersaudara kakak perempuannya sudah menikah dan ikut suaminya dikota bandung memiliki 2 anak perempuan.
Uminya sedang menata makanan dan piring di atas meja maknanya. Memanggil suami dan anak laki2nya.
“ pak, arya ayo makan dulu.!
“Iya mi. Arya mendekat dan menarik kursi untuk duduk dan makan. Diikuti oleh sang ayah. Sambil menyiukan nasi dan sayuran untuk sang suami, sedangkan arya memilih untuk mengambil nasi dan lauk yang ia inginkan. Selesai makan iya berpamitan untuk meninggal kan meja makan dan duduk beralih ke ruang keluarga untuk menonton tv.
Diselesaikannya dan dirapihkan kembali meja makannya dan uminya juga ikut duduk bersama dengannya. Sedangkan ayahnya memilih untuk masuk kekamar untuk menyelesaikan pekerjaannya. Arya menekan tembol remot tv untuk mengganti saluran tv tidak memperdulikan uminya yang juga ikut duduk dengannya.
“kamu dari rumah deni, nak? Bertanya dan sambil ikut melihat saluran tv yang sedang mereka tonton.
“Iya mi. Dijawabnya dengan singkat.
“Memangnya deni tidak kerja?
“kerja. Arya kerumanya dan nunggu ia pulang kerja.
“Oh. Bukanya deni punya adik perempuan ia nak? Sambil melirik sang anak
“ iya. Jawabnya singkat.
“Terus kamu ketemu dengan adiknya deni? Uminya kembali bertanya.
Seketika bayangan raya dimataanya terlihat kembali membayanginya.
“iya. Jawabnya
“Cantik? Siapa namanya? Uminya kembali bertanya sambil tersenyum dan meliriknya.
“cantik. Raya. Menjawab tanpa memperdulikan lirikan uminya dan terus menatap tv yang ia sedang tonton.
“Oohh raya. Tidak ada lagi pertanyaan dari sang ibu. Mereka fokus menonton salura tv. Beberapa menit kemudian arya meninggalkan ruang keluarganya untuk pergi beristirahat didalam kamar.
Membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan menghadap langit rumahnya, di pejamkanya kedua matanya untuk tidur ternyata malah membuat ingatannya kembali pada senyum raya dan tingkah lucu raya yang tiba2 nengol di balik pintu. Sekilas senyum mengambang di bibir arya memingat kejadian tadi. Iya juga mengingat kembali saat raya memanggilnya bapak. Sambil menggumam kacil mulutnya mengatakan “ apa aku setua itu sampai2 di panggil bapak. Sambil tertawa kecil dan memiringkan tubuhnya untuk memeluk guling memejamkan mata untuk tidur.