Beberapa kali deni sering mengunjungi rumah arya, karna saat ini kekasihnya lena sibuk mempersiapkan kelulusannya dan sesekali hanya untuk di jemput. Selebihnya saat libur atau pulang lebih awal deni lebih memilih untuk berkunjung kerumah arya. Begitupun sebaliknya arya juga beberapa kali mengunjungi rumah deni. Walau beberapa kali kerumah deni ia tak pernah ngobrol dengan raya karna saat ia kesana raya hanya sekedar mengantar/ membuatkan minum saja.
Deni yang sedang asik ngobrol dengan arya membicarakan masa lalu saat2 masih sekolah hingga tertawa bersamaan mengingat pristiwa2 lucu dulu. Uminya menghampiri kadang suka menanyakan sang adik.
“Duduk aja dulu den aku buatkan kopi dulu. Arya berlalu masuk kedapur.
Keluar dari kamar uminya arya beralih duduk di sopa. Mengetahui yang datang adalah deni
“den gimana kabar ibu kamu? Umi dengar dari arya ia sakit?
“ alhamdulillah udh sehat mi. Ibu hanya kecapean aja maklum udh umur juga jdi ia gmpang lelah. Sambil menoleh pada ponselnya yg berdering karna ada panggilan masuk.
“sukurlah klau sdh sehat. Ada telpon tuh di angkat saja tkutnya ada perlu.
“Iya mi. Sambil berdiri meminta ijin untuk mnjawab tlpon, dan berjalan sambil mengobrol. Beberapa menit berlalu deni kembali ketempat duduknya yang ternyata masih ada uminya arya disana.
Berbarengan iya duduk di sopa arya pun datang dari dapur membawakan kopi.
“ minum dulu kopinya bro? Tawar arya pada deni.
“aduh aku gk lama kayanya barusan raya telpon bro.
“buru2 amat den. Tanya umi nani
“Biasa mi anak gadis minta d anter. Sambil tertawa.
“Siapa raya? Adikmu mau mnta di anter kemana?
“entahlah dari pada di biarin nanti malah main kemana2 mi Kerja ya main aja.
“Namanya anak gadis den. Sambil tertawa bersamaan. Oh iya jadi gimana ? Jadi gak ni kita besanan ?
“boleh mi. Jawab deni sambil tertawa melirik temannya. Yang ikut senyum karna melihat interaksi sahabat dan ibunya itu.
“Kerumah aja kita obrolkan . Dari pada tiap hari deni di bikin pusing sama kelakuannya. Manding deni kawinin sma pak guru sekalian. Wkwk deni tertawa sambil menatap bergantian arya dan uminya itu.