Berdiam diri di dalam kamar setelah pulanya deni, arya masih terngianga candaan temannya yg mengatakan “Manding deni kawinin sma pak guru sekalian. Dia kembali teringan bayangan wajah cantik raya mengisi benaknya Dibeberapa bulan kebelakang. Diam diam arya sering melamun dan memikirkan raya sepertinya ia tertarik pada raya dan candaan temannya seperti memberi lampu hijau untuknya. Ketukan pintu kamar membangunkan lamunanya bersamaan terbukanya pintu kamar.
“ nak makan malam dulu?
Sembari menurunkan kakinya dari ranjang berdiri mengikuti langkan uminya memasuki meja makan di sana sudah ada ayahnya sedang menunggu untuk makan malam.
“Dari sore ayah liat kamu di kamar aja. Kenapa gak enak badan ya?? Tanya ayah ya.
Sambil menarik kursi dan mendaratkan b****g ya untuk duduk.
“Ah gak. Lagi malas aja yah. Jawabya singkat
“umi liat juga tadi lagi melamun. Kenapa?? Sambil sibuk mengambil makan malam masing2. “Apa kamu setuju dengan tawaran deni? Untuk ngawini adiknya
Kaget dengan pertaanya ibunya membuat iya yang baru memasukan suapan ke tiga sendok nasinya membutnya tersedat batuk. Seolah2 arya merasa isi kepalanya terbaca oleh sang ibu.
“pelan pelan nak?? Dengan sigap sang ibu memberinya segelas air putih dan langsung ia rain dan meminumnya. Ayahnya pun menyaksikan tingkah arya dan istrinya membuatnya bertanya2 sepertinya ada sesuatu yang iya belum ketahui.
“Ada apa sih kalian?? Sepertinya ada sesuatu yang ayah tidak tau?
Arya hanya melihat ayahnya dan mengakat kesua bahunya seolah2 tidak tau apa2.