Giselle
“Gimana? Udah siap buat syuting scene selanjutnya? Ato...kamu butuh sesuatu mungkin, buat bangun mood?” aku yang sedang meluruskan kaki dan bersantai di tenda kecil tempat beberapa talent biasa menunggu saat giliran syuting, menoleh ketika mendengar suara Jason, asistenku.
Kepalaku kembali bersandar di kursi dan mataku perlahan memejam. Menyambut kembali kedamaian yang sempat terusik karena kehadirannya.
“Santai aja, Jason. Kamu nggak liat aku lagi nikmati waktuku sendiri?” ujarku tanpa membuka kelopak mataku.
Suara gemerisik yang dibuat Jason membuat decakanku terlepas. Saat dia menggeser kursi mendekatiku dan mendudukinya, mataku akhirnya terbuka.
“Heehh...kenapa lagi, Jason?” tanyaku sambil menghela nafas. Kepalaku kembali berpaling ke arahnya. Seringai kecut Jason terlepas