Clare
“Clare….” suara Naomi terdengar lirih. Atau mungkin itu hanya terjadi karena dentuman jantungku yang menguasai pendengaranku. Mengalahkan semua suara-suara di sekelilingku.
“Clare...kamu...nggak apa-apa?” kali ini tidak hanya ucapan, tapi elusan Naomi juga kurasakan di pundakku.
Jemariku yang sebelumnya bergetar saat menggulirkan layar, terkepal. Coba kuhentikan gemetar di tanganku. Aku menelan ludah. Perlahan. Dengan sangat perlahan kulonggarkan kepalanku. Kulanjutkan pergerakan jemariku di atas layar tablet. Merangkum semua pemberitaan yang muncul mengenai diriku.
“Naomi…” panggilku setelah beberapa saat. Usapan Naomi di pundakku berhenti.
“Hemm? Gimana?” pertanyaan Naomi tidak membuatku mengangkat wajah. Mataku masih terpaku pada layar.
“Kamu udah sarapan?” tanyaku lugas. D