Aland
“Gio. Sini bentar,” ujarku singkat. Tanganku mengepal erat. Tubuhku menegang.
Tidak butuh waktu lama hingga sosoknya muncul dalam ruang kerjaku. Gio bergerak mendekatiku dengan sikap profesionalnya yang tak bercela.
“Ya, Sir,” ujarnya begitu sampai di dekat meja kerjaku.
“Kamu udah liat beritanya kan? Udah tau yang mesti kamu lakuin sekarang?” kepala Gio mengangguk mendengar ucapanku. Dia mengeluarkan sebuah jurnal dan membukanya.
“Mobil udah siap di bawah. Jadwal hari ini juga udah saya kosongkan. Saya sudah menghubungi sekretaris komisaris kepolisian dan juga wakilnya untuk berjaga-jaga. Saya hanya membutuhkan kepastian saja, siapa yang akan anda temui hari ini,” seperti biasa, Gio memberikan jawaban yang memuaskanku.
Sayangnya, tidak seperti biasanya, aku tidak merasa senan