Clare
Bagus. Hari ini belum selesai ternyata cibirku dalam hati. Setelah seharian berurusan dengan pengacara dan manajemen ternyata masih saja ada hal yang mengganggu di akhir hariku.
Mataku menyipit dan rahangku bergemeretak. Menyaksikan belasan orang wartawan dengan kamera dan mic yang berada di tangan mereka. Sebagian besar dari mereka berada di pintu masuk dekat parkiran mobil. Erangan kesal terlepas dari bibirku.
Pemikiran harus melewati mereka semua yang bergerombol seperti ikan piranha menunggu mangsanya benar-benar menguras energiku. Tanganku meremas setir mobil hingga buku-buku jariku memutih. Kepalaku menoleh ke samping. Sepertinya bukan hanya wartawan, bahkan fotografer lepas dan paparazzi tersebar di sekitar apartemenku. Sempurna! batinku sinis.
“Wah! Rajin banget, sumpah.