Bola matahari yang kuning keemasan muncul di ujung cakrawala membuat bayangan sempurna pada lautan. Sayda tegak berdiri menatap lautan menyaksikan bola besar itu pelan-pelan terangkat dan sinarnya memenuhi langit pagi. Tangan besar Abisatya yang melingkar di perut dan pinggangnya tidak dirasakannya hingga hembusan nafas berat lelaki itu yang mengenai telinganya berhasil membuatnya tersentak.
" Kamu suka melihat sunrise sayang?"
" Ya"
" Jika sudah puas, kamu harus segera membersihkan diri dan kita sarapan."
" He ehm..." Gumam Sayda singkat yang membuat Abisatya terangkat sebelah alisnya.lelaki itu mengeratkan rangkulannya, kepalanya bersandar di bahu Sayda.
" Aku belum dapat jawabanmu, Nyonya."
"Iya Bi...Iya..." Sayda membuka rangkulan tangan Abi yang melingkar di pinggangnya lalu be