Abisatya tertegun melihat air mata yang mengalir di pipi Sayda.
"Jangan pergi Bi, temani aku di sini." Seolah tak percaya mendengar suara itu hingga dirasakan menelan air ludah saja sulit. jakunnya bergerak naik turun.
" Abi..." Tanpa disuruh dua kali Abisatya segera berjalan memutari ranjang masuk lewat sisis yang berlawanan dengan tempat Sayda. Beringsut pelan masuk ke dalam selimut, kemudian memeluk tubuh wanita itu dari belakang. Tubuh yang bertambah kurus sejak menikah dengannya.
Ya Tuhan, bukan maksud dan tujuannya untuk membuat wanita yang sedang berada dalam dekapannya ini menderita. Dia ingin menjadikan wanita ini menjadi wanita yang paling bahagia di dunia. Kemalangan yang mereka temui kemarin adalah di luar kuasanya. Dia sudah berupaya menjaga, tapi takdir mengatakan berbe