Bila pelindung yang dibayangkan oleh Putri Charlotte adalah sebuah sebuah lapisan tipis yang tidak dapat ditembus oleh apa pun termasuk kekuatan magis sekalipun, pelindung yang dimaksudkan oleh Olly tidaklah seperti itu. Pedro memainkan kelima jarinya seperti sedang memperlihatkan sulap dan dalam kurang dari satu detik terciptalah sebuah pelindung yang sangat aman untuk Putri Charlotte, Pedro dan Olly.
"Pedro!! Kenapa kamu menciptakan kubah baja seperti ini?! Bagaimana caranya kita bisa membantu kalau tidak bisa melihat arena pertarungan, " teriak Olly dengan tidak sabar hingga mukanya memerah.
"Kan kamu menyuruhku untuk cepat-cepat. Jadi aku membuat helm militer raksasa untuk melindungi kita dari musuh. Bahkan aku menambahkan lampu di tengah-tengahnya supaya kita masih dapat melihat," jawab Pedro tanpa merasa berdosa.
Sementara itu Putri Charlotte takjub melihat kekuatan yang baru pernah dilihat olehnya. Seorang anak sepantarannya bisa menciptakan pelindung dengan sangat cepat bahkan jauh melampaui kecepatan beberapa penyihir dewasa yang dikenal oleh Putri Charlotte.
Baru saja Putri Charlotte hendak memegang dinding baja dengan tangan kanannya, helm baja raksasa telah berubah menjadi kotak transparan raksasa. Ketiga orang yang berada di dalam perisai kotak itu dapat melihat rekan berjubah hitam yang bernama Skyf sedang melakukan pertarungan melawan sepuluh musuhnya.
"Di… dia bisa tewas!" teriak Putri Charlotte tanpa sadar. Walaupun belum mengetahui identitas tiga orang berjubah hitam dengan jelas, Putri Charlotte tetap mengkhawatirkan keselamatan orang-orang yang sudah berusaha menolongnya. Terlepas apakah sebenarnya orang-orang berjubah hitam mempunyai maksud yang jahat atau tidak.
"Skyf tidak…. akan tewas semudah itu," kata Pedro sambil tersenyum melihat pertarungan satu lawan sepuluh orang. Namun wajah Pedro berubah menjadi serius ketika Skyf memandangnya dari kejauhan. Dalam sepersekian detik, Skyf sudah berada di samping Pedro dan menjulurkan tangan kanannya.
"Berikan aku dua pedang yang tidak mudah patah," kata Skyf pada Pedro.
Putri Charlotte memperhatikan keajaiban yang ia lihat di depan matanya. Mulai dari seorang penyihir langka yang bisa melakukan teleportasi seperti Skyf hingga kini ia melihat Pedro menghasilkan dua buah pedang panjang dari tangannya dengan hanya memejamkan mata beberapa detik saja.
Skyf kembali ke arena pertarungan dengan kedua pedang di tangannya. Dari kejauhan pun, Putri Charlotte bisa melihat orang yang bernama Skyf tidak pernah tersentuh oleh musuhnya. Ia melakukan teleportasi, menyerang musuhnya dari belakang punggung mereka satu per satu. Dan dalam kurang dari satu menit dari pihak lawan hanya tinggal sisa Mors seorang diri.
"Tapi tetap saja kekuatan bayangan itu mengerikan… bisa menghindarinya saja merupakan sebuah keberuntungan!" kata Putri Charlotte terlihat panik.
"Apakah Skyf terlihat beruntung?" tanya Pedro sambil tersenyum ke arah Putri Charlotte. "Skyf meminta aku membuatkan pedang untuknya bukan karena dia dalam kondisi terdesak. Justru Skyf sedang menikmati kembali masa-masa ia dapat menggunakan pedang di dalam sebuah pertarungan."
Putri Charlotte yang masih tidak percaya dengan ucapan Pedro akhirnya hanya diam dan mengamati pertarungan Skyf dan Mors dengan seksama. Perkataan Pedro memang terbukti benar karena saat ini Mors justru kesulitan memprediksi gerakan Skyf. Saat kesulitan itu pula Mors tiba-tiba mengubah strateginya dengan menghilang dari arena.
"Akhhh!" Putri Charlotte langsung berteriak ketika sosok yang ingin mengincarnya sudah berada di hadapannya dan hanya terhalang oleh lapisan transparan yang diciptakan oleh Pedro.
Mors yang mendapatkan luka di wajah dan badannya memperhatikan Putri Charlotte dan kedua orang berjubah hitam dari luar kotak pelindung transparan. Putri Charlotte langsung berjalan mundur dengan wajah ketakutan melihat Mors yang berusaha untuk masuk ke dalam ruang kotak transparan. Saat Putri Charlotte melihat ke arah Pedro dan Olly, kedua orang itu tidak terlihat takut sama sekali.
"Pedro, kamu tidak boleh lengah. Jangan sampai fokusmu terdistraksi," kata Olly sambil melihat Pedro dan Mors bergiliran.
"Tenang saja. Lampu yang kugunakan sangat besar dan langsung menyorot tegak lurus ke arah badan kita sehingga tidak akan ada bayangan yang terjadi di dalam ruangan ini," kata Pedro melihat ke atas dan memperlihatkan lampu LED seluas langit-langit kotak raksasa itu.
Setelah mengetahui bahwa dirinya tidak bisa berpindah tempat karena tidak ada bayangan di dalam kotak transparan, Mors berusaha menghancurkan kotak raksasa dengan kekuatan fisik dari tangannya. Namun tidak terjadi apa-apa. Belum sempat Mors melakukan sesuatu yang signifikan, Skyf sudah muncul dari balik punggung Mors dan keduanya langsung menghilang dari pandangan Putri Charlotte, Pedro dan Olly.
"Sejak kapan kamu memikirkan sampai sejauh itu?" tanya Olly masih memikirkan efek lampu yang tidak menghasilkan bayangan.
"Kamu mau memujiku kan? Tidak apa-apa. Aku siap menerima pujianmu."
Sementara Pedro dan Olly berdebat mengenai hal tidak penting, Putri Charlotte masih memandang ke arah hutan gelap yang berada jauh dari pandangannya. Tidak jauh dari hutan tersebut beberapa pengawal telah mengorbankan nyawa untuknya. Bahkan bila melihat lebih jauh lagi, puluhan nyawa telah hilang ditelan oleh ledakan api bersama dengan dua belas mobil yang terparkir.
Putri Charlotte sudah sampai dalam tahap melamun sehingga pertengkaran antara Pedro dan Olly tidak terdengar lagi. Bahkan Putri Charlotte tidak dapat merasakan letih sama sekali setelah berjalan sekian lama dan mengalami kejadian demi kejadian yang membatasi gerakannya. Seakan jiwa Putri Charlotte dan badannya terpisah. Badannya dapat diselamatkan namun jiwanya masih terperangkap dalam persembunyian bersama para pengawalnya.
Jiwa Putri Charlotte kembali ke badannya ketika sebuah sentuhan pelan mendarat pada bahunya. Putri Charlotte menoleh dan mendapati jubah hitam yang berbadan tinggi berada di depan pandangannya. Gadis itu mendongak sehingga dirinya dan Skyf saling berpandangan.
"Putri Charlotte, aku akan membawamu ke tempatku untuk beristirahat. Aku akan menjelaskan rencana yang akan kita lakukan setelahnya."
Putri Charlotte mengangguk. Ia tidak mempunyai pilihan lain selain mengikuti Skyf.
Skyf menyentuh kedua bahu Putri Charlotte dengan kedua tangannya lalu mereka berdua pun melakukan teleportasi. Beberapa detik kemudian Putri Charlotte dan Skyf sudah tiba di sebuah ruangan yang gelap. Skyf menekan saklar dan terlihatlah kamar tidur bergaya minimalis. Sebuah ranjang dengan dua buah nakas berada di salah satu sisi dan sebuah lemari di sisi lainnya.
"Aku akan menjemput yang lain dulu, kamu bisa langsung tidur atau bisa keluar dari kamar bila tidak nyaman," kata Skyf disusul dengan anggukan lemah dari Putri Charlotte.
Skyf kembali ke dalam ruangan kotak transparan yang diciptakan oleh Pedro. Kedua rekannya masih saling memperdebatkan hal tidak penting mengenai sorotan lampu yang tidak menghasilkan bayangan.
"Berhenti! Aku memang memujimu. Ayo cepat bereskan kotak ini lalu kita pulang," kata Olly menjulurkan tangannya ke wajah Pedro setelah melihat keberadaan Skyf di samping mereka.
"Ah! Gadis itu menghilang!" kata Pedro dengan wajah terkejut.
"Tentu saja ia sudah mengantarnya. Buat apa ia meminta izin dan menunggu kita berdebat sebelumnya?"
Skyf memandang Pedro dan Olly dengan wajah datar. Saat melihat kedua rekannya bertengkar dalam pikiran Skyf selalu terbesit cuitan anak burung yang meminta makan pada induknya. Sangat berisik.
"Lalu bagaimana dengan penyihir yang menggunakan kekuatan magnet?" tanya Olly sambil memandang Skyf dengan serius.
"Aku tidak dapat merasakan kekuatannya lagi. Sepertinya dia hanya melakukan tugasnya di awal dan tidak berurusan dengan sisanya."
Skyf memandang satu per satu rekannya yang jauh lebih muda darinya. Walaupun berisik Pedro dan Olly tetap dapat diandalkan olehnya, pikir Skyf.
"Terima kasih atas bantuan kalian hari ini. Aku akan membawa kalian pulang sekarang."