Skyf dan Putri Charlotte saling berpandangan cukup lama. Skyf mempunyai tatapan mata yang tajam. Sedangkan Putri Charlotte mempunyai tatapan mata yang penuh semangat. Setelah Skyf mendapatkan keyakinan penuh dari pandangan Putri Charlotte, ia mendekatkan diri pada Putri Charlotte dan Pedro.
"Berikan contoh penyamaran padanya. Ia bisa memilihnya sendiri," kata Skyf menyuruh Pedro melakukan sesuatu untuk Putri Charlotte.
"A…. Apa saja yang akan diubah dariku? Aku tetap akan menjadi perempuan kan? Aku akan kembali ke wajah dan badanku yang asli kan?" tanya Putri Charlotte dengan penasaran.
"Pedro hanya bisa mengubah fisik benda mati, ia tidak bisa mengubah struktur jaringan pada badanmu. Jadi yang diubah hanyalah helaian rambutmu."
Putri Charlotte berkedip berkali-kali tanpa sadar. Putri Charlotte membayangkan dirinya sendiri mempunyai rambut pendek seperti laki-laki. Tapi apakah hanya dengan memotong rambutnya akan membuatnya seperti laki-laki?
"Jangan-jangan kamu berteriak karena mengira Pedro akan mengubah wajahmu juga?" kata Skyf tersenyum sambil menahan tawa.
"Tapi kan… mungkin saja terjadi." Putri Charlotte memajukan bibir bawahnya karena merasa pemikirannya telah ditertawakan.
"Kalau memang benar, Pedro bisa mengubah musuh menjadi tidak bisa melihat dan mendengar. Dia bisa menjadi penyihir legendaris," kata Skyf masih memperlihatkan senyuman. Ia masih berusaha menahan tawa dalam hati.
"Tapi apakah wajah sepertiku bisa menjadi laki-laki hanya karena rambutnya?" tanya Putri Charlotte.
"Nah ketemu!" kata Pedro memperlihatkan foto yang berada di layarnya. "Bukankah banyak anggota boy band yang juga mempunyai wajah secantik Charlotte?"
Putri Charlotte memandang foto dalam layar handphone Pedro satu per satu. Setelah memilih model yang menurutnya paling sesuai, Putri Charlotte menengok ke arah Skyf. Skyf pun mengangguk. Seakan komunikasi dapat dilakukan hanya dengan saling memandang.
"Baiklah… setelah rambutku menjadi seperti itu, tolong panggil aku sebagai Nick," kata Putri Charlotte berdeham kecil.
"Oke. Aku akan mengubah rambutmu sekarang juga ya."
Putri Charlotte memejamkan matanya. Walaupun sebenarnya hanya Pedro yang butuh memejamkan mata untuk membayangkan objek yang akan diubahnya secara presisi. Tidak perlu waktu lima detik, rambut Putri Charlotte sudah menjadi pendek dan mengubah keseluruhan penampilannya.
"Pedro, berikan dia cermin."
Pedro memberikan cermin yang diubahnya dari kancing kepada Putri Charlotte. Rambut Putri Charlotte kini berwarna hitam sepanjang telinga dengan beberapa helai poni yang sedikit lebih panjang pada pipinya. Poni di dahi yang sepanjang alis dibuat berantakan dan mempunyai panjang yang tidak simetris.
"Ternyata memang terlihat seperti laki-laki," kata Putri Charlotte memegang cermin di tangan kanan dan memegang rambut barunya dengan tangan kiri. "Aku baru tahu efeknya sebesar ini."
"Jadi tidak ada nama Skyf maupun Charlotte setelah ini. Namanya adalah Nick. Dan namaku adalah Ethan," kata Ethan memandang Nick yang masih berkutat dengan penampilan barunya.
Tidak lama setelah perubahan Putri Charlotte menjadi Nick, terdengar suara ketukan dari pintu apartemen. Pedro langsung beranjak dari tempatnya lalu berinisiatif untuk melihat siapa yang berada di luar sana. Seorang gadis berpakaian kasual terlihat dari kamera yang terhubung dengan kotak penerima yang terdapat di samping pintu.
"Olly! Kamu pasti akan terkejut melihat Charlotte! Karya lampu tanpa bayanganku bukan apa-apa dibandingkan karyaku ini," kata Pedro bersemangat saat membukakan pintu untuk Olly.
"Aku membawakan makanan buat kalian. Kenapa tidak bawakan dulu jinjingan ini sebelum kamu menarik tanganku?" kata Olly dengan nada sewot.
"Ah, yayaya. Sini kubawakan."
Pedro mengambil dua plastik jinjingan yang berada di kedua tangan Olly, lalu menaruhnya pada meja pantry yang dekat dengan pintu masuk. Ethan yang sedang duduk di meja pantry langsung membantu Olly mengeluarkan satu per satu kotak makanan yang berada di dalamnya. Membuat wajah Olly yang kesal pada Pedro menjadi netral kembali.
"Katakan terima kasih untuk Sasha," kata Ethan menitipkan terima kasih kepada anak Sasha, yaitu Olly.
"Ibu selalu memberikannya dengan senang hati. Seperti biasa."
Olly membuka penutup setiap kotak yang dibawanya. Kotak itu memperlihatkan beberapa gulungan mie di dalamnya. Sementara tangan Olly sibuk dengan barang-barang, sudut mata Olly menangkap sosok yang asing sedang berdiri di dekat sofa. Nick sedang mencoba-coba untuk bersikap seperti laki-laki. Ia menegakkan badan lalu berdeham dengan suara berat.
"Kamu tidak cocok bersuara terlalu berat dengan wajahmu yang seperti itu. Kamu bisa menurunkan frekuensi suara aslimu sedikit saja," kata Skyf melihat tingkah Nick yang tidak diperlukan.
"Bagaimana komentarmu, Olly? Dari tadi kamu hanya memandang…. Nick saja. Kamu mau memujiku kali ini kan?" tanya Pedro sambil mendekati Olly dengan wajah bangga.
"Aku sedang melihat bahwa bajuku terlalu besar di badannya."
Nick mengangguk karena setuju dengan pendapat Olly. Pedro yang merasa tidak digubris masih berusaha meyakinkan rekannya tentang perubahan yang terjadi dari penampakan seorang perempuan berambut panjang ikal menjadi seorang laki-laki.
"Jangan-jangan kamu memandangnya terus karena suka laki-laki dengan tipe yang seperti Nick!"
"Dia bukan tipeku," kata Olly langsung menyambar pendapat Pedro yang seenaknya.
"Jadi tipemu seperti bagaimana?"
"Yang pasti tidak lebih pendek dariku." Saat itu Nick justru lebih merasa perkataan Olly itu seakan mengarah pada Pedro daripada dirinya. "Dan tidak lebih muda dariku."
Lagi-lagi Pedro dan Olly memulai pertengkaran mulut. Sementara itu Nick mendekati daerah dapur dan mencari pekerjaan yang bisa dibantu olehnya. Nick melihat Olly mengeluarkan sebuah panci yang dibungkus oleh silikon agar isinya tidak keluar saat perjalanan. Setelah membuka penutup silikon, panci itu ditaruh di atas kaca gelap oleh Olly. Nick tampak kebingungan dan memancing Olly untuk memberikan penjelasan.
"Panci ini sedang dipanaskan di atas kompor induksi. Kompor induksi adalah yang menggunakan sumber energi dari listrik dan bukan dari api," kata Olly berusaha menjelaskan seperti seorang guru yang sedang memberikan pelajaran pada muridnya.
"Kompor? Panci yang diletakkan di atas kaca seperti itu memangnya bisa menjadi panas?" tanya Nick sambil berusaha menyesuaikan intonasi suaranya supaya tidak terlalu terdengar seperti suara perempuan.
Olly kebingungan karena tidak tahu sebaiknya mulai mulai dari mana. Apakah sebaiknya ia menjelaskan tentang teorinya dahulu ataukah tidak? Tapi mengingat Nick yang tidak mendengarkan penjelasannya sebelumnya, nampaknya Nick tidak pernah belajar mengenai ilmu fisika.
Pertanyaan lain langsung melintas di pikiran Olly : Apakah seorang tuan putri kerajaan tidak mendapatkan ilmu pengetahuan seperti rakyat biasa yang bersekolah?
"Apakah kamu tidak belajar ilmu fisika di sana?"
"Aku sering kabur saat jam pelajaran berlangsung."
Pernyataan Nick telah menjawab pertanyaan dan rasa penasaran dari Olly.
"Setelah ini kamu akan mendapatkan pelajaran yang memusingkan, Nick. Bagaimana kalau kamu menemaniku bermain saja?" kata Pedro yang sedang menyamankan diri di atas sofa.
Begitu mendengar kata bermain, Nick langsung menghampiri orang yang mengajaknya bermain. Pedro menyalakan televisi kembali dan memperkenalkan permainan yang bisa dilakukan dengan sebuah konsol yang berada di dalam lemari kepada Nick.
Ruang tengah dari apartemen Ethan berubah menjadi ramai seketika. Suara musik telah memenuhi ruangan setelah sebuah permainan dinyalakan dari konsol.
"Apakah ia terima begitu saja saat diminta untuk menjadi laki-laki?" tanya Olly kepada Ethan setelah melihat Nick dan Pedro terlalu asyik bermain sehingga tidak memperdulikan sekitar.
"Awalnya tidak. Tapi aku berhasil membujuknya."
"Kamu memberitahukan alasanmu…?"
"Tidak."
"Kamu memberitahukan identitas lain darimu?"
"Tidak."
"Aku tidak mengerti mengapa dia bisa menerimanya begitu saja."
"Anggap saja aku memanfaatkan titik lemah dari karakternya."
Olly menghentikan kegiatannya dalam mempersiapkan makan siang. Gadis itu menatap laki-laki yang sedang duduk di depannya sambil mengernyitkan dahi.
"Walaupun dia tampak tegar, tapi perasaannya sangat sensitif. Kamu sebaiknya berhati-hati karena begitu dia hilang kepercayaan padamu, rencanamu akan menjadi berantakan."
"Justru karena dia seperti itu, aku tidak punya pilihan lain."
Nick menoleh ke arah dapur dan melihat dua orang sedang berbincang dengan serius. Gadis yang berpenampilan seperti laki-laki itu seperti merasa namanya sedang disebut. Tapi ia tidak terlalu menghiraukannya karena permainan yang diperkenalkan oleh Pedro ternyata lebih menarik perhatiannya.