Mata Nick tidak berhenti menatap sesuatu. Walaupun makan malam sudah tersajikan di hadapannya, Nick tidak melirik ke arah makanan itu sama sekali dan tetap melihat pada satu titik selama beberapa menit. Seonggok daging sapi dengan kentang goreng di atas piring seakan tidak dapat mengalihkan pandangan Nick dari satu titik yang sama itu.
"Kamu memasukkan sûsu cokelat ke dalam kotak itu dan sûsu ini menjadi panas. Minuman itu baru saja kamu ambil dari kulkas kan?" tanya Nick masih tetap melihat pada microwave yang disebutnya sebagai "kotak itu".
Nick begitu penasarannya dengan sebuah microwave. Sehingga Nick lebih memilih untuk mengamati Pedro yang sedang bolak balik memanaskan makan malam untuk mereka berdua, dibandingkan langsung mencicipi makanan yang disajikan.
"Ethan juga memasukan sarapanku ke dalam kotak itu di pagi hari tadi. Tapi aku tidak sadar apakah Ethan memasukkannya sebentar atau tidak karena aku sudah kelaparan."
"Kegunaannya sama seperti oven, Nick!" kata Pedro setelah mendapatkan asosiasi yang tepat untuk barang yang baru dilihat oleh Nick dengan barang yang kemungkinan besar sudah diketahui oleh Nick.
"Hmmm benar juga. Tapi kotak itu tidak mengeluarkan panas ya? Aku pernah masuk ke dapur kerajaan dan langsung dimarahi saat berada di dekat oven. Untuk mengambil makanan yang berada di dalam oven, mereka harus memakai sarung tangan yang khusus. Aku tercengang saat kamu mengeluarkan barang dari kotak itu dengan tangan kosong."
Pedro berpikir keras atas pertanyaan Nick. Ia bahkan baru sadar mengapa microwave tidak mengeluarkan panas seperti oven, padahal makanan yang disajikan bisa saja membuat lidah seperti terbakar saat memakannya. Sekeras apapun Pedro berpikir, ia tidak menemukan jawaban.
"Aku tidak bisa menjelaskan teori seperti Olly karena aku tidak bersekolah," kata Pedro terlihat tidak percaya diri dengan menggaruk-garuk rambutnya.
"Hmmm… Near juga tidak bersekolah. Tapi dia menjelaskan banyak hal padaku," kata Nick berusaha membuat Pedro bersemangat kembali. "Near menjelaskan kepadaku tentang pertumbuhan tanaman-tanaman yang dirawatnya. Near menggambarkan bagaimana biji bisa bertumbuh menjadi buah. Bagaimana tumbuhan bila tidak pernah disiram ataupun terlalu banyak disiram. Aku lebih cepat mengerti bila dijelaskan oleh Near."
"Kalau tidak bersekolah, bukannya kita tidak akan tahu bagaimana proses yang terjadi pada benda tersebut ya? Olly selalu mengatakan seperti itu padaku."
"Near selalu mengatakan padaku bahwa bila kita melakukan hal dengan sepenuh hati, maka lambat laun kita akan mengerti semua hal tentang hal itu."
Nick mengatakannya dengan penuh semangat. Asalnya Nick hanya ingin Pedro tidak menjadi murung karena perkataannya, tapi akhirnya ia menemukan sesuatu dari perkataannya sendiri.
"Tadi… aku bilang apa ya?" tanya Nick sambil menekuk alisnya karena tidak berhasil mengingat perkataannya sendiri.
"Kamu mempertanyakan mengapa microwave tidak sepanas oven."
"Bukan. Perkataanku yang terakhir. Kalimat terakhirku."
Nick dan Pedro sama-sama menampilkan wajah berpikir keras untuk mengingat kembali apa yang telah dikatakan oleh Nick.
"Kamu mengatakan tentang sepenuh hati. Karena sepenuh hati, kamu bisa mengerti tentang hal itu."
"Nah itu dia!"
Teriakan Nick membuat Pedro terkejut. Apalagi setelah melihat wajah Nick begitu senangnya sampai berdiri dan menggebrak meja di depannya.
"Sepertinya aku bisa belajar ilmu magis denganmu, Pedro!"
"A...apa maksudmu?"
"Selama ini aku hanya belajar ilmu magis dengan guruku saja. Aku tidak berusaha belajar lagi karena tidak percaya diri dengan hasil dari pembelajaranku dengan guruku. Mungkin saja aku bukan tidak bisa belajar pelajaran magis. Tapi aku tidak bisa belajar bila bersama guruku! Aku lebih cepat belajar bila membahas pelajaran seperti ini dengan Near."
"Jadi… kamu belum pernah mencoba kekuatanmu selain dengan gurumu?"
"Betul! Aku selalu berkeluh kesah dengan Near saat aku selalu membuat guruku marah. Kenapa aku tidak berlatih dengannya? Kenapa aku baru terpikir sekarang? Tapi setidaknya aku bisa berlatih denganmu, Pedro!"
Pedro ikut tersenyum melihat wajah Nick yang tampak bahagia selama menjelaskan masalahnya. Walaupun sebenarnya Pedro tidak terlalu mengerti apa yang harus dilakukannya.
"Jadi… apakah kamu sudah tahu mau mulai dari mana, Nick?"
Nick menggeleng. Pedro pun semakin bertanya-tanya.
"Dan bagaimanakah kamu bisa yakin dapat mengeluarkan kekuatan magismu?"
"Aku tidak tahu. Tapi aku belum pernah bersemangat seperti ini sebelumnya. Mungkin ini pertanda baik."
"Baiklah. Aku suka dengan semangatmu, Nick! Aku akan mengajakmu ke suatu tempat untuk berlatih. Aku baru bisa mengajakmu keluar setelah kamu mempunyai kartu identitas."
"Keluar? Kenapa harus di luar? Kenapa kita tidak bisa berlatih di sini?"
"Kamu… tidak ingin membuat keributan di sini kan? Andai saja kekuatan magismu itu adalah elemen api, seluruh penduduk apartemen akan panik dan pemadam kebakaran akan langsung datang."
"Ah… begitu ya… apakah tidak ada ruangan khusus yang bisa dipakai di sini? Seperti ruang pribadi atau taman pribadi?"
Pedro berusaha tersenyum sambil memilih kata-kata yang tepat untuk seorang tuan putri yang terlalu terbiasa tinggal di kerajaannya sendiri. Tapi Pedro terlalu spontan sehingga tidak bisa menyaring perkataannya.
"Sepertinya kamu terlalu lama berada di wilayah kerajaan."
Nick juga berusaha tersenyum seperti yang Pedro lakukan. Mereka berdua belum sadar bahwa sebenarnya mereka berdua benar-benar mirip dalam hal mengatakan sesuatu dengan spontan.
Pada akhirnya Nick meminta izin untuk makan makanan yang sedari tadi menganggur di atas meja. Nick mencoba mengalihkan kegiatan setelah merasa malu dengan pendapat dari Pedro. Lagipula perutnya pun sudah minta diisi saat itu.
Menolak lupa akan rasa penasarannya, setelah beres makan Nick mencoba memasukkan gelasnya yang berisi s**u cokelat ke dalam microwave. Nick dan Pedro masih berusaha mencari tahu kenapa wadah berisi s**u cokelat tidak sepanas isinya.
"Aku menyerah. Lebih baik bertanya pada Olly saja," kata Pedro yang sudah membuka menutup pintu microwave berkali-kali namun tidak menemukan petunjuk apa-apa.
"Bagaimana kalau kita tambahkan waktunya hingga tiga puluh menit? Kamu tadi bilang tidak boleh lebih dari dua menit. Nah kita lihat apa yang akan terjadi bila kita melebihi batas yang sudah ditentukan."
"Jangan! Skai…. eh Ethan akan memarahi kita berdua setelah ini."
"Apa yang kalian perbuat sampai aku harus memarahi kalian?"
Suara Ethan sontak membuat Pedro gelagapan. Pedro spontan berdiri untuk menghadap ke arah Ethan yang baru saja masuk ke dalam apartemen dan berada persis di sampingnya. Dan kepala Pedro pun terantuk pintu microwave yang sedang terbuka.
Sementara Pedro menahan sakit pada kepalanya, Ethan memandang Nick yang sedang tersenyum dengan mencurigakan padanya. Dengan senyuman Nick yang tidak terlihat natural, justru Ethan dengan mudah menyimpulkan bahwa pembuat onar saat ini adalah Nick. Kedatangan seorang gadis berumur lima belas tahun ke dalam apartemennya membuat Ethan harus selalu waspada.
Ethan memandang Nick dan Pedro sambil menghela nafas. Rencana awal Pedro yang mudah bergaul disuruh untuk menemani Nick adalah supaya Nick tidak merasa kesepian. Namun keresahan yang diceritakan oleh Ethan pada Olly maupun Keanu ternyata terbukti saat ini. Saat melihat Nick dapat membuat Pedro melakukan sesuatu yang di luar kebiasaannya.
"Ce...pat sekali kamu bekerja. Tidak seperti biasanya," kata Pedro masih memegang kepala dengan tangannya.
"Hari ini aku cuti. Nick, kamu ikut denganku. Aku harus membuatkanmu kartu identitas."
"Kapan?"
"Sekarang."