Sinar matahari pagi menyinari seluruh Kota Windhill hari ini. Cuaca sangat cerah membuat para penduduk Kota Windhill melakukan aktivitas dengan semangat. Termasuk Nick yang begitu bersemangatnya belajar ilmu magis di sebuah bangunan yang tidak pernah dipakai yang berada di pinggiran Kota Windhill.
Nick dan Pedro biasa berjalan selama setengah jam hingga sampai pada gedung tempat mereka berlatih. Mereka menggunakan tempat parkir dari gedung tersebut sehingga mempunyai ruang kosong yang cukup untuk Nick apabila ia berhasil menggunakan kekuatan magisnya. Ruang kosong diperlukan oleh calon penyihir karena tidak ada yang tahu apakah kekuatan magis Nick termasuk tipe penyerang ataupun tipe pendukung. Apabila Nick mengeluarkan tipe penyerang yang dapat menghancurkan barang sekitarnya seperti kekuatan elemen api dan elemen listrik.
Hari ini Nick bersemangat bukan hanya karena cuaca yang cerah saja. Namun karena keberadaan Ethan yang bersedia untuk menemaninya belajar ilmu magis. Saat sarapan di pagi hari ini, Ethan menanyakan kepada Nick saat sarapan apakah Nick bersedia bila dirinya ikut mendampingi Nick saat belajar ilmu magis. Dan Nick langsung merespon dengan anggukan penuh semangat.
"Aku rasa dia masokis," kata Pedro pada gadis yang berada di sebelahnya.
"Setelah dilatih fisik dengan begitu keras oleh Ethan, Nick tetap memperlihatkan wajah bahagia saat ini. Kurasa pendapatmu bahwa Nick masokis itu benar," kata Olly pada laki-laki di sebelahnya.
Pedro dan Olly saling berpandangan dengan wajah mengerut kemudian kembali melihat kehebohan yang terjadi di depan mereka berdua. Beberapa puluh meter dari tempat Pedro dan Olly bersantai, Nick berkali-kali dimarahi oleh Ethan karena melupakan prinsip-prinsip magis yang seharusnya sudah terdapat dalam buku ilmu magis dasar. Ethan berulang kali berteriak pada Nick dan Nick hanya tersenyum dengan wajah tanpa dosa.
Pemandangan yang dilihat oleh Pedro dan Olly sudah berlangsung lebih dari satu jam. Pedro bahkan berinisiatif membuat dua buah kursi untuk dirinya dan Olly untuk mengamati Nick yang tak kunjung membuat kemajuan. Sambil memakan dim sum yang dibawakan oleh Olly, Pedro mengomentari Nick dengan intonasi yang dibuat-buat sebuah iklan film di televisi.
"Saat disuruh berkonsentrasi, Nick malah memikirkan makanan. Apabila sekarang Ethan menyuruhnya meditasi seperti ini, apakah yang akan dipikirkan oleh Nick?"
Olly hanya bisa menghela nafas dengan keras. Tidak hanya Pedro, Olly pun sebenarnya sudah cukup pusing saat membantu Nick belajar ilmu magis. Saat Olly menanyakan apakah ada yang ditanyakan oleh Nick tentang buku-buku magis yang dipinjamkan, Nick mengatakan bahwa ia tertidur saat membacanya selama lima menit. Hal tersebut sudah membuktikan bahwa Nick sangat sulit berkonsentrasi pada satu hal satu waktu.
Saat berpikir pada omongan Pedro, Olly tersadar akan sesuatu yang tidak berhubungan dengan Nick yang sedang dilatih oleh Ethan. Gadis itu melirik ke arah Pedro, lalu ke arah kotak makan yang berada di atas meja, di samping tempat duduknya. Olly langsung membelalakan mata dan Pedro yang melihat perubahan ekspresi Olly langsung mengucapkan kata "Oops".
"Pedro! Kenapa kamu memakan semua dim sum yang aku buat untuk makan siang kita semua?!"
"Tapi kan aku bosan hanya melihat mereka berlatih saja dari sini."
"Aku membuatnya semalaman dan kamu menghabiskannya begitu saja! Awas kamu, Pedro!"
Mendengar suara Olly yang berisik dari kejauhan, Nick membuka salah satu matanya yang seharusnya tertutup karena sedang bermeditasi. Namun pergerakan kecilnya itu membuat Ethan berdeham beberapa kali sambil melihat Nick dengan pandangan tajam.
"Ethan… aku tidak yakin hal ini akan berhasil," kata Nick dengan nada memelas.
"Kamu selalu mengatakan tidak berhasil untuk semua yang kamu lakukan."
"Aku sebenarnya orang yang optimis. Tapi aku sudah berusaha berkali-kali dan tidak bisa."
"Kamu baru saja membuat cabang dalam pikiranmu."
"Bahkan aku membayangkan makanan yang dibawa oleh Olly. Saat menciumnya saja aku sudah tahu makanannya akan enak. Sulit sekali melupakannya."
"Nick Halberd!"
Nick membuka kedua matanya dengan segera saat Ethan meneriaki namanya. Ia mendongak dan mendapati Ethan sedang memandangnya dengan mengernyitkan dahi.
"Apakah begitu sulitnya membayangkan kamu sedang berada di dalam hutan dan membayangkan satu demi satu makhluk hidup yang bergerak ke arahmu? Aku sedang membantumu untuk merasakan potensi kekuatanmu dan mengapa kamu membayangkan sebuah makanan?!"
Ethan menarik nafas panjang setelah ia menyelesaikan kalimat panjang yang ditujukan pada Nick. Sambil menepuk kepalanya sendiri Ethan memejamkan mata karena tidak kuat melihat wajah Nick yang tampak tak berdosa di hadapannya. Wajah Nick tampak sangat santai. Ia tersenyum lebar hingga menampakkan giginya.
"Aku melihat seekor tupai, tapi tupai itu membawa sebuah anggur. Karena fokusku pada anggur tersebut, entah kenapa aku menjadi lapar. Lalu Olly berteriak sehingga aku mengingat makanan yang dibawa oleh Olly," kata Nick sambil meruncingkan mulutnya dan memutar bola ke arah atas. Memperlihatkan wajah yang tidak merasa bersalah sama sekali.
"Hari ini cukup sampai sekarang saja," kata Ethan sambil berjalan ke arah Pedro dan Olly tanpa menunggu Nick.
Nick langsung beranjak dari posisi duduk bersilang dan berlari menyusul Ethan. Ia belum bisa menghilangkan senyuman pada wajahnya saat memandang Ethan, Pedro maupun Olly.
Semua orang selain Nick akan menganggap bahwa Nick terlalu senang dengan kehadiran Ethan untuk melatihnya tentang ilmu magis. Padahal Nick memikirkan hal lain. Ia begitu senang setelah berbaikan dengan Ethan sehingga tidak bisa berhenti membayangkan kejadian kemarin malam. Bukan hanya membuat pelatihan hari ini menjadi lebih sulit, Nick membuat dirinya terdistraksi dari kehidupan nyata.
"Hei, Nick. Kamu tidak mau makan?" tanya Pedro saat melihat Nick lebih memilih untuk memandangi Ethan yang sedang membuka kotak makanannya dibandingkan mengambil kotak makanan di atas meja.
"Ah…. Ya, Pedro? Tentu saja aku mau makan."
Olly memandang keanehan pada tindakan Nick dengan mata skeptis. Melihat keanehan tindakan Nick yang masih aneh saat makan siang, Olly mencurigai sesuatu terjadi di antara Nick dan Ethan sebelum ini. Bagaimanapun Olly mengetahui bahwa Nick menganggap Ethan lebih spesial dari semua orang terdekatnya saat ini.
Pedro membuat dua kursi tambahan yang diletakkan saling berseberangan dengan tempat duduk yang sudah diduduki olehnya dan Olly. Ia bahkan membuat meja supaya keempat orang di sana dapat memakan makan siangnya dengan nyaman. Di saat melahap nasi campur yang dibawa oleh Olly, Pedro tersadar akan sesuatu sehingga ia memukul meja hingga menimbulkan suara yang menarik perhatian.
"Oh…. Aku baru sadar. Mengapa Nick tidak memanggil temannya saja untuk mengajarinya?"
Ketiga orang yang sedang duduk dan memakan makan siangnya langsung melihat pada arah datangnya suara. Perkataan Pedro membuat Ethan dan Olly bertanya-tanya. Sedangkan Nick langsung memperlihatkan wajah ingin membungkam mulut Pedro.
"Teman?" tanya Ethan melihat ke arah Nick.
"Ah…. Iya… temanku…."
"Namanya Near kalau tidak salah. Ia sudah mengenal Nick sejak kecil," kata Pedro lalu melahap makanannya kembali.
Nick menoleh ke arah Pedro dengan membelalakan mata namun Pedro hanya memperlihatkan wajah yang kebingungan. Nick menggigit bibirnya. Ia baru saja membayangkan bahwa Ethan akan kembali marah padanya sebentar lagi.