"Jadi kalian datang ke Desa Kukree untuk menemui orang itu?" tanya Ethan tidak dapat melepaskan pandangan tajam dari posisi Nick yang berada di sebelahnya.
"Ka….mi…. Sebenarnya…."
"Nick tidak sengaja bertemu dengan teman lamanya, Ethan. Bahkan awalnya orang itu tidak mengenal Nick sama sekali," jawab Pedro yang mulai menyadari gelagat Nick yang agak panik.
"Jadi sekarang orang itu sudah tahu?"
"Ethan! Aku sudah meyakinkan Near bahwa aku sedang menyamar di sini, jadi aku yakin dia tidak akan memberitahukan apa-apa kepada orang lain. Aku yakin dia tidak akan membahayakan sama sekali. Aku yakin ia akan bisa bekerja sama bila kita mengatakan rencana kita padanya."
"Bahkan aku belum bicara apa-apa…."
Nick mengedipkan kedua matanya berkali-kali. Ia baru sadar bahwa ia panik Ethan akan membentaknya kembali seperti kemarin sehingga ia memilih untuk mengantisipasinya dengan mengatakan alasannya dengan non stop.
"Aku hanya takut kamu marah lagi seperti kemarin, Ethan…"
Akhirnya Olly mengerti apa yang terjadi pada Nick dan Ethan dari percakapan yang terjadi di sela makan siang itu. Setelah bingung dengan topik Desa Kukree yang tiba-tiba diutarakan oleh Ethan, Olly mendapatkan detil dari Pedro mengenai rencana Nick dan Pedro dari awalnya ingin membantu kedai ibunya hingga Ethan hampir mengusir Nick.
Walaupun Olly pun cukup kaget mengenai Ethan yang marah hingga melakukan pengusiran, Olly mengakui bahwa ia pun akan menggunakan cara yang sama untuk mendisiplinkan Nick. Setelah dua tahun mengenal kepribadian seorang tuan putri di seberang tempat duduknya itu, Olly merasa bahwa Nick bukan orang yang menurut begitu saja dengan mudah. Bahkan Nick lebih memilih untuk melakukan hal yang salah dan belajar dari kesalahannya dibandingkan mendengarkan orang lain dan belajar dari kesalahan orang lain. Jadi Olly tidak aneh bila Ethan akan memarahi Nick kembali saat ini. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
"Kalau kamu ingin berlatih magis dengan temanmu itu, silahkan saja."
Ketiga anak muda yang berada di dekat Ethan langsung memperlihatkan wajah terkejut. Nick dan Pedro yang begitu takut akan kemarahan Ethan masih tidak percaya bahwa Ethan membiarkan Nick menemui Near kembali. Sedangkan Olly tidak percaya bahwa Ethan membiarkan orang lain masuk ke dalam rencana mereka yang sudah dijaga kerahasiaannya selama dua tahun ini.
"Ethan… apakah tidak salah kamu membiarkan seseorang mengetahui rencana kita?" tanya Olly.
"Apabila orang tersebut bisa membantunya belajar ilmu magis, hal tersebut akan membantu rencana ini dengan lebih baik," kata Ethan membahas Near dengan nada yang santai.
Perlahan-lahan sebuah senyuman terukir di wajah Nick karena Ethan tidak marah sama sekali dan bahkan membiarkan Near untuk membantunya dalam belajar ilmu magis.
"Aku yakin bisa banyak belajar dari Near!"
Setelah makan siang, rencana melanjutkan pelatihan ilmu magis untuk Nick menjadi berubah. Nick menghubungi nomor telepon yang berada di artikel yang ia cari mengenai kerajinan tangan anak-anak Desa Kukree. Sebelum ini ia menghubungi nomor itu dan langsung ditolak mentah-mentah saat menanyakan tentang kerajinan tangan itu. Namun kali ini Nick mengetahui apa yang harus ia katakan supaya tidak ditolak kembali.
"Saya Nick, teman lama dari Near Geraldine. Apakah Anda bisa menghubungkan telepon ini kepadanya?"
Pertanyaan Nick disambut dengan baik oleh orang yang menerima teleponnya. Nick langsung menoleh ke arah Pedro dan menaikkan ibu jarinya sebagai tanda rencananya berjalan cukup lancar.
Sementara Nick dan Pedro menghubungi Near, Olly mendekati Ethan yang sedang berdiri sendirian di ujung tempat parkir. Ethan melihat pemandangan Kota Windhill dari lantai tujuh bangunan yang tidak terpakai itu. Beberapa bangunan lebih tinggi dari tempat Ethan berpijak namun lebih banyak pemandangan yang bisa dilihat oleh Ethan di bawah posisinya. Ethan melihat sebuah kota yang begitu ramai dengan manusia yang melakukan aktivitasnya masing-masing di bawah sana. Entah sedang berjalan, menyetir mobil, maupun berjualan di toko-toko yang berada di sekitar gedung.
Ethan menoleh saat Olly sudah berada di sampingnya. Olly memperlihatkan wajah penuh tanda tanya sehingga Ethan sudah mengetahui apa yang ingin dibicarakan oleh gadis di sampingnya itu.
"Aku hanya berusaha memberikan rasa percaya padanya, seperti yang kamu katakan dulu," kata Ethan mendahului pertanyaan Olly.
"Tetap saja. Melibatkan orang luar yang tidak kamu kenal. Kamu tidak seperti seseorang yang kukenal."
"Tentu saja. Bahkan sampai sekarang pun aku mempertanyakan tindakanku sendiri. Namun mungkin saja hal ini akan mempermudah segalanya."
"Bahkan kamu tidak yakin sama sekali terhadap hal ini. Apakah terjadi sesuatu hingga kamu mengganti rencanamu?"
Pertanyaan Olly tepat sasaran sehingga Ethan harus mempersiapkan diri dengan menghela nafas panjang.
"Aku tidak dapat menemukan informasi sama sekali mengenai situasi kerajaan. Bahkan aku mencari ke Kota Truncheon. Tapi aku malah mendapatkan informasi lain." Ethan mengernyitkan dahinya dan melipat tangannya di dâda. Ia terlihat akan mengucapkan perkataan yang lebih serius sehingga Olly memperhatikannya dengan seksama. "Ada informan yang mengatakan bahwa ia melihat Behdad Shahzard di kota ini. Ia adalah ahli kimia Kerajaan Alexandria dan sempat menjadi buronan dua tahun lalu. Dan ia juga asal muasal dari pemberontakan yang mengakibatkan Putri Charlotte keluar dari Kerajaan Alexandria."
Mendengar begitu banyak istilah rahasia yang dikeluarkan oleh Ethan, Olly menjadi waspada dan melihat ke sekitar. Walaupun Olly pun tahu bahwa Ethan tidak akan sembarangan mengatakan hal rahasia tanpa memastikan sekelilingnya terlebih dahulu.
"Di Kota Windhill? Buat apa ia berada di sini?"
"Sebenarnya aku tidak yakin dengan informasi yang satu ini. Namun aku masih harus mengantisipasinya dengan mengeceknya sendiri. Ada yang mengatakan bahwa Behdad berada di klub naungan Irvine Foremit."
Nama Irvine Foremit membuat Olly tidak tenang. Bila tidak terpaksa, Olly tidak ingin berurusan langsung dengan orang bernama Irvine tersebut. Tidak hanya Ethan dan Olly, hampir semua penduduk Kota Windhill mengetahui nama tersebut. Irvine Foremit dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses. Namun ia lebih terkenal lagi di kalangan penyihir. Banyak penyihir yang tertangkap oleh Exterminator di dalam klub yang dikelola Irvine sehingga sebisa mungkin para penyihir tidak ingin terlibat dengannya.
"Semua yang berurusan dengan Irvine tidak memberikan hasil yang baik, Ethan."
"Ya…. Oleh karena itu aku ingin tahu apa yang terjadi dengan orang-orang kerajaan itu setelah mereka keluar dari Kerajaan Alexandria."
Olly langsung menangkap benang merah antara perkataan Ethan barusan dan apa yang ditanyakan dalam pikirannya di awal pembicaraan. Behdad Shahzard dan Near Geraldine. Kedua orang yang dibahas oleh Ethan saat ini mempunyai kesamaan yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
"Jadi kamu akan mencari tahu tentang kerajaan dari teman Putri Charlotte?"
Ethan mengangguk atas pertanyaan Olly namun tidak terlihat yakin. Untuk kedua kalinya Ethan menghela nafas dan terdiam beberapa saat. Olly melihat gelagat Ethan dan berusaha menerka kekhawatiran dari laki-laki di sebelahnya itu.
"Kamu khawatir tentang dirinya kan?" tanya Olly sambil menunjuk ke arah Nick dengan gerakan kepalanya.
"Kamu tahu sendiri kan isi pikirannya. Bukan hanya tidak bisa dikendalikan, tapi juga bisa membuat kekacauan dalam rencana ini." Kali ini giliran Olly yang mengangguk atas perkataan Ethan. "Aku tidak yakin. Tapi lebih baik mencari tahu pada orang yang lebih mudah diawasi dibandingkan dengan langsung memastikan sendiri ke tempat Irvine."