Perbincangan yang dilakukan oleh Nick dan orang yang diteleponnya berlangsung sangat cepat. Pada awalnya Nick sudah mengantisipasi bahwa Near akan marah dengan perlakuannya saat terakhir bertemu. Namun tanpa diduga Near langsung menyetujui saat diminta bertemu kembali.
Sesuai dengan instruksi Ethan sebelumnya, Near akan diminta bertemu dengan Ethan untuk membicarakan beberapa hal. Jadi Nick menanyakan ketersediaan waktu dari Near untuk bertemu dengan Ethan. Dan lagi-lagi Nick tidak menyangka respon dari Near. Near bahkan menawarkan diri bahwa ia bisa bertemu dengan Ethan hari itu juga.
"Wow, Near bisa bertemu hari ini juga. Bagaimana denganmu, Ethan?" tanya Nick saat menghampiri Ethan dan Olly. Membuat percakapan serius dari kedua orang yang dihampiri oleh Nick itu terhenti.
"Bisa. Aku bisa menemuinya sehabis mengantar Olly."
Setelah mendapatkan nomor telepon Near, Nick pun menjadi lebih mudah untuk memberikan informasi mengenai tempat dan waktu pertemuan setelah berdiskusi dengan Ethan. Di tengah-tengah memberikan informasi pada Near, Nick memikirkan jawaban dari Ethan yang dengan mudah menyetujui pertemuan pada hari itu. Baik Near maupun Ethan memberikan respon yang di luar ekspektasi Nick. Walaupun Nick cukup senang dengan respon yang positif tersebut, namun respon itu membuatnya cukup kebingungan.
"Apakah Ethan dan Near akan baik-baik saja bila bertemu satu sama lain?" gumam Nick dalam hati.
Jadwal hari itu yang asalnya dipakai untuk latihan ilmu magis menjadi berubah. Nick, Ethan, Pedro dan Olly memasuki mobil yang diparkir di lantai yang sama dengan lantai yang dipakai oleh Nick untuk latihan. Lalu mobil yang dikendarai oleh Ethan itu pun menuruni gedung sebanyak tujuh lantai sampai akhirnya melaju keluar gedung untuk berbaur dengan mobil-mobil lainnya di jalanan.
Tujuan pertama adalah kampus tempat Olly bersekolah. Asalnya Olly sudah akan berjalan sendiri dan menaiki bus untuk mencapai ke kampusnya. Namun perubahan jadwal hari ini telah mempermudah transportasinya. Lalu tujuan kedua adalah kafe yang berada di samping kedai Sasha. Sementara Nick dan Ethan menemui Near di kafe tersebut, Pedro bisa membantu kedai Sasha sehingga tidak kebingungan karena tidak bersama dengan Nick, orang yang hampir selalu berada bersamanya kemana pun ia pergi.
Tidak lama setelah Nick mengambil tempat duduk di paling pojok dalam kafe, Near terlihat dari pintu kafe dengan gerakan bola mata yang sedang mencari-cari ke seluruh ruangan. Untuk mempermudah pencarian Near, Nick melambaikan tangannya dari kejauhan. Pada awalnya Near tersenyum ke arah orang yang dikenalnya itu, namun ia langsung memasang tampang serius ketika laki-laki yang duduk di samping Nick sedang memperhatikannya dengan pandangan tajam.
"Perkenalkan, Near. Ini pamanku, namanya Ethan Halberd. Dan ini temanku, namanya Near Geraldine," kata Nick berusaha menyembunyikan identitasnya sesuai dengan perjanjian dirinya dengan Near saat telepon tadi.
Near melihat ke arah Ethan dengan senyuman gugup dan mengangguk sopan. Ethan membalas anggukan Near tanpa tersenyum. Walaupun Near merasa orang yang berada di dekat Nick ini lebih sopan dibandingkan Pedro sebelumnya, pandangan Ethan terhadapnya membuatnya tidak nyaman. Ethan sama sekali tidak melepaskan pandangan dari Near walaupun mereka sudah berjarak satu meja sekalipun.
Tidak hanya Near yang terlihat gugup, namun Nick ikut gugup karena Ethan memberikan aura yang mengintimidasi. Keheningan terjadi beberapa saat sehingga mau tidak mau Nick menginisiasi percakapan untuk mencairkan suasana.
"Kamu bisa pilih-pilih makanan terlebih dahulu," kata Nick memberikan buku menu yang berada di hadapannya kepada Near.
"Ah, iya. Aku sudah makan. Jadi aku akan membeli minum saja," kata Near merespon gadis di seberangnya sambil tersenyum gugup.
Setelah Near memesan minuman, ia berusaha membalas pandangan Ethan dengan sesekali melihat ke arah Nick yang tersenyum dengan terpaksa. Nick juga melihat ke arah Near sambil sesekali melihat Ethan yang tak kunjung memberikan respon apa pun pada orang di seberang tempat duduknya.
"Kita harus berbicara di tempat lain sehabis ini. Jadi kita akan mengundangmu ke apartemen Ethan. Bukan begitu, Ethan?" tanya Nick sambil melihat ke arah Ethan dengan mata penuh berharap. Berharap Ethan memperlihatkan sedikit kehangatan pada teman lamanya. Namun Ethan hanya mengangguk ringan.
"Baiklah… aku juga tidak ada jadwal apa-apa hari ini."
Ethan menangkap respon dari Near sebagai informasi untuk rencananya. Sejauh yang telah ia amati, Near bukan orang yang mudah percaya dengan orang baru karena terlihat sangat hati-hati saat berbicara. Terlepas dari segala ketidakpercayaan Ethan terhadap kompetensi Near, Ethan merasa lebih tenang karena tidak harus berurusan dengan karakter yang seperti Nick kembali. Ethan tidak bisa membayangkan bila dirinya harus memberitahu dua orang Nick yang mudah percaya pada orang lain tapi sangat sulit untuk diberitahu.
"Ok. Kalau begitu kami akan membawamu ke apartemen Ethan. Bukan begitu, Ethan?"
"Buat apa kamu mengulanginya kembali. Sudah jelas kamu sudah mengatakannya di awal."
Sementara itu Near melihat Ethan sebagai saingan berat dalam mendekati Nick. Dibandingkan dengan teman dekat Nick yang ditemuinya saat berada di Desa Kukree, tipe seperti Ethan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berada di dekat Nick. Ethan terlihat seperti seseorang yang dapat diandalkan, terutama untuk melindungi seorang tuan putri seperti Nick. Bukan hanya dari usia, namun Near juga bisa merasakan bahwa Ethan mempunyai pembawaan yang bisa mengintimidasi orang yang ditemuinya. Near melihat Ethan sangat cocok bila mempunyai tugas sebagai seorang pelindung tuan putri.
Di sisi lain, Near juga melihat perbedaan sikap antara Nick bersama orang di sampingnya saat ini dan saat Nick bersama temannya di Desa Kukree kemarin hari. Nick sangat hati-hati terhadap ucapannya, namun tidak jarang juga Nick begitu santai berbicara walaupun orang di sampingnya tidak ramah. Padahal saat menjadi tuan putri, Putri Charlotte akan selalu mengomel saat ada orang yang ketus terhadapnya. Namun saat ini Nick bisa semudah itu memberikan senyuman walaupun orang yang menjadi lawan bicaranya berbicara ketus.
Satu hal lain yang mengganggu Near juga adalah nama dari orang yang berada di samping Nick. Ethan. Tentu saja Near mengetahui nama itu karena Putri Charlotte menyebut nama tupainya berkali-kali padanya. Dan bisa dibilang saat itu hanya ada dua nama yang biasa disebutkan Putri Charlotte. Putri Alice dan Ethan. Dan karena salah satu nama yang berada dalam pikiran Putri Charlotte adalah Ethan, orang yang berada di samping Nick saat ini begitu mengganggu pikiran Near.
"Kedai sebelah adalah milik Ibu dari teman kami. Jadi asalnya aku mau memasukan karya tangan anak-anak Desa Kukree ke kedai tersebut, Near," kata Nick berusaha menginisiasi percakapan di setiap kesempatan yang ada dalam keheningan menunggu makanan tiba.
"Ah… ya… kamu bisa mendapatkan suplai dari tempat yang lain. Tidak harus dari Desa Kukree."
Near refleks tersenyum saat melihat Nick berbicara. Namun saat ia menoleh, senyumannya langsung hilang karena Ethan memperhatikan semua gerak-geriknya. Termasuk respon Near terhadap ucapan Nick.