"Bila tidak bersalah, mengapa kalian kabur seperti ini?" tanya salah satu dari gerombolan pemuda yang mengejar Putri Charlotte, Near dan Darren.
Bukankah bila tetap berada di asrama pun kalian akan tetap menyerang kami? Tapi apa gunanya berdiskusi dengan mereka. Pasti mereka akan berusaha memutarbalikan fakta, pikir Near dalam hati sambil memapah Putri Charlotte untuk menjauhi gerombolan yang mendekati mereka.
"Dan apa yang Anda lakukan di sini, Tuan Putri? Membantu pengkhianat ini untuk kabur?" kata pemuda yang lain sambil mendekati Putri Charlotte.
Near yang mulai panik langsung menabrakkan diri kepada pemuda yang hampir saja menjulurkan tangan pada Putri Charlotte. Melihat temannya terjatuh, keempat pemuda lain mulai memukul-mukul Near dengan kayu panjang di tangan mereka. Darren pun berusaha menghentikan perkelahian namun terpental dan terjatuh ke atas tanah.
"Hentikannnn! Pengawaaaal!"
Gerombolan pemuda sempat berhenti memukul dan panik melihat ke sekitar saat mendengar teriakan Putri Charlotte tapi tidak ada satu pun pengawal yang berada di sana. Pemuda yang awalnya terjatuh kemudian mendekati tuan putri Alexandria kembali dengan wajah meremehkan. Darren langsung beranjak ke depan Putri Charlotte untuk menghalangi si pemuda yang akan mendekati Putri Charlotte. Namun badan Darren terlalu kecil sehingga sangat mudah dijatuhkan kembalu begitu saja oleh pemuda itu.
"Percuma saja kalian berteriak dan melawan. Pengawal Anda sudah lama pergi setelah berhasil menangkap para pengkhianat. Sekarang Anda bisa melihat keluarga pengkhianat lain diadili di sini," kata si pemuda sambil menarik baju Putri Charlotte dengan kasar.
Melihat perlakuan kasar pada tuan putrinya, Near yang menerima pukulan bertubi-tubi tak bisa menahan amarahnya. Karena tak bisa langsung berlari ke arah tuan putrinya, ia memilih cara lain. Ia meregangkan tangan kanannya dan memutarnya searah jarum jam perlahan-lahan. Tangannya bergetar saat berputar seakan ada gaya oposisi yang menahan tangannya.
Dalam beberapa detik kemudian putaran angin bergerak dari tangan Near ke arah pemuda yang sedang menarik tangan Putri Charlotte. Putaran angin yang semakin besar berubah menjadi tornado seukuran manusia dan membuat si pemuda itu berputar-putar di tempat. Tornado itu seakan memerangkap si pemuda, kemudian melemparkannya ke arah pohon terdekat yang berada di samping mereka. Seketika pemuda itu tidak sadarkan diri.
Semua mata terbelalak melihat kekuatan magis yang berada di lapangan itu. Pasalnya para pemuda dan Darren tahu bahwa Putri Charlotte tidak bisa mengeluarkan kekuatan magis dan orang-orang yang berada di sana hanyalah seorang pegawai kerajaan yang seharusnya berasal dari rakyat biasa dan tidak mempunyai kekuatan magis.
Sementara itu Putri Charlotte terkejut bukan karena kekuatan magis yang dihasilkan oleh Near tapi amarah yang tak pernah dilihatnya sebelum ini.
Near berhasil bangkit dari pukulan yang diterima dan langsung meninju salah satu pemuda di sekitarnya. Dari sorot matanya, amarahnya seakan tak bisa dipadamkan.
"Di...dia yang mengeluarkan kekuatan!" kata salah satu pemuda yang sempat melihat pergerakan tangan Near.
Tepat saat Near mau mengeluarkan tornado keduanya untuk melawan dua orang di depannya sekaligus, seorang pemuda memukul jatuh Near dari belakang. Kali ini Near tidak bisa melawan karena tangannya langsung dipegang erat oleh dua badan orang dewasa.
"s****n! Ternyata keluarga Geraldine selama ini mempunyai kekuatan magis! Mereka adalah mata-mata dari istana!"
Tak hanya badannya yang babak belur, kali ini para pemuda juga memukul wajah Near
Putri Charlotte mengalihkan pandangan dari perkelahian di hadapannya karena tidak tahan melihat temannya yang tidak bisa melawan kekuatan fisik keempat pemuda yang sedang memukulnya. Gadis itu hanya bisa berdoa dan meminta keajaiban supaya Near tidak disakiti lebih parah lagi.
"Seseorang tolonglah kami..."
Tampaknya doa Putri Charlotte langsung terkabulkan karena tiba-tiba saja semua pemuda yang menyerang Near seperti terlempar satu per satu ke tanah. Begitu salah satu dari mereka beranjak bangun, sebuah tombak panjang tiba-tiba muncul perlahan dan mengarah pada leher si pemuda tersebut. Kemunculan tombak panjang juga diiringi dengan sosok Leslie yang terlihat sedikit demi sedikit mulai dari tangannya yang sedang memegang tombak, kepala, badan hingga kaki yang sedang menginjak badan si pemuda.
"Berani-beraninya kalian berniat membuat Tuan Putri terluka! Besok pagi kalian berlima harus berada di alun-alun kerajaan. Bagi yang tidak datang, pengawal akan menggusur kalian ke hutan di luar kerajaan," kata Leslie sambil melihat satu per satu pemuda yang sudah tidak berkutik.
Tidak lama kemudian, empat pemuda yang awalnya berani menjadi lari terbirit-b***t sambil memapah satu pemuda yang sudah tak sadarkan diri. Leslie menoleh ke arah Putri Charlotte dengan wajah khawatir.
"Semangat melindungimu memang sama seperti ibumu. Tapi umurmu memang masih terlampau muda untuk menanggung semua ini," kata Leslie dengan volume yang ditujukan hanya kepada Putri Charlotte.
Namun Putri Charlotte menoleh ke samping dengan kebingubgan. Ia tidak merasa perkataan Leslie ditujukan padanya, tapi sepasang mata khawatir terus memandanginya.
"A...ku tidak mengerti. Kenapa kamu membicarakan ibuku? Kenapa aku masih terlalu muda? Untuk menanggung apa?"
Leslie menjawab pertanyaan Putri Charlotte hanya dengan senyuman. Lalu wanita yang memakai baju pengawal saat berada di luar gedung kerajaan itu berjalan ke arah Near.
"Ayahmu merupakan buronan kerajaan dan kamu menyembunyikan kekuatanmu dan menjadi pegawai kerajaan selama ini. Kira-kira hukuman apa yang pantas untukmu?"
Near tidak takut mendengar perkataan Leslie yang tajam itu. Justru ia memandang Leslie kembali dengan tajam.
"Pengawal kerajaan tidak dapat menjaga Tuan Putri dengan benar. Kira-kira apakah pantas ia menjadi senior dari para pengawal, bahkan menjadi pemimpin kerajaan?"
Mendengar perkataan sinis dari Near, Putri Charlotte dan Darren saling berpandangan. Menurut mereka apa yang dikatakan oleh Near tidaklah salah. Tapi Putri Charlotte merasa Near terlalu berani berucap padahal Near terlihat sedang membahayakan keselamatan seorang tuan putri di hadapan seorang pemimpin kerajaan.
"Hmf… besar juga nyalimu, Nak. Sejujurnya saya telah mengamati kalian sejak Putri Charlotte terjatuh karena luka pada tumitnya."
Near berusaha bangun dari posisi duduknya dengan wajah babak belur dan mendekati Leslie dengan penuh amarah. Saat Near memberikan serangan angin yang bentuknya seperti sabit kepada Leslie, orang yang diserang tiba-tiba menghilang.
"Pengawal macam apa yang pengecut sepertimu?!" teriak Near dengan marah namun tidak berlangsung lama karena Leslie menarik baju Near dan mengangkat badannya hingga laki-laki itu tidak dapat menapak di tanah.
"Tentu saja luka pada tumitnya adalah salahmu yang menyuruhnya berlari. Tapi selain itu, aku menjaga Putri Charlotte dengan benar. Bukankah begitu, Tuan Geraldine?"
Near terdiam sejenak. Selama perkelahiannya dengan para pemuda tadi, Putri Charlotte memang belum sempat terluka. Dan sebenarnya yang terluka hanyalah dirinya dan Darren.
"Apakah kamu sudah mengerti, Nak? Aku tidak bertugas menjagamu dan temanmu juga, kan?"
"Leslie, tolong hentikan…" kata Putri Charlotte dengan wajah yang sudah ketakutan saat melihat teman baiknya bisa saja dilempar oleh Leslie setelah diangkat dengan mudahnya.
"Tenang saja, Tuan Putri. Saya hanya ingin tahu seberapa jauh anak ini bisa melindungi Tuan Putri. Namun sayangnya ia belum bisa mengontrol emosi dan kekuatannya dengan optimal."
Dengan perkataan Leslie barusan barulah Putri Charlotte dan Near menyadari bahwa Leslie sedang menilai Near bila diangkat sebagai pengawal kerajaan. Sebelum diberikan tanggung jawab untuk memimpin kerajaan, Leslie juga dikenal sebagai kepala pengawal kerajaan yang sering menjadikan rakyat biasa menjadi pengawal kerajaan. Apalagi Near bisa menggunakan kekuatan magis seperti Leslie, pastilah Leslie mempertimbangkan talenta yang ada pada diri Near.
"A...aku akan berlatih. Aku akan belajar mengontrol emosi. Berikan aku kesempatan untuk menjadi bagian dari pengawal kerajaan," kata Near menurunkan nada bicaranya.
Leslie tertawa kecil mendengar perkataan Near. Akhirnya ia menurunkan kembali Near ke atas tanah sambil memandangnya tajam.
"Tidak bisa. Kamu tidak lulus…. Tapi aku akan membiarkanmu hidup. Kamu sudah harus bersyukur."
Perkataan Leslie lagi-lagi membuat Near terdiam dan berpikir kembali. Bagaimana pun Leslie memang tidak bersalah terhadap Putri Charlotte sama sekali. Sedangkan dirinya bersalah terhadap kerajaan karena menjerumuskan Putri Charlotte pada kejadian hari ini.
"Aku… akan pergi dari Alexandria."
"Leslie… apakah tidak ada cara lain untuk melindungi Near? Ia bahkan hampir merelakan nyawanya demi tuan putrinya sendiri."
"Ya… saya pun berpikir seperti itu, Tuan Putri." Leslie mengamati wajah remaja laki-laki di hadapannya dengan seksama, lalu mengangkat kedua alisnya. "Saya bisa menyusupkan anak ini ke dalam truk bahan baku khusus yang biasa dikirimkan ke kota Windhill."