“Selamat siang,” terdengar suara seorang pria yang baru tiba di depan FO.
Amel yang sedang menunduk, mengangkat wajah dan melihat seorang pria muda berdiri di hadapannya sambil tersenyum ramah. Amel langsung berdiri tegak dan membalas senyuman pria di hadapannya. “Selamat siang juga, ada yang bisa dibantu?”
Sesaat pria itu mengernyitkan kening. Dia merasa seperti pernah bertemu dengan Amel, akan tetapi lupa di mana tepatnya. “Masih kamar atau bungalow yang kosong? Saya dan beberapa teman ingin menginap di sini,” ujar pria itu cepat karena melihat Amel menunggu jawabannya.
“Masih ada. Mas berencana menginap berapa hari?”
“Boleh saya tau kamar mana aja yang masih kosong? Atau lebih baik lagi kalo ada bungalow. Kami berempat Mbak.” Pria itu sedikit gugup karena mata Amel menatap lekat di