Di depan dinding kaca yang bercahaya biru, Lithar duduk membelakangi dinding dengan salah satu kakinya didekatkan ke dadanya dan satunya diluruskan ke depan, sementara satu tangannya di atas lutut, sedang tangan satunya menyentuh lantai yang terbuat dari logam. Dia menatap langit-langit yang terlihat sangat tinggi. Wajahnya menunjukkan dirinya sedang memikirkan sesuatu.
“Kuyakin kau pun pasti ingat, Shein… Para photoner yang mendambakan kekuatanmu. Mereka berusaha menciptakan tiruanmu, tetapi gagal. Tapi Shein, tanpa melakukan itu pun, ada sebuah cara untuk memahamimu. Sebentar lagi kita akan jadi satu, Shein.
Taurus berdiri di depannya, memandang dinding kaca itu dengan tatapan kosong. Dia mendengarkan kata-kata Lithar, tetapi tidak memahami maksud dari perkataan pria di depannya.
Lithar mebalikkan tubuhnya, memandang sejenak dinding kaca di belakangnya, lalu dia bangkit dan berjalan mendekati Taurus. “Ayo, Taurus. Ada tugas yang bagus untuk mecoba kekuatan barumu.”
Lithar membuka lubang spiral hitam dengan mengayunkan tangan kanannya ke depan. Taurus mengikutinya dari belakang dan penampilannya kini sangat berbeda.
***
Sementara itu, di salah satu gua bawah laut Planet Uiscela yang didatangi Lunar dan Liccea, kini telah menjadi tempat yang mengerikan. Di ujung gua itu, dibangun laboratorium uji coba sebuah organisasi yang berada dibawah naungan Lithar, yaitu Void. Gua bawah laut yang seharusnya terlihat indah, telah berubah menjadi tempat mengerikan.
Puluhan… bahkan ratusan bola-bola kaca yang menjadi wadah penelitian, berjajar di ujung gua itu. Tersusun rapih membentuk formasi setengah lingkaran hingga bagian langit-langit gua itu, tergantung dengan rapih di sana.
Lunar tidak percaya dengan yang dilihatnya. Beberapa bola kaca itu retak, dan sebagian hancur. Subjek penelitian masih ada di dalamnya, namun mereka semua dalam keadaan mati. Lunar melihat jelas ke dalam bola kaca itu, tengkorak manusia ada di sana. Namun jelas itu bukan manusia biasa, subjek penelitian itu telah diubah menjadi manusia setengah ikan.
“Mereka semua adalah subjek penelitian yang dibuang Lithar. Dia memang suka mempermainkan nyawa sesuka hati,” ujar Liccea yang berada di belakang Lunar. Dia mengaktifkan sebuah panel yang terpasang di tiang batu bagian tengah laboratorium.
“Penelitian yang dilakukan oleh Void?” tanya Lunar. Dia sudah mengetahui tentang organisasi itu saat menemukan lab milik mereka di Planet Orla. Namun baru kali ini dia melihat subjek-subjek penelitian yang masih berada di tempatnya, meski sudah tak bernyawa.
“Kalau kau sudah tahu tentang organisasi itu justru lebih singkat.”
Liccea menekan beberapa tombol yang ada di panel itu, mencari data penelitian yang mungkin masih ada di tempat itu. Lalu mengaktifkan Uricle device di tangannya, lalu wajah Sirin muncul pada layar hologram
“Sirin, aku sudah siap.”
“Iya, tolong tetap hati-hati,” katanya sambil mengakhiri komunikasi dengan Liccea, lalu berpindah menghubungi Lunar yang ada di belakang Liccea.
Lunar memperhatikan sekeliling mereka, berjaga-jaga jika ada seseorang yang berada di pihak Lithar datang.
“Lunar, terima kasih sudah mau membantu. Jika hari ini kita temukan sesuatu, mungkin kita bisa tahu cara melawan Lithar,”
“Sirin, memangnya Lithar itu siapa?”
“Empat puluh tahun lalu, waktu Arz melawan Ildar, itu masa-masa yang sangat berantakan. Lalu yang membantu Arz melalui bantuan bersyarat adalah organisasi Void, yang kini dijalankan Lithar.”
“Bantuan bersyarat? Apa maksudmu?”
“Ketaatan mutlak dari enam dewan penjaga. Sampai sekarang pun, mereka masih menaati Void. Lalu, pemimpin Void yang berhasil membangkitkan kekuatan Arz, dia langsung menjadi orang paling berkuasa. Bahkan komandan dewan penjaga pun tak dapat membantah perintah darinya. Kemudian Lithar menggantikan orang itu dengan tujuan lain, semua yang dilakukannya itu semata-mata hanya untuk bisa mendekati Shein.”
Lunar berpikir dalam-dalam, mencerna semua kata-kata Sirin. Dia tak mengerti dengan apa yang telah terjadi. Lunar penasaran dengan Lithar yang melakukan berbagai percobaan k**i.
“Kenapa Lithar begitu terobsesi untuk mendekati Shein?”
“Benar juga, mungkin sudah waktunya kau tahu. Shein memiliki pengetahuan akan masa lalu, masa kini, dan masa depan semesta. Bisa disebut dia adalah maha tahu.”
“Mengetahui segala hal di semesta? Kau serius dengan itu, Sirin?”
“Tentu saja, karena dia itu bukanlah manusia. Sosok aslinya adalah inti dari kapal induk. Dia adalah core itu sendiri. Setelah jatuh ke tangan Lithar, dia akan menghilang. Artinya, seluruh Armada Uricle akan terkena dampaknya. Jika itu terjadi, semesta takkan mampu melawan Darlz, dan cepat atau lambat, seluruh bentuk kehidupan akan musnah. Sebab itulah Shein meminta bantuan melaluimu.”
“Hah?” Lunar tidak ingin mempercayai kenyataan itu. Kenyataan bahwa bayangan Shein yang sering muncul di hadapannya itu bukan manusia dan meminta bantuannya. “Apa itu benar? Shein meminta bantuan melaluiku?”
“Aku sudah menemukannya, Sirin.”
Suara Liccea mengagetkan Lunar yang pikirannya masih melayang-layang. Setelah mendengar kata-kata Liccea, dia langsung mengakhiri pembicaraannya dengan Lunar, menghentikan penjelasannya, baginya yang terpenting saat ini adalah tentang Lithar dan organisasinya, Void.
“Bagus, kalau begitu langsung kirimkan padaku,” kata Sirin dengan keyakinan penuh.
“Datanya terbilang raksasa. Bisa dikatakan sejarah planet ini sendiri.”
“Ternyata begitu ya, kirimkan semuanya, Liccea.”
Lunar yang sejak tadi mengamati dinding yang ada di belakang tiang batu tempat panel tombol berada, akhirnya dia dapat mengingat garis-garis yang membentuk pola segi enam. Simbol itu sangat mirip dengan yang ada di kalungnya, “Simbol itu…”
Tiba-tiba gua tempat mereka berada berguncang, mereka berlari mendekati sumber ledakan yang telah mengguncang tempat itu. Lunar terkejut dengan apa yang dia lihat. Dua orang pria berada jauh di depan mereka, dan Lunar mengenal kedua orang itu. Satunya adalah Lithar, dan satunya lagi Taurus.
“Taurus?” gumam Lunar dan Liccea berbarengan.
“Bukan, sepertinya dia berbeda, dia bukan Taurus yang kukenal,” kata Liccea sambil menatap Taurus dengan tatapan ngeri. “Dia… sudah berubah menjadi draykos?”
Lunar memperhatikan Taurus baik-baik, seperti yang telah dikatakan Liccea. Seharusnya Taurus adalah bangsa elf, tapi kini dua buah tanduk telah muncul di kepalanya. “Bagaimana bisa dia berganti ras?”
“Mungkin… itu adalah ulah Lithar?” tanya Lunar yang masih terkejut dengan perubahan Taurus.
Bukan hanya fisik, kekuatannya juga kini berbeda dan menjadi lebih kuat. Sikap Taurus juga telah berubah, Lunar dan Liccea melihat kalau pria itu terlalu menuruti kemauan Lithar. Entah apa yang dilakukan Lithar kepadanya, tetapi mengubah seseorang sampai sedemikian rupa, itu jelas diluar akal sehat mereka.
Lithar dan Taurus berjalan ke arah mereka, terlihat seperti keduanya memiliki rencana berbahaya. Sambil berjalan, Taurus mengeluarkan sihir listrik yang sangat kuat. Menyambar langit-langit gua, menghancurkan apapun yang ada di depannya.
Lunar dan Liccea berpindah tempat, mereka harus bersembunyi dari Lithar.
“Mengagumkan, bakatmu memang dapat diharapkan, Taurus.”
Lithar memandang ke arah reruntuhan empat Lunar dan Liccea bersembunyi, tetapi dia tidak melakukan apapun kepada mereka, dia tetap terlihat tenang.
“Aku bisa melenyapkan tempat ini jika kau mau.”
“Tidak perlu, ini sudah cukup. Kalau tidak memberikan jejak, bisa-bisa Arz akan berhenti menari dalam telapak tanganku,” kata Lithar sambil menggerakkan jari-jari tangannya.
“Begitukah? Aku tidak begitu paham dengan maksudmu.”
“Sudahlah, ayo pergi dari sini.” Lithar memandang sekali lagi ke tempat persembunyian Lunar dan Liccea berada, lalu dia tersenyum tipis dan wajahnya terlihat sangat licik.
“Ya.”
Lithar membuka lubang spiral hitam, lalu mereka berdua masuk ke dalamnya dan menghilang. Setelah keduanya pergi, Lunar dan Liccea keluar dari tempat persembunyian mereka. Keduanya tidak percaya dengan yang baru saja mereka dengar.
Tempat itu bergetar dan mengeluarkan suara gemuruh, disertai batu-batu yang berjatuhan dari atas mereka. “Ayo keluar dari sini, Lunar. Sepertinya tempat ini akan runtuh. Aku tak percaya Lithar bergerak secepat ini. Apakah dia mengetahui kita sedang mengamati laboratorium miliknya?”
“Entahlah, tapi kita harus keluar dari sini terlebih dahulu.”
“Ya, Lunar. Beruntung data-data yang kutemukan sempat kukirim ke Sirin,” ujar Liccea dengan wajah puas.
Dengan kemampuan teleportasi Liccea, mereka keluar dengan cepat saat gua bawah laut itu hancur dalam hitungan detik. Sirin langsung menghubungi mereka untuk memastikan keadaan mereka.
“Kalian berdua sudah cukup berusaha, yang terpenting adalah keselamatan kalian.”
Lunar merasa tidak puas dengan itu, dia merasa seharusnya masih banyak yang bisa mereka lakukan kalau saja Lithar dan Taurus tidak muncul di sana secara tiba-tiba dan menghancurkan segalanya. Selain itu, Lunar masih memikirkan perubahan Taurus.
“Aku gagal menghentikan Taurus saat dia dibawa oleh Lithar.”
“Aku juga mengetahui hal itu, aku melihat semuanya saat Lithar menghentikan waktu. Tapi saat itu aku tidak mau bertindak gegabah.”
“Sirin, apa ada cara untuk menolong Taurus?”
“Maksudmu ke masa lalu untuk menghentikannya?”
“Apa bisa dilakukan?”
“Tidak, hal itu tak bisa terhindarkan. Tak berarti semua bisa diubah. Kau ingat, kau berada di tempat yang sama saat Taurus dibawa oleh Lithar.”
Lunar tertunduk lesu, dia tak ingat kalau itu adalah salah kondisi yang merupakan kelemahan kekuatannya. “Mustahil!”
“Maaf, Lunar. Tapi aku akan mencari cara lain untuk menghentikannya.”
“Ya, tidak apa Sirin.”
“Baiklah, untuk hari ini sepertinya cukup. Kalian bisa kembali ke armada.”
Lunar mengangguk, lalu dia meninggalkan Liccea dan menuju ke kapal kecil yang dia gunakan untuk pergi ke Planet Uiscela. Sementara Liccea masih berdiri menatapnya dari belakang, saat Lunar berjalan meninggalkannya. Sirin masih terhubung dengannya melalui Uricle device miliknya.
“Apa benar-benar tidak ada cara untuk menyelamatkan Taurus? Meski kami berbeda tim, tapi aku sudah mengenalnya sejak lama. Sangat disayangkan jika dia berpaling memihak Lithar.”
“Mau bagaimana lagi, biar kupikirkan cara lain nanti. Nampaknya Lithar berencana memakan planet untuk membuat replika Shein.”
“Replika Shein?”
“Pasti data yang kau dapatkan adalah eksperimen untuk memahaminya. Tapi masalahnya, eksperimen itu sedang dihentikan total.”
“Apa artinya dia tidak butuh tiruan lagi, ya?”
“Benar, mungkin waktu kita semakin menyempit, Liccea. Sudahlah, kau harus kembali ke armada. Jangan sampai ada yang menyadari kalau kau sering melakukan misi sendirian.”
“Ya,” jawab Liccea singkat.
Di dalam kapal, Lunar mengingat semua kata-kata Sirin. Dia masih belum menerima jika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk Taurus. Tetapi dia mempercayai Sirin akan menemukan cara untuk membawanya kembali.