Dua tahun kemudian…
Laki-laki itu menunggu di lobi sebuah perusahaan televisi swasta. Ia mengitari sekeliling, di mana orang-orang masih tampak sibuk hilir mudik kendati waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
Kedua mata laki-laki itu menatap ke arah lift yang berada di ujung lobi. Kotak besi itu memuntahkan orang-orang dan menarik orang-orang lainnya. Dalam gerombolan orang-orang yang keluar dari kotak itu, ia masih belum bisa menemukan orang yang ditunggunya.
Ponselnya berdenting. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan gawainya.
Lara: Baru mau turun lift.
Kamal membaca pesan itu dan memutuskan untuk tak membalasnya. Ia mengembalikan benda pipih itu ke saku celananya dan kembali melempar tatapan ke arah lif