Hasil metadata membuat tuduhan bahwa Deni menyembunyikan halaman selama dua tahun kehilangan dasar. Namun, mereka belum mengetahui mengapa nama Ratri dipilih. Orang yang membuat halaman palsu pasti tahu Arman pernah bertemu perempuan tersebut.
Polisi menemukan kantor baru lembaga pendampingan keluarga tempat Ratri bekerja. Setelah identitas dipastikan, Ratri setuju memberikan keterangan didampingi rekan hukumnya. Deni dan perwakilan keluarga Arman hanya boleh mengikuti sebagian pertemuan agar pertanyaan tetap teratur.
Ratri adalah seorang mediator keluarga. Ia pernah bertemu Arman dua kali, bukan untuk menerima hak pengasuhan, melainkan membantu merancang rencana darurat bagi Kelana. Menurut catatannya, Arman khawatir kedua keluarga terlalu bergantung pada Deni dan saling jarang berbicara.
Pertemuan pertama berlangsung ketika kakaknya Deni masih tinggal di rumah bersama Arman. Mereka pernah kesulitan membagi jadwal perawatan setelah perempuan itu mengalami masa depresi. Arman datang sendirian untuk menanyakan cara meminta bantuan tanpa membuat istrinya merasa dianggap tidak mampu menjadi ibu.
'Dia tidak merendahkan istrinya,' ujar Ratri. 'Dia justru takut semua orang mengambil keputusan di belakangnya. Saya menyarankan setiap rencana tetap dibicarakan saat kondisinya memungkinkan.'
Pertemuan kedua membahas perjalanan kerja Arman. Deni sering menjadi orang yang menjemput Kelana, sedangkan keluarga Arman tinggal lebih jauh. Ratri menyarankan daftar kontak darurat berurutan dan jadwal kabar untuk kedua pihak.
'Tidak ada pembicaraan tentang kematian atau mengambil hak ibu Kelana,' tegasnya.
Gea merasa penjelasan itu penting. Kondisi mental kakaknya Deni tidak boleh digunakan untuk menghapus kedudukannya sebagai ibu, bahkan dalam surat darurat.
'Dia ingin Deni menjadi orang pertama yang menjaga Kelana jika istrinya perlu dirawat,' jelas Ratri. 'Tapi dia juga ingin keluarga dari pihaknya tetap mendapat kabar. Nama saya hanya dicatat sebagai pihak netral yang bisa membantu komunikasi.'
'Pernahkah Arman meminta Anda menjadi wali pengganti?' tanya petugas.
'Tidak pernah. Saya juga tidak boleh mengambil peran itu karena saya bekerja sebagai mediator. Itu konflik peran.'
Ratri membuka catatan pertemuan yang sudah disamarkan dari informasi pribadi lain. Pada halaman terakhir, tulisan tangan Arman menyebut Deni, mamanya Deni, dan orang tuanya sendiri sebagai pihak yang perlu diajak membuat jadwal bersama. Nama Ratri berada di bawah judul pendamping, bukan wali.
Gea membaca salinan tersebut dengan hati-hati. 'Berarti orang yang bikin halaman palsu sengaja memindahkan peran Ibu.'
'Sepertinya begitu.'
Ratri juga pernah menerima pesan anonim seminggu lalu. Pengirim mengaku sedang meneliti layanan pendampingan dan meminta contoh tanda tangannya pada sertifikat lama. Ratri menolak karena permintaan itu tidak wajar. Ia menyimpan pesan dan menyerahkannya kepada polisi.
Pesan dikirim setelah gosip pernikahan Gea muncul, tetapi sebelum amplop tiba di rumah sakit. Pengirim juga menanyakan apakah Ratri masih memiliki catatan keluarga Arman. Ratri menjawab tidak membahas klien lama, kemudian akun tersebut hilang.
'Apakah ada orang dari perusahaan yang pernah meminta berkas?' tanya Deni.
'Tidak ada. Arman membayar konsultasi secara pribadi. Nama perusahaan hanya muncul karena ia meminta pertemuan dekat kantor.'
Petugas memeriksa bukti pembayaran lama dan menemukan alamat surel Arman yang sama dengan cadangan pribadi, bukan surel proyek. Meski demikian, catatan jadwal pernah dicetak oleh Arman sehingga bisa tercampur dengan map kerja.
Ratri juga memperlihatkan format catatan ringkas yang diberikan kepada klien. Di bagian atas memang ada namanya dan kata pendamping. Jika seseorang memotong kolom tersebut, nama Ratri dapat ditempel di bawah judul wali pengganti seperti pada halaman palsu.
'Tanda tangan saya di halaman palsu nggak ada,' katanya. 'Mungkin mereka belum berhasil mendapat contoh.'
Hal itu menjelaskan mengapa hanya nama Ratri yang ditulis, sedangkan tanda tangan di bawahnya milik Arman serta dua saksi palsu. Pembuatnya memiliki informasi pertemuan, tetapi tidak memiliki seluruh dokumen.
Deni bertanya siapa saja yang bisa melihat catatan Ratri. Perempuan itu mengatakan berkas fisik disimpan di lembaga, sedangkan salinan ringkas pernah diberikan kepada Arman. Tidak ada bukti sistem lembaga dibobol.
'Catatan ringkas mungkin tersimpan di komputer Arman atau map proyek yang salah tempat,' ujar Ratri. 'Dulu dia sering membawa dokumen keluarga dan kerja dalam tas yang sama. Saya sudah mengingatkan agar dipisah.'
Laras membenarkan kebiasaan itu melalui telepon. Arman kadang meminta staf mencetak berkas pribadi karena printer rumah rusak. Dengan demikian, nama Ratri bisa terlihat oleh orang yang pernah menangani komputer atau arsip Arman setelah kecelakaan.
'Apa Arman takut seseorang akan mengambil Kelana?' tanya kerabat perempuan.
'Tidak. Kekhawatirannya justru tidak ada cukup orang yang siap membantu. Dia tidak sedang melarikan anak dari salah satu keluarga.'
Jawaban itu meredakan ketegangan. Rencana Arman bukan rahasia perebutan, melainkan permintaan agar keluarga bekerja bersama.
Setelah pertemuan, Ratri menawarkan membantu pertemuan Kelana dengan keluarga Arman hanya jika pendamping yang sekarang menilai pergantian tidak mengganggu. Gea menolak halus untuk saat ini. Kelana sudah mengenal satu pendamping; tidak perlu menambah wajah baru karena dokumen palsu.
'Keputusan yang bagus,' kata Ratri. 'Anak tidak perlu ikut menanggung rasa ingin tahu orang dewasa.'
Ratri menulis pernyataan resmi bahwa dirinya tidak pernah menerima penunjukan sebagai wali. Pernyataan itu disimpan untuk penyelidikan dan kedua keluarga, bukan dipublikasikan. Ia meminta bila nama profesionalnya muncul di akun gosip, keluarga cukup mengatakan dokumen sedang diperiksa tanpa menyebarkan catatan klien.
'Privasi ibu Kelana juga ada di dalam catatan saya,' katanya. 'Kita melindungi dia meskipun sekarang belum bisa ikut bicara.'
Deni menerima. Ia tidak meminta seluruh isi sesi Arman hanya demi memuaskan rasa penasaran.
Dalam perjalanan pulang, Gea memuji keputusan itu. Deni mengakui ingin membaca semuanya, tetapi mengerti tidak semua kebenaran pribadi diperlukan untuk menemukan pemalsu.
Deni berterima kasih lalu pergi bersama Gea. Di mobil, ia mengakui sempat takut Ratri akan datang membawa tuntutan. Gea tertawa kecil.
'Kita bahkan belum kenal dia, tapi pikiran kamu sudah bikin sidang sendiri.'
'Makanya aku diam tadi.'
'Bagus. Ada perkembangan.'
Deni mencubit pelan pipi istrinya. Gea menepis tangannya sambil tersenyum. Ketegangan beberapa hari terakhir sedikit turun karena satu bagian sudah jelas: Ratri bukan wali rahasia.
Di rumah, Kelana sedang menggambar boneka untuk ibunya. Deni membantu menuliskan nama warna di belakang kertas, sedangkan Gea menyiapkan map sesuai arahan dokter. Tidak ada pembicaraan tentang surat di depan anak itu.
Malam hari, pemeriksa dokumen mengirim hasil perbandingan lengkap. Tanda tangan Arman diambil dari laporan proyek, sedangkan tanda tangan Laras berasal dari laporan perjalanan. Tanda tangan saksi kedua disalin dari formulir serah terima arsip yang tersimpan di perusahaan.
Ketiga sumber pernah berada dalam satu ruangan saat proses pemindaian dokumen dua tahun lalu.
Perusahaan ternyata pernah memakai tenaga vendor sementara untuk mengubah arsip kertas proyek Arman menjadi berkas digital setelah kecelakaan.