"Mbak Ale? Kok disini?"
"Gak jadi pindah?"
"Hah?"
Alessa yang baru memasuki ruang instalasi rawat inap bingung, bukannya mendapat sapaan hangat dan sambutan dari rekannya. Alessa justru mendapat pertanyaan mengenai dirinya yang pindah. Memangnya Alessa akan pindah kemana?"
"Pindah?" Tanya Alessa tak mengerti.
"Iya pindah, jadi sekretaris Pak Presdir. Asisten gitu katanya,"
"Apa?" Alessa semakin tak mengerti, "Gak mungkin! Mbak Lani masih kerja kok, tadi aku papasan di koridor."
"Jelas-jelas kemarin surat pindahan kamu udah sampek disini."
"Tapi aku enggak merasa dipindahkan Mbak. Mbak Ayu salah denger kali, atau mungkin namanya sama tapi beda divisi?"
Rahayu menggeleng, "Ndak mungkin salah. Namanya benar nama kamu kok, Mbak. Alessa, sedangkan di divisi ini nama Alessa cuma sampean."
Alessa semakin bingung, "Duh, aku tambah bingung. Aku enggak merasa dipindahkan dari instalasi ini, jadi aku masih disini Mbak. Udah ah, Alessa mau masuk dulu. Siap-siap."
Rahayu ikut bingung dengan apa yang terjadi, jelas-jelas kemarin ia sendiri yang membaca dan mendapat surat tersebut. Tapi, jika Alessa tidak diberitahu mengenai kepindahannya. Mungkin saja, surat yang ia terima kemarin salah.
"Jadi ikutan bingung, kan." Menggeleng, Rahayu kembali bersiap untuk memulai pekerjaannya.
Hingga menjelang siang, ruang instalasi rawat inap masih saja ramai. Banyak keluarga pasien yang menunggu di luar mengantri obat dan juga resep dari dokter jaga. Semua staf yang bertugas mengerjakan resep kewalahan, resep berdatangan tanpa jeda.
Rahayu, Alessa, dan Gani yang hari ini bertugas benar-benar merasa lelah. Padahal jam dinding belum menunjukkan waktu istirahat. Pasien sakit hari ini benar-benar membludak.
"Gue laper," Gani bercelutuk setelah pria itu mengerjakan resep racikan di ruang khusus.
Sementara Rahayu dan Alessa bertugas mengambil obat dalam resep non racikan dan langsung memberikannya pada Apoteker untuk diberi aturan pakai pada obat. Sementara untuk semua resep racikan, Gani yang yang mengerjakan. Tentu saja resep racikan akan lebih rumit dalam pengerjaan obat.